Pemilwa FISIP Universitas Brawijaya Sebagai Ajang Pembelajaran Etika dalam Kontestasi Politik - Analisa - www.indonesiana.id

ariya prasojo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Mei 2019

Minggu, 12 Mei 2019 13:59 WIB

Pemilwa FISIP Universitas Brawijaya Sebagai Ajang Pembelajaran Etika dalam Kontestasi Politik

Dibaca : 106 kali

Kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik, tentulah membutuhkan dukungan dari seluruh elemen, termasuk dalam hal ini adalah mahasiswa. Mahasiswa dalam KBBI diartikan sebagai  seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Peran dan Fungsi Mahasiswa dalam sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara sangatlah vital, yakni salah satunya adalah berperan sebagai “moral force”

Peran sebagai “moral force”,diberikan kepada oleh masyarakat, sebab mahasiswalah yang akan menjadi kekuatan moral untuk negri. Mahasiswa harus memiliki acuan dasar dalam berprilaku. Acuan dasar itu adalah tingkah laku, perkataan, cara berpakaian, cara bersikap, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan moral yang baik. Semua acuan itu harus kita perbaiki agar kita memiliki moral yang baik, bukanya moral yang buruk. Disinilah kita dituntut untuk keintelektualan kita dalam kekuatan moral kita didalam masyarakat.

Sebuah moral akan tercermin dari seluruh tingkah laku yang direpresentasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tingkah laku inilah yang nantinya akan lebih dikenal sebagai etika.  Etika berasal dari bahasa yunani(ethos)yang artinya kebiasaaan atau watak. Etika merupakan penyelidikan filsafat mengenai kewajiban- kewajiban manusai serta tingkah laku manusia dilihat dari segi baik dan buruknya tingkah laku tersebut. Begitu pentingnya sebuah etika hingga ia harus masuk dalam semua lini kehidupan berbangsa, terutama dalam lini politik..

FISIP sebagai fakultas yang harusnya mampu memberikan pengalaman dan pengajaran mengenai aktivitas perpolitikan Indonesia, sudah semestinya mampu pula dalam memberikan pembelajaran etika berpolitik. Salah satu dari banyaknya kegiatan besar yang berjalan sebagai aktivitas mahasiswa FISIP adalah PEMILWA (Pemilihan Mahasiswa) FISIP, yakni sebuah sarana kontestasi bagi para calon pejabat fakultas.

Setiap tahun, PEMILWA FISIP rutin digelar, namun apakah kegiatan ini mampu memberikan dampak bagi berjalannya proses pembelajaran etika dalam kontestasi politik?.

PEMILWA pertama kali diadakan pada tahun 2011 dengan nama PEMIRA

PEMILWA adalah pemilihan mahasiwa (FISIP) yang dilakukan untuk 1 periode kepengurusan. PEMILWA sendiri sebelumnya adalah PEMIRA yang merupakan singkatan dari Pemilihan Mahasiswa Raya. Namun nama ini ditunjukan untuk terminology yang lebih luas, kata “raya” sendiri memiliki makna yang lebih besar dan lebih merujuk pada Pesta Demokrasi Universitas Brawijaya (sebagai pusat/lebih luas cakupannya) dengan nama PEMIRA UB. Hal ini yang membedakan antara universitas dengan fakultas, dimana fakultas lainpun masih menggunakan nama PEMILWA.

 

PEMILWA sendiri ditujukan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa serta Dewan Perwakilan Mahasiswa. Dengan nama ini diharapkan masyarakat FISIP tidak ada kesalahan informasi mengenai pembeda antara pesta demokrasi tingkat fakultas dan universitas.

 

PEMILWA FISIP merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh DPM FISIP dan diikuti oleh seluruh seluruh mahasiswa FISIP. Dalam hal ini PEMILWA terdiri dari beberapa rangkaian yang ahrus diikuti oleh seluruh kontestannya.

 

Rangkaian kegiatan dalam PEMILWA FISIP yang termuat dalam akun instagram pemilwa adalah:

  • Pengambilan berkas presiden, wakil presiden, dan DPM
  • Pengambilan berkas
  • Fit and Propper Test dan Sosialisasi kampanye
  • Kampanye bersama dan deklarasi damai
  • Hari tenang

 

Banyaknya rangkaian dalam kegiatan PEMILWA tentunya menjadikan seluruh kontestannya akan mengalami beberapa aktivitas yang dilakukan secara bersamaan dengan kontestan lain. Hal ini tentunya akan membuat para kontestan harus berusaha untuk mulai menerapkan etika politik dalam aktivitas politiknya dalam menyongsong berjalannya pemilwa FISIP.

 

  • Kepemimpinan

Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.