Curi HP di Masjid, Pemuda Pengangguran Diciduk Tim Elang Antibandit - Viral - www.indonesiana.id
x

Tegas-co

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 Mei 2019

Kamis, 16 Mei 2019 00:19 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Curi HP di Masjid, Pemuda Pengangguran Diciduk Tim Elang Antibandit

    Dibaca : 1.263 kali

    Tim elang anti bandit 007 polres Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengamankan tersangka pencurian hand phone milik jamaah di sebuah mesjid pada Selasa malam 14 Mei 2019.

    Tersangka bernama Yogi Saputra (19), warga desa Ujung Tobaku, kecamatan Katoi, kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

    Dirinya diringkus polisi karena tersangka nekat mencuri hand phone di mesjid At Taqwa (Mesjid raya kolaka), kelurahan Latambaga, kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara pada 07 Mei 2019 lalu, dan sempat terekam CCTV yang ada di mesjid.

    Rekaman CCTV memperlihatkan salah seorang jamaah yang sedang tertidur di dalam mesjid sambil menunggu waktu berbuka puasa.

    Tiba – tiba tersangka datang dan langsung mencuri Hp milik korban yang berada disampingnya.

    Dihadapan polisi, pengangguran asal Kolaka Utara ini mengaku nekat mencuri lantaran keinginannya memiliki Hp Android tak pernah terkabul karena tak punya uang.

    Sehingga ketika mendapati Hp jamaah di mesjid, tersangka memanfaatkan kesempatan itu untuk membawa lari Hp korban.

    Tersangka juga merupakan residivis pada kasus yang sama 2017 lalu. Saat itu tersangka juga mencuri Hp milik warga dengan empat TKP yang berbeda.

    Namun kali ini tersangka kembali berurusan dengan polisi setelah aksinya terekam CCTV.

    “Saat ini tersangka telah diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”kata Paur Humas Polres Kolaka, Bripka Riswandi

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka kini harus mendekam di sel tahanan polres Kolaka dan terancam dijerat pasal 362 subsider 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 603 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).