Rencana Oke Pelaksanaan Memble - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sri Sugiastuti Mudjono

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 22 Juni 2019

Sabtu, 22 Juni 2019 22:43 WIB

Rencana Oke Pelaksanaan Memble

Dibaca : 45 kali

Saat ini perasaan bu Kanjeng sedang galau. Pasalnya ia paham kalau bulan Syawal itu bulan peningkatan iman dan taqwa. Ibadah puasanya di bulan Ramadan dirasakan belum mencapai target.

Bu Kanjeng ikut tadarus tapi kadang tidak fokus. Ia sering datang terlambat atau ngantuk, pas giliran ia membaca sudah blank.pernah juga belum selesai ia sudah mendahului karena panggilan mulia dari dalam tubuhnya untuk buang hajat.

Bu Kanjeng sadar kalau sang tamu *Mr Ramadan* hanya satu bulan. Ia sangat istimewa. Bu Kanjeng dengan berbagai upaya dan kemampuannya ingin memulaikan bersinergi dengannya. Ramadan jadi semangatnya untuk mengupgrade diri.

Semangat dari Mr. Ramadan bisa menahan amarah bu Kanjeng, bisa membuatnya cepat berbagi dengan kemampuan yang dimiliki, dan bu Kanjeng meyakini bahwa Mr Ramadan membawa banyak kesempatan untuk berbuat baik. Masalahnya mampukah bu Kanjeng menangkap peluang itu.

Ramadan sudah pergi. Yang tau persis bu Kanjeng sudah smart atau belum memanfaatkan bulan itu hanya bu Kanjeng dan malaikat pencatat. Termasuk keikhlasan hati bu Kanjeng menjalani kebersamaannya dengan Mr Ramadan.

Ia merasa sudah melakukan sesuatu sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Hadis, termasuk amalan dari tausyiah yang didengar an di taklim. Tetapi namanya manusia itu tidak sempurna, kadang masih pilih-pilih ayat atau menghibur diri sendiri. Dengan ucapan "lumayan daripada tidak"

Harapan bu Kanjeng tahun depan Mr Ramadan datang, sebulan penuh bisa bersamanya dan meraih semua keutamaan yang dibawanya.

Untuk Ramadan 1440, hasil refleksi dirinya adalah Rencana oke Pelaksanaan memble,alias merasa masih banyak kekurangan dan belum 100 persen fokus. Masalah dunia dan hati yang belum bersih salah satu penyebabnya.

Sekarang sudah bulan Syawal. Puasa sunnah Syawal 6 hari sudah ditunaikan. Rangkaian kegiatan padat merayap harus diseleksi. Ada satu kegiatan yang harus dibatalkan dengan kerugian materi yang untuk ukuran bu Kanjeng cukup besar.

Pengembangan bisnis dan training Extravaganza Hongkong bersama Herbalife buyar tidak menjadi rezekinya. Itu kodratullah, segala sesuatu bila diawali dengan keraguan, hasilnya tidak maksimal. Nyatanya izin dari dinas tidak keluar. Posisi masih harus finger print dan semua serba ribet kalau ditinggal ke extravaganza Hongkong. So forget it bu Kanjeng.

Bu Kanjeng menekan rasa kegalauan itu dengan tilawah dan fokus pada tugasnya di depan mata. Memimpin sidang pleno kenaikan kelas, mendampingi guru dan staf membuat program e KTSP yang segera dikumpulkan secara input data. Dan yang terpenting pelaksanaan PPDB harus sukses.

"Terima kasih Yaa Allah, ini lah yang terbaik untuk hamba-Mu yang kadang masih memiliki sifat tergesa-gesa dalam urusan dunia." Terselip doa bu Kanjeng seusai sholat subuh dini hari.

Sri Sugiastuti, pegiat literasi yang selalu ingin berbagi tulisan.

  • Ramadan

Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.