Kenapa Karakter AHY Harus Dihabisi? - Viral - www.indonesiana.id
x

Airlangga Kevin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Mei 2019

Jumat, 17 Mei 2019 05:03 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Kenapa Karakter AHY Harus Dihabisi?

    Dibaca : 725 kali

    Kenapa karakter AHY harus dihabisi? Ini jadi pemikiran saya pas lihat serangan yang masif banget ke AHY habis acara “Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia” itu.  Maksud saya, kok cuma AHY yang diserang habis-habisan begitu? Lagian, kayaknya yang menyerang AHY ini akun-akun pendukung koalisi 02.

    Padahal, setahu saya AHY ini sudah keringatan buat kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno. Saya sering lihat AHY nongol di berita TV atau media online. Dia tegas-tegas bilang kalau Demokrat bersama 02.

    Terus, kok buzzer-buzzer ini gak ada yang menyerang Walikota Bogor Bima Arya ya? Padahal Bima Arya terang-terangan dukung Jokowi lho. Posisinya di PAN juga gak sembarangan. Dia Wakil Ketua Umum PAN, partai yang masuk koalisi Prabowo-Sandi.

    Saya juga bingung. Kok buzzer-buzzer ini gak ada yang menyerang Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Padahal, Zulkieflimansyah ini kader terbaik PKS lho. Tapi dia juga terangan-terang dukung Jokowi.

    Mestinya, ketimbang buzzer-buzzer ini menyerang AHY yang sudah keringatan dukung Prabowo-Sandi, mending mereka eksekusi tuh Bima Arya dan Zulkieflimansyah. Kalau mereka sampai bilang AHY pengkhiatan gara-gara datang ke “Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia”. Mestinya mereka juga bilang Bima Arya dan Zulkieflimansyah ini biangnya pengkhianat. Lha, bukannya nolong mereka malah gembosin suara Prabowo–Sandi di Bogor dan NTB kan?

    Tapi setelah saya pikir-pikir, emang wajar kok kalau buzzer-buzzer ini menyerang AHY. Soalnya kan AHY ini didikan langsung dari SBY. Bisa dibilang AHY ini sebagai representasi SBY. Jadi kalau ada yang menyerang AHY itu sama artinya menyerang SBY.

    Apalagi AHY sekarang kan termasuk tokoh sentral di Demokrat. Jadi dengan menyerang AHY, mereka juga sekaligus bisa menyerang Demokrat. Aneh memang, soalnya AHY ke “Silaturahmi Bogor untuk Indonesia” gak bawa embel-embel SBY dan Demokrat. Gak fair banget ya?

    Terus kayaknya yang menyerang AHY ini akun-akun robot deh. Nama akunnya itu pakai barisan angka

    gitu. Setahu saya akun-akun beginian yang pas pemilu kemarin kerjaanya cuma maki-maki orang di Twitter. Kafir-kafirin orang. Ya, tipekal akun yang mainin nuansa ujaran kebencian dan politik SARA gitu deh.

    Mungkin mereka marah kali ya gara-gara AHY terus ngomong supaya ujaran kebencian dan politik SARA disetop. Supaya kita bisa salam-salaman lagi setelah marahan gara-gara beda pilihan di pemilu kemarin. Supaya Indonesia damai lagi.  Seperti apa yang dipesankan AHY dalam tempo hari:

    “Jabatan ada batasnya, persahabatan persaudaraan selama hayat dikandung badan. Insya Allah kita akan selalu menjaga persahabatan persaudaraan di atas segalanya. Untuk indonesia jaya dan membanggakan.”

    Masalahnya, kalau Indonesia damai, kerjaan buzzer-buzzer ini habis dong. Jadi pengangguran deh mereka. Makanya, orang-orang kayak gini sangat pengen suasana Indonesia tetap panas. Sialan bener!

    Terakhir, wajar saja AHY diserang. Dia memang calon pemimpin Indonesia masa depan. AHY sudah dihajar pas kemarin ketemu Jokowi. Tapi masih mau jadi samsak tinju pas ikut Silaturahmi Bogor. Ini orang bandel banget ya! Ha ha ha. Tapi bandelnya AHY ini buat kepentingan Indonesia kok. Biar bangsa kita bisa rukun lagi.

    Coba ingat-ingat deh. Emang ada orang di kubu 01 atau 02 yang sebandel AHY ini. Yang cair, yang berani lintas kubu buat obrolin kalau Indonesia butuh rekonsialiasi? Kayaknya cuma AHY sendirian deh. Gak mungkin AHY sampai rela mengorbankan citra dan karakternya dijadiin samsak tinju kalau dia gak punya ketegaran seorang pemimpin. AHY pasti punya keteguhan seorang patriot yang rela berkorban demi orang banyak.

    Saya gak tahu pikiran kamu kayak apa sama AHY, Bro and Sis. Tapi, kalau AHY benaran maju 2024 nanti, kayaknya saya bakal pilih dia deh.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 619 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).