The Swans Sabet Gelar Juara di DBL Exhibition Games 2018 - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Muhammad Khairur Rasyid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • The Swans Sabet Gelar Juara di DBL Exhibition Games 2018

    Dibaca : 1.050 kali

    Tim Basket Universitas Esa Unggul (The Swans) berhasil menyabet gelar juara Honda DBL EXHIBITION GAMES 2018, yang diselenggarakan pada tanggal 8-15 September di Gelanggang Olahraga Lokasari, DKI Jakarta. Ajang ini merupakan, turnamen berskala nasional dan diikuti oleh sejumlah Tim dan kampus dari beberapa daerah.

    Manager The Swans Putra Fachmi mengatakan Dalam ajang ini The Swans berhasil mengawainkan gelar antara tim Putra dan Tim Putri. Di final The Swans Putra berhasil mengalahkan Tim Basket Universitas Indonesia dengan skor 28-34, sementara The Swans berhasil menang menang Wolkout dari stie jakarta rawamangun.

    Fachmi pun menjelaskan persiapan untuk mengikuti ajang ini dilakukan selama 10 hari, dengan sejumlah latihan Intensif. Dirinya pun mengungkapkan target The Swans kedepannya ialah mengikuti ajang Event Campus League di Malang pada tanggal 28 September mendatang.

    "Saya harap, The Swans mampu meraih gelar juara di sejumlah ajang Bola Basket termasuk paling dekat ini di Malang, mudah-mudahan mampu mengawainkan gelar juara kembali," tutupnya.

    Tim Putra The Swans

    1. Yoshell Gunawan, (Managemen Semester 7)

    2. Hans eka wijaya (Managemen Semester 5)

    3. Erlan Perkasa (Akuntansi Semester 5)

    4. Alfredo tanujaya julianto (Hukum Semester 5)

    5. Althof Dwira Satrio (Broadcasting Semester 5)

    6. Hendra (Ilmu Komunikasi Semester 7)

    7. Agus salim (Sistem Informasi Semester7)

    8. Agam Subastian Ramadhan (Managemen Semester 7 )

    9. Micky Kwee (Managemen Semester 7)

    10 Arion Tio (Managemen Semester 7)

    11. Sigit Setiawan (Ilmu Komunikasi Semester 7) .

    Nama Tim Putri The Swans:

    1. Sien Marthina (Akuntansi semester 9)

    2. Delaya Maria ( Manajemen semester 9)

    3. Kadek Pratita Citta Dewi ( Manajemen semester 9)

    4. Anjelin Rosmika (Simanjuntak Broadcasting Semester 3)

    5. Tiara Aulia Denaya ( Broadcasting Semester 3)

    6 Kadek Sanis Jisanceghi (Psikologi Semester 3)

    7. Fitria Ramadhani Madjid ( Manajemen Semester 5)

    8. Stella Fabiola ( Akuntansi Semester 7)

    9. Jane Charissa Adelaide (Psikologi Semester 7)

    10. Shira Amadea Chalik (Psikologi Semester 7)

    11. Elita Tanujaya (Manajemen Semester 1)

    12 Valerie Fradela (Humas Semester 1)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 617 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).