#SeninCoaching: Memilih Itu Menunda Kematian - Analisa - www.indonesiana.id
x

Mohamad Cholid

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • #SeninCoaching: Memilih Itu Menunda Kematian

    Dibaca : 850 kali

    #Leadership Growth: The Beauty of Choice

     

    Mohamad Cholid

    Practicing Certified Executive and Leadership Coach

     

    “Remember, there are no mistakes, only lessons. Love yourself, trust your choices, and everything is possible.” -- Cherie-Carter Scotts.

     

    Memilih adalah menunda kematian. Kalimat ini dipicu oleh kata-kata Prof. Dr. Salim Said, one among the best political scientists di ASEAN, yang suatu hari mengatakan, “Buat saya, menulis itu upaya menunda kematian.” Bung Salim (panggilan akrabnya) seperti menegaskan, energi hidup selalu terasah dengan menulis. Genesis of Power: General Sudirman and the Indonesian Military in Politics, 1945-49. (1991) adalah bukunya yang spektakuler dan dijual di Amazon.

    Sebagian dari sejumlah buku Salim Haji Said lainnya yang juga memikat adalah Tumbuh dan Tumbangnya Dwifungsi, Perkembangan Pemikiran Politik Militer Indonesia 1958 - 2000 (Aksara Karunia, 2002), Jokowi Melawan Debt Collector (Penjuru Ilmu, 2017), dan Ini Bukan Kudeta (Mizan, 2018).

    Kalau bagi Salim Said menulis adalah merawat api kehidupan, bagi kita kemampuan memilih bisa merupakan upaya membuktikan kita exist. Daya hidup kita akan selalu diuji dan dipacu untuk melakukan pilihan, dari menyangkut hal-hal sehari-hari seperti menentukan jalur perjalanan ke tempat kerja, menentukan tempat makan bersama, memilih pasangan hidup, memilih karir, menentukan strategi bisnis, sampai memilih orang-orang yang kita anggap layak memimpin.

    Pertanyaannya, apakah kita memiliki kemerdekaan menentukan pilihan, freedom of choice? Sejauh mana Anda dalam menentukan pilihan terbebas dari stigma, prasangka, nafsu pribadi, ego, plus sejumlah kebingungan, termasuk kecenderungan mengikuti arus tanpa pertimbangan matang?

    Kalau sekedar ikut arus, misalnya karena merasa tidak enak dengan teman atau tetangga, lantas siapakah Anda? Memilih itu bukan tentang apa dan siapa yang kita pilih, tapi lebih tentang kemampuan membangun identitas kita di jagad raya ini. Memilih adalah bukti kesungguhan menjadi unsur positif bagi kehidupan.

    Di tengah gelombang tv commercials, di antara kebingungan publik akibat serangan badai hoax dan manipulasi komunikasi di media sosial  -- yang indikasinya ditopang oleh orang-orang sewaan dari manca negara, sebagaimana Trump menyewa para jagoan manipulasi informasi dari Rusia dalam pemilihan presiden di AS -- serta prasangka-prasangka yang terbangun dalam interaksi di masyarakat, kemampuan menentukan pilihan sungguh membuktikan Anda memang eksis. Anda bukan korban keadaan.

    It is easy out of laziness, out of weakness, to throw oneself into the lap of deity, saying, ‘I couldn’t help it; the way was set.’ But think of the glory of the choice! That makes a man a man. A cat has no choice, a bee must make honey. There’s no godliness there.” ? John Steinbeck, East of Eden (terbit pertama 1952).

    Kata-kata John Steinbeck “think the glory of choice. That makes a man a man,” mengingatkan kita pentingnya membebaskan diri dari pikiran-pikiran cupet dalam menentukan pilihan, karena kemegahan rasanya hanya pantas diraih oleh jiwa-jiwa yang merdeka. Memiliki tujuan-tujuan mulia membangun kehidupan bersama lebih baik, dengan segala perbedaan di antara kita.

