Merlyne - Winner Ambassadors of UPH 2019 Kampus Lippo Village - - www.indonesiana.id
x

Indri Puji Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 12 Juni 2019 17:04 WIB
  • Berita Utama
  • Merlyne - Winner Ambassadors of UPH 2019 Kampus Lippo Village

    Dibaca : 757 kali

    Ajang Ambassadors of UPH 2019 oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (BEM-UPH) dilaksanakan pada hari Senin, 27 Mei 2018 pukul 16.00 di Grand Chapel, Building C 6th Floor UPH. Ambassadors of UPH berfokus untuk menjadi refleksi dari seorang profil lulusan UPH yang holistik dan berlandaskan kepada Tuhan, berkeinginan selalu belajar, berkembang, dan tumbuh menjadi orang yang lebih baik setiap harinya.

    Melalui seluruh tahapan penilaiannya, Merlyne, Mahasiswi Fakultas Psikologi 2017, sukses meraih posisi sebagai 1st Winner Ambassadors of UPH 2019 khusus di Lippo Village.

    Bagi Marlyne pengalamannya di Ambassador of UPH adalah tempat untuk self-development dan uji rasa percaya diri. Hal inilah yang memotivasi Merlyne yang seorang pemalu, untuk mengikuti ajang tersebut. Merlyne juga menceritakan bahwa ia melakukan berbagai persiapan.

    “Di Ambassador kita mendapat berbagai training dan kelas-kelas. Seperti kelas Erikson Psychosocial Stage Theory, Grooming Class, Communication Skill Presentation Techniques, Impromptu Speaking Class, Health & Wellness, Marketing Class, dan Business Etiquette Class. Dan dari kelas-kelas tersebut yang paling buat aku berguna sekali itu adalah kelas yang melatih Communication Skill. Karena disitu diajarkan bagaimana cara kita berbicara dan menarik audiences dalam berkomunikasi di lingkup massa” kata Merlyne.

    Baginya Ambassadors of UPH sangat bermanfaat. Salah satunya adalah meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan dalam berbicara (public speaking). Apabila dahulu Merlyne merasa ragu dalam mengeluarkan pendapat, namun sekarang ia lebih bisa dan berani dalam mengungkapkannya.

    “Aku bersama dengan Top 12 Ambassador of UPH, ingin bisa berdampak terutama di lingkup UPH. Karena sebenarnya memang tujuan utama dari Ambassador ini adalah untuk melayani. Salah satu caranya adalah dengan menjalankan project-project yang bisa memberikan perubahan kepada mahasiswa dan mahasiswi UPH” ungkap Merlyne.

    Salah satu project yang Merlyne kerjakan adalah bertema reduce hunger dengan judul project ‘Do Not Waste Your Food’. Project ini mengajak mahasiswa-mahasiswi UPH untuk selalu menghabiskan makanan yang mereka makan dengan cara social awareness melalui social media dan poster. Merylne ingin meningkatkan rasa bersyukur dengan tidak membuang makanan.

    Merasakan manfaatnya, Merlyne menyarankan mahasiswa-mahasiswi UPH untuk berani mencoba mengikuti Ambassador of UPH tanpa takut hasilnya akan bagaimana.

    “Ambassador of UPH itu adalah sebuah pengalaman yang bukan tentang persoalan menang atau kalah. Yang terpenting adalah kita memberikan kesempatan untuk diri sendiri untuk mencoba hal yang baru” papar Merlyne.

    Selain itu Ambassadors of UPH juga menghadirkan kategori The Most Favorite yang diraih oleh Odelia Sabrina Taslim (Conservatory of Music, 2018), dan The Best Project Team yaitu diraih oleh Alishia Annabel Gozal (Food Technology, 2018), Qyrana Qynasih Nugraha (Hukum, 2018), dan Nicholas Charano (Hospitality Management, 2018).

    Penilaian Ambassador of UPH dinilai berdasarkan visi dari UPH yaitu, True Knowledge, Faith in Christ, dan Godly Character. Kemudian penilaian lainnya adalah Ambassador harus menjadi good leader, good scholar, dan good citizen. Memiliki communication skill knowledge dan critical thinking juga menjadi hal yang penting untuk dimiliki oleh seorang Ambassador of UPH. (pl)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.120 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).