Menanamkan Rasa Nasionalisme Untuk Menyongsong Kehidupan Bangsa yang Lebih Baik - Analisa - www.indonesiana.id

Siti Nurfarikha

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Mei 2019

Selasa, 21 Mei 2019 23:56 WIB

Menanamkan Rasa Nasionalisme Untuk Menyongsong Kehidupan Bangsa yang Lebih Baik

Dibaca : 59 kali

Mencintai bangsa dan tanah air pada diri seseorang sangatlah bervariasi dalam mewujudkannya. Cinta tanah air, ras, bahasa dan sejarah budaya merupakan salah satu ciri dari rasa nasionalisme. Nasionalisme tercantum dalam pancasila yaitu sila ke tiga yang berbunyi “persatuan indonesia” memililki ciri-ciri bangga bertanah air indonesia, cinta akan tanah air indonesia, dan mementingkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Namun, itu semua hanya suatu kata-kata yang mungkin sudah tidak di pakai lagi dalam kehidupan saat ini. Dalam kehidupan saat ini, sangat berbalik dengan kehidupan zaman dulu. Kehidupan dulu kebanyakan masyarakat indonesia masih memiliki suatu rasa nasionalisme yang tinggi dan belum terpengaruhi oleh budaya dari barat. Berbeda dengan zaman sekarang dimana masyarakat indonesia sudah diombang-ambing oleh budaya barat yang mungkin sudah masuk dalam kehidupan mereka.

Seiring dengan perkembangan zaman, di era indutrialisasi 4.0 dimana teknologi semakin canggih dan segala macam informasi tersebar secara cepat yang mengakibatkan tidak adanya batasan informasi antar negara sehingga budaya luar dengan mudah masuk ke indonesia. Dalam hal tersebut masyarakat indonesia dengan mudahnya mengikuti budaya dari luar tanpa menelaah apa yang telah di diikuti. Dapat dilihat dari maraknya korean wave yang merupakan suatu fenomena di dunia hiburan modern yang bersumber dari korea. Tak hanya itu, stasiun tv di indonesia juga menyuguhkan berbagai tayangan dari program bernuansa korea seperti acara musik, drama dan film korea. Lalu, bagaimana dengan rasa nasionalisme bangsa indonesia sendiri ? Akankah rasa nasionalisme masyarakat indonesia akan luntur ?

Tanpa kita sadari, hal-hal tersebut secara tidak langsung telah menjajah bangsa indonesia. Masyarakat indonesia khususnya para pemuda telah mengadopsi budaya-budaya barat yang mana budaya tersebut memiliki dampak negatif bagi diri sendiri maupun bagi bangsa indonesia. Tidak jarang para remaja-remaja saat ini berdandan layaknya selebritis dan meniru gaya orang barat dengan berpakaian yang minim. Hanya sedikit remaja yang mau mengenakan pakaian sopan dan sesuai dengan budaya bangsa indonesia sendiri. Nasionalisme akan luntur dan moral akan rusak jika hal-hal tersebut di biarkan begitu saja tanpa adanya tindakan yang dapat mencegahnya. Dengan lunturnya rasa nasionalisme maka akan berdampak pada perekonomian bangsa. Dimana tidak ada kepedulian terhadap urusan bangsanya. Sehingga mengakibatkan suatu negara menjadi tertinggal dengan negara-negara lain. Maka masyarakat indonesia dengan perlahan menjadi tidak bangga akan bangsanya sendiri.

Kebanyakan masyarakat indonesia hanya memikirkan seberapa banyak negara memberikan kebutuhan untuk mereka sedangkan mereka tidak memikirkan kontribusi apa yang telah diberikan kepada negara. Sehingga yang terjadi adalah melemahnya perekonomian dalam negeri. Mengakibatkan rasa nasionalis secara perlahan akan hilang. Sedangkan jika rasa nasionalis yang ada pada diri pemuda sudah luntur, lalu bagaimana untuk memajukan negara indonesia ?

Oleh sebab itu, sebagai pemuda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa maka, rasa nasionalisme harus di pupuk semenjak usia dini melalui peranan dari berbagi pihak antara lain : yang pertama adalah peran keluarga, Keluarga merupakan seseorang terdekat kita, dimana mereka yang mengajari kita dari usia dini hingga menginjak dewasa. Sehingga semua yang di ajarkan sangat berpengaruh oleh apa yang kita dapatkan. Peran keluarga sangatlah penting untuk memupuk rasa nasionalis pada diri seseorang yaitu dengan cara: Memberikan tauladan yang baik dengan rasa cinta dan hormat pada bangsa indonesia, Memberikan pengetahuan atau pendidikan sejak usia dini tentang rasa nasionalis dan jiwa patriotisme terhadap bangsa, Memberikan pengawasan terhadap lingkungan sekitar.

Kedua adalah peran pendidikan. Sekolah merupakan tempat untuk menambah ilmu dan pengetahuan setelah peran keluarga. Peran pedidikan untuk menumbuhkan rasa nasionalis antara lain : Menanamkan rasa cinta tanah air dan menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan bangsa indonesia, Memberikan pelajaran tentang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, Memberikan pendidikan tentang moral. Ketiga adalah peran pemerintah, disamping peran keluarga dan pedidikan terdapat peran pemerintah juga untuk menumbuhkan rasa nasionalis pada diri sesorang antara lain: Membuat suatu program yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, Mengagendakan pemakain batik guna untuk melestarikan kebudayaan yang ada di indonesia, Menghargai aspirasi pemuda untuk membangun bangsa indonesia supaya menjadi bangas yang maju. Hal-hal kecil tersebut dapat menanamkan rasa nasionalisme bagi seseorang.

Ketika kaum muda memiliki jiwa yang kreatif, inovatif dan memiliki jiwa pemimpin maka, hal tersebutlah yang dibutuhkan untuk memajukan bangsa dan dari situlah rasa nasionalisme terselip di dalamnya. Lantas sudahkah kita sebagai generasi penerus bangsa memiliki gejolak rasa nasionalisme?


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.