    Apakah Anda tidak ingin lebih bahagia dengan berhasil keluar dari kerumunan manusia dengan pikiran dan jiwa yang diperbudak oleh ilusi ego, khayalan tentang golongan politik, jebakan masa lalu, dan pikiran yang stigmatized?

    Menyangkut kepentingan publik, rasanya perlu kita renungkan soal “khayalan tentang golongan politik”, karena umumnya para elite politik cenderung lebih sibuk membangun kerajaan (dinasti) masing-masing dari kekuasaan yang mereka peroleh, lantas mempengaruhi pikiran publik agar mengikuti mereka. Apakah sudah ada ukuran yang transparan berapa persen waktu yang mereka dedikasikan untuk mengangkat derajat rakyat, dibanding untuk diri sendiri dan kelompok masing-masing?

    Siapa pun atau golongan mana saja yang memenangi pemilu, mereka tidak bisa mengelak dari harus berkongsi dengan “para penguasa sesungguhnya” di suatu negeri – yaitu para pemilik lahan-lahan terbaik, jaringan pemilik/pengelola industri besar, penentu roda ekonomi. Ini terjadi di banyak negara, termasuk di AS, di mana kalangan pebisnis besar membelanjakan jutaan dolar setahun untuk melobi pemerintah dan lawmakers  agar memenuhi kepentingan bisnis mereka.

    Benjamin Disraeli, Perdana Menteri Inggris dua masa jabatan (pada 1868 dan 1874-1880), mengatakan, “The governments of the present day have to deal not merely with other governments, with emperors, kings and ministers, but also with the secret societies which have everywhere their unscrupulous agents, and can at the last moment upset all the governments' plans.”

    Pada galibnya, menentukan pilihan bukan tentang siapa yang Anda pilih, tapi lebih banyak menyangkut Anda sendiri. Orang-orang dengan jiwa merdeka akan menentukan pilihan lazimnya berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya, tujuan hidup, dan kemungkinan-kemungkinan yang diprediksikannya (karena demi menolak kepahitan atau memburu kenikmatan). Ini memang perlu kontemplasi.

    Atau dibutuhkan asesmen terhadap para kandidat (#SeninCoaching: 4 Pertanyaan untuk Kandidat Pemimpin). Menyangkut Pemilu Indonesia, cara lain bisa berpijak pada perspektif Goenawan Mohamad, penulis dan pengelola pusat kegiatan budaya Salihara, yang antara lain mengatakan, pemilu memilih presiden tidak harus dilakukan dengan tegang, rileks saja. Ini soal kontrak kerja lima tahunan dengan orang yang kita percaya mampu memimpin negara. Kalau kerjanya kurang bagus, kita ganti dengan lainnya.

    Sekiranya masih ragu, untuk menambah bahan pertimbangan, baik juga kita renungkan hasil ijtihad para ulama dalam kaidah ushul fiqh (kaidah pertimbangan hukum yang berdasarkan substansi Al Quran dan Hadits): Idhaa ta’aarodho dhororooni daf’u akhfahuma atau “jika ada dua mudharat (bahaya) saling berhadapan, maka diambil yang paling ringan.”

    Apakah Anda termasuk golongan orang dengan jiwa merdeka, mampu menghayati the glory of choice, dan mau berperan pada upaya-upaya menjemput masa depan lebih baik bagi semua pihak, dengan segala perbedaannya?

    Kemampuan membangun nilai, menentukan pilihan dan cara bertindak ikut menentukan leadership brand Anda.

     

     Mohamad Cholid  adalah Head Coach di Next Stage Coaching.

    n  Certified Executive Coach at Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching

    n  Certified Marshall Goldsmith Global Leadership Assessment

    Alumnus The International Academy for Leadership, Jerman

    (http://id.linkedin.com/in/mohamad-cholid-694b1528)

    (https://sccoaching.com/coach/mcholid1)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Salsabila Zulfani

    2 hari lalu

    Covid-19, Membuat Tugas Auditor Menjadi Sulit?

