Air Sungai Tercemar Sampah Spesies Endemik Hilang - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ahmad Pradana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Mei 2019

Kamis, 9 Mei 2019 15:16 WIB

Air Sungai Tercemar Sampah Spesies Endemik Hilang

Dibaca : 117 kali

Beberapa tahun terakhir ini kita dihadapkan oleh beberapa masalah serius yang berkaitan dengan lingkungan.Baik itu di darat, air dan udara. Salah satu pencemaran yang tampak terlihat adalah pencemaran air. Ada banyak sekali contoh pencemaran air salah satunya yaitu pencemaran air sungai. Sungai adalah aliran air yang deras dimana selalu dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar di berbagai aspek kehidupan. Baik itu dibidang pertanian, peternakan, perikanan, dan kegiatan ekonomi lainnya. Selain itu sungai juga menjadi sumber utama ketersediaan air bersih bagi warga yang bermukim disekitar sungai.Tidak hanya bagi manusia, sungai juga merupakan tempat hidup dan berkembang bagi biota-biota perairan seperti ikan, serangga air dll. Sehingga tercemarnya sungai ini akan memberikan dampak baik bagi kehidupan manusia dan biota perairan.

Apa itu Sungai yang Tercemar ?

Sungai yang tercemar adalah ketika air sungai tercampur dengan komponen-komponen yang dapat menurunkan kualitas air sungai tersebut. Komponen tersebut dapat berupa makhluk hidup, unsur, zat dan energi. Komponen-komponen tersebut dapat masuk ke perairan dikarenakan oleh adanya aktivitas manusia dan terjadi secara alami. Kualitas air sungai dapat dikatakan menurunkan apabila berada di bawah parameter fisika, parameter kimia dan parameter biologi. Parameter fisika yang berupa suhu, warna, bau, rasa dan kekeruhan. Adapun parameter kimia yang berupa pH, salinitas, logam berat dll. Sedangkan parameter biologi berupa makhluk hidup yang hidup didalamnya.

Penyebab Sungai Tercemar

Pencemaran air sungai dapat terjadi karena limbah, baik limbah organik maupun limbah anorganik. Limbah-limbah tersebut dibuang tanpa melalui proses dan pengolahan sehingga tidak baik ketika dibuang langsung ke perairan umum seperti sungai.Kegiatan pertambangan dan kegiatan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan juga menjadi penyebab tercemarnya air sungai. Kegiatan pertambangan dapat menyebabkan sungai menjadi sangat keruh karena partikel-partikel yang terbawa aliran air sungai. Penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan menyebabkan terputusnya rantai kehidupan biota-biota perairan.

Dampak Sungai Tercemar

Banyak sekali dampak dari air sungai yang tercemar . Selain bagi manusia yang berupa berkurangnya ketersediaan air bersih . Tercemarnya air sungai juga berdampak bagi kelangsungan hidup biota-biota perairan. Dampak yang diberikan tidak hanya mengganggu kesehatan dari biota tersebut tetapi juga hingga menyebabkan kematian biota tersebut. Jika kematian biota ini terjadi terus menerus sebelum mereka melakukan reproduksi maka sudah dipastikan bahwa kepunahan yang akan menunggu mereka. Dan apabila hal ini terjadi bagi spesies endemik yang hanya ada wilayah perairan tersebut maka tidak akan ada lagi yang dapat kita lakukan agar spesies tersebut dapat bertahan .

Solusi Sungai Tercemar

Solusi terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap lingkungan terutama di wilayah perairan kita. Baik hal tersebut berupa membuat sistem pengolahan sebelum limbah dibuang ke perairan umum. Sehingga limbah yang dibuang ke sungai sudah dapat dipastikan aman. Melakukan penangkapan ikan yang sesuai dengan peraturan dimana tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang maupun metode yang dilarang. Melakukan proses pertambangan yang sesuai dengan standar operasional prosedur pertambangan Indonesia. Marilah terus kita jaga lingkungan kita agar generasi selanjutnya juga dapat merasakan keberkahan yang diberikan tuhan kepada kita saat ini.

Spesies yang Hampir Punah

Memang masih belum banyak teridentifikasi spesies ikan apa saja yang terancam punah, namun hal tersebut tidak mengurangi potensi bahayanya. Beberapa yang sudah tercatat adalah Pesut Mahakam, Ikan Raja Laut, Ikan Arwana, Ikan Matahari, Hiu Sentani, Ikan Napoleon dan Penyu Belimbing dan masih banyak lagi. Walaupun belum teridentifikasi terancam punah namun kita sudah mulai merasakan dampaknya. Jika kita melihat ke perairan umum disekitar mungkin sudah mulai jarang kita melihat ikan ikan berenang disitu. Haruskah kita diam saja melihat keanekaragaman hayati kita hilang begitu saja ?

  • Air

Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.