Kenapa Karakter AHY Harus Dihabisi? - Viral - www.indonesiana.id
x

Airlangga Kevin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Mei 2019

Kamis, 16 Mei 2019 21:14 WIB

Kenapa Karakter AHY Harus Dihabisi?

Dibaca : 497 kali

Kenapa karakter AHY harus dihabisi? Ini jadi pemikiran saya pas lihat serangan yang masif banget ke AHY habis acara “Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia” itu.  Maksud saya, kok cuma AHY yang diserang habis-habisan begitu? Lagian, kayaknya yang menyerang AHY ini akun-akun pendukung koalisi 02.

Padahal, setahu saya AHY ini sudah keringatan buat kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno. Saya sering lihat AHY nongol di berita TV atau media online. Dia tegas-tegas bilang kalau Demokrat bersama 02.

Terus, kok buzzer-buzzer ini gak ada yang menyerang Walikota Bogor Bima Arya ya? Padahal Bima Arya terang-terangan dukung Jokowi lho. Posisinya di PAN juga gak sembarangan. Dia Wakil Ketua Umum PAN, partai yang masuk koalisi Prabowo-Sandi.

Saya juga bingung. Kok buzzer-buzzer ini gak ada yang menyerang Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Padahal, Zulkieflimansyah ini kader terbaik PKS lho. Tapi dia juga terangan-terang dukung Jokowi.

Mestinya, ketimbang buzzer-buzzer ini menyerang AHY yang sudah keringatan dukung Prabowo-Sandi, mending mereka eksekusi tuh Bima Arya dan Zulkieflimansyah. Kalau mereka sampai bilang AHY pengkhiatan gara-gara datang ke “Silaturahmi Bogor Untuk Indonesia”. Mestinya mereka juga bilang Bima Arya dan Zulkieflimansyah ini biangnya pengkhianat. Lha, bukannya nolong mereka malah gembosin suara Prabowo–Sandi di Bogor dan NTB kan?

Tapi setelah saya pikir-pikir, emang wajar kok kalau buzzer-buzzer ini menyerang AHY. Soalnya kan AHY ini didikan langsung dari SBY. Bisa dibilang AHY ini sebagai representasi SBY. Jadi kalau ada yang menyerang AHY itu sama artinya menyerang SBY.

Apalagi AHY sekarang kan termasuk tokoh sentral di Demokrat. Jadi dengan menyerang AHY, mereka juga sekaligus bisa menyerang Demokrat. Aneh memang, soalnya AHY ke “Silaturahmi Bogor untuk Indonesia” gak bawa embel-embel SBY dan Demokrat. Gak fair banget ya?

Terus kayaknya yang menyerang AHY ini akun-akun robot deh. Nama akunnya itu pakai barisan angka

gitu. Setahu saya akun-akun beginian yang pas pemilu kemarin kerjaanya cuma maki-maki orang di Twitter. Kafir-kafirin orang. Ya, tipekal akun yang mainin nuansa ujaran kebencian dan politik SARA gitu deh.

Mungkin mereka marah kali ya gara-gara AHY terus ngomong supaya ujaran kebencian dan politik SARA disetop. Supaya kita bisa salam-salaman lagi setelah marahan gara-gara beda pilihan di pemilu kemarin. Supaya Indonesia damai lagi.  Seperti apa yang dipesankan AHY dalam tempo hari:

“Jabatan ada batasnya, persahabatan persaudaraan selama hayat dikandung badan. Insya Allah kita akan selalu menjaga persahabatan persaudaraan di atas segalanya. Untuk indonesia jaya dan membanggakan.”

Masalahnya, kalau Indonesia damai, kerjaan buzzer-buzzer ini habis dong. Jadi pengangguran deh mereka. Makanya, orang-orang kayak gini sangat pengen suasana Indonesia tetap panas. Sialan bener!

Terakhir, wajar saja AHY diserang. Dia memang calon pemimpin Indonesia masa depan. AHY sudah dihajar pas kemarin ketemu Jokowi. Tapi masih mau jadi samsak tinju pas ikut Silaturahmi Bogor. Ini orang bandel banget ya! Ha ha ha. Tapi bandelnya AHY ini buat kepentingan Indonesia kok. Biar bangsa kita bisa rukun lagi.

Coba ingat-ingat deh. Emang ada orang di kubu 01 atau 02 yang sebandel AHY ini. Yang cair, yang berani lintas kubu buat obrolin kalau Indonesia butuh rekonsialiasi? Kayaknya cuma AHY sendirian deh. Gak mungkin AHY sampai rela mengorbankan citra dan karakternya dijadiin samsak tinju kalau dia gak punya ketegaran seorang pemimpin. AHY pasti punya keteguhan seorang patriot yang rela berkorban demi orang banyak.

Saya gak tahu pikiran kamu kayak apa sama AHY, Bro and Sis. Tapi, kalau AHY benaran maju 2024 nanti, kayaknya saya bakal pilih dia deh.

  • Pemilu 2019

Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.