    Dibaca : 123 kali

    Covid 19 adalah virus yang menyerang sisem pernapasan. Virus corona dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru berat hingga kematian. Pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Hampir setiap hari ribuan bahkan ratusan korban infeksi virus corona meregang nyawa. Perekonomian negara terganggu bahkan banyak perusahaan yang harus mengurangi pegawai supaya tidak bangkrut. Dampak Covid 19 ini memang cukup banyak bagi negara terdampak. Lalu bagaimana dengan negara Indonesia?. Indonesia sudah berusaha sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus Covid 19 ini,hingga pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ). Bekerja dan belajar dari rumah, hal ini mungkin tidak terlalu sulit sebab teknologi yang semakin canggih di masa sekarang ini. Lalu bagaimana dengan profesi yang harus bekerja turun lapang atau outdoor? Auditor misalnya?. Auditor harus menyambangi perusahaan klien sehingga dapat dengan mudah mengamati sistem pada perusahaan klien. Mengamati bagaimana SOP atau bagan alur setiap kegiatan perusahaan, seperti penjualan, pembelian dan aliran kasnya. Bagaimana auditor harus bekerja dari jarak jauh?. Strategi bagi auditor yang harus bekerja jarak jauh meliputi perencanaan audit, pemeriksaan/pengkajian dokumen, kerja lapangan/melakukan pengamatan, wawancara terhadap pihak yang terkait, dan pertemuan penutupan. Berikut penjelasan singkatnya. Perencanaan Perencanaan audit merupakan hal yang sangat penting di setiap pengauditan. Namun hal ini akan sulit jika pihak klien ada di lokasi yang jauh ataupun sulit terjangkau ( terpencil ). Sementara tahap perencanaan audit ini harus dibahas dengan klien. Informasi yang dapat dibahas dalam tahap ini adalah ruang lingkup perusahaan serta perncanaan jadwal kapan kegiatan audit akan di mulai, tak lupa memberi informasi kepada klien mengenai keterbatasan perihal proses kegiatan audit jarak jauh ini. Serta info apa saja yang akan dibagikan dan dengan tunjangan media atau teknologi apa yang digunakan. Berdasarkan kebutuhan diatas, auditor dapat menghabiskan waktu dua kali lebih banyak guna membahas perencanaan ini. Teknologi yang dapat digunakan dalam hal ini seperti vidio conference dan powerPoint untuk menyampaikan informasi/materi atau dapat menggunakan panduan visual lainnya. Pemeriksaan/Pengkajian Dokumen Pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh akan memakan waktu cukup banyak serta tak luput dari keterbatasan. Dalam hal ini auditor harus mampu menerima dokumen dalam bentuk/format apapun yang paling mudah diperoleh oleh klien sehingga dapat meminimalisir beban yang ada. Pertimbangan terkait aksesibilitas sistem file digital yang digunakan klien untuk menyimpan rekaman catatan tersebut harus diberikan. Pertimbangan strategi audit yang baik dan tepat juga harus dipikirkan oleh auditor untuk pemeriksaan ataupun pengkajian dokumen, pengambilan sampel dapat menjadi alternatif terbaik. Tergantung pada jumlah rekaman catatan yang ada. Terlepas apakah auditor memeriksa semua atau sebagian dari data yang tersedia. Tidak seperti pemeriksaan/pengkajian rekaman catatan di lokasi, pemeriksaan/pengkajian dokumen dari jarak jauh biasanya tidak memungkinkan untuk memberikan pertanyaan langsung pada saat yang sama. Auditor harus mencatat ataupun menulis hal-hal yang patut dipertanyakan pada klien saat melakukan proses pemeriksaan/pengkajian dokumen, dan dapat ditanyakan saat wawancara jarak jauh. Kerja Lapangan/Pengamatan Hal ini mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit bagi audit jarak jauh, pasalnya hal ini biasanya dilakukan dengan menyambangi perusahaan klien. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan vidio conference ataupun livestreaming. Walaupun tidak terlepas dari kendala-kendala yang ada seperti ketersediaan Wi-Fi, lokasi kerja klien yang berada di tempat terpencil dan kebisingan yang mungkin akan mengganggu proses audit ini. Tidak banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan melakukan observasi jarak jauh. Sebab penayangan vidio hanya pada satu titik dan auditor akan kesulitan untuk melakukan pengamatan. Alternatif lain yang dapat diambil adalah dengan foto digital yang dapat diambil dari smartphone milik klien ataupun milik perusahaan. Hal ini dapat menimalisir kendala jaringan yang tidak memungkinkan melakukan vidio conference. Dari hasil pengamatan, audit dapat membuat catatan dan menyiapkan pertanyaan. Wawancara Terhadap Pihak yang Terkait Dalam hal ini mungkin tidak jauh beda dengan wawancara langsung, hanya perlu media penghubung seperti panggilan vidio ataupun semacamnya misalnya Google Meet, Skype dan Zoom. Auditor perlu melakukan perencanaan wawancara seperti berapa lama waktu yang diperlukan dan kepada siapa saja pihak yang perlu diwawancarai. Misalnya dengan penanggung jawab kegiatan, pemegang keluar dan masuknya kas ( kasir ), bagian gudang, penerimaan barang, dan personil lain yang bertanggung jawab dalam mendukung fokus audit. Persiapan wawancara jarak jauh membutuhkan waktu tambahan bagi auditor, serta auditor harus siap dengan daftar pertanyaan dan hal-hal terkait informasi tambahan apa saja yang dibutuhkan berdasarkan pengamatan yang dilakukan sebelumnya. Keterbatasan wawancara jarak jauh ini juga dapat terjadi ketika personil yang diwawancarai merasa canggung, gugup atau tidak nyaman dengan panggilan vidio oleh sebab itu, pemilihan kata dan penempatan intonasi yang bagus dan tepat akan dapat membuat wawancara menjadi tidak tegang. Pertemuan Penutupan Pertemuan penutupan audit jarak jauh memiliki konsep yang sama dengan pertemuan penutupan secara langsung, mungkin memang memerlukan media penghubung. Penjadwalan penutupan ini harus dipertimbangkan oleh auditor, minimal dua hari setelah melakukan wawancara. Sehingga auditor dapat mengkaji kembali catatannya dan menyusun rancangan awal hasil audit. Pertemuan penutupan ini dimaksudkan untuk mrmpresentasikan rancangan awal hasil audit kepada klien, menyelesaikan pertanyaan/permasalahan serta melakukan pembahasan lebih lanjut untuk hasil final audit, yaitu opini dari auditor. Kesimpulan yang dapat di ambil ialah penggunaan teknologi secara praktis. Inovasi dan transformasi teknologi menjadi fokus bisnis serta progam audit di seluruh dunia. Saat ini adalah saat yang tepat untuk mengkomunikasikan lebih lanjut mengenai proses audit jarak jauh. Terdapat beberapa teknologi berkembang yang dapat menunjang kegiatan tersebut antara lain vidio livestreaming, Virtual Reality ( VR ), pesawat tak berawak ( drone ) dan lainnya. Namun semua teknologi pastilah diperlukan biaya tambahan yang mungkin malah mengakibatkan auditor merugi. Jadi pilihlah teknologi yang sesuai dengan bayaran yang diterima. Proses audit jarak jauh bukanlah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua masalah. Hal ini bukan pula sebagai pengganti pelaksanaan audit secara langsung. Namun sebagai bagian dari alternatif yang dapat dilakukan di masa pandemi ini.