Penutupan PRJ, Booth Rider Diserbu Pengunjung - Travel - www.indonesiana.id
x

andre HI

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 2 Juli 2019 14:06 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Penutupan PRJ, Booth Rider Diserbu Pengunjung

    Dibaca : 867 kali

    Jakarta, Indonesiana, Tempo.co - Pekan Raya Jakarta atau Jakarta Fair berakhir pada pada Minggu, 30 Juni 2019, pengunjung terlihat semakin memadati area JIExpo Kemayoran.
    Para pengunjung tampak mengular pada pintu di loket pembelian tiket, banyak pengunjung yang datang bersama keluarga dengan membawa anak dan orang tua.

    Harga tiket masuk PRJ untuk hari minggu sebesar Rp40.000 per orangm, namun digratiskan untuk anak dengan tinggi badan kurang dari 100 cm dan lansia di atas 60 tahun, cukup dengan menunjukan KTP. Adapun tarif parkir motor Rp 15.000 sekali masuk, sedangkan mobil Rp30.000 sekali masuk. Jumlah pengunjung diperkirakan akan semakin ramai menjelang sore dan malam hari. Karena, pada penutupan malam nanti akan diisi dengan konser dan pesta kembang api.

    Antusiasme para pengunjung ini tentu saja tidak disia-siakan oleh para peserta pameran untuk berpromosi dengan memberikan diskon serta promo khusus di hari terakhir PRJ. Salah satunya terlihat di booth pakaian dalam Rider yang memberikan diskon clearance sale untuk produknya.

    Selama perhelatan Jakarta Fair, Rider juga memiliki program khusus dengan beragam hadiah serta hadiah utama satu unit sepeda motor yang diundi pada akhir acara.

    "Program ini menjadi salah satu cara untuk semakin menarik minat para pembeli sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada para pelanggan setia," kata CH Budianto yang ditemui di Booth Rider, area JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (30/6).

    Program ini ternyata sangat diminati pengunjung PRJ, terlihat dari penjualan yang meningkat signifikan.

    “Tahun ini penjualan kita naik 25 persen dari tahun lalu yang mencapai Rp 4 miliar selama acara PRJ,” ujar Budianto.

    Menurut Budianto, pakaian dalam pria masih menyumbang pendapatan terbesar, yaikni hampir 99 persen, sementara sisanya dari pakaian anak dan wanita.

    “Kalau untuk pakaian dalam pria, atasan itu sekitar 60 persen sedangkan 40 persen dari bottom atau celana," katanya,

    Rider rutin memberikan promosi kepada konsumennya setiap tahun untuk meningkatkan penjualan, produk yang sudah diekspor ke berbagai negara di seluruh dunia ini tetap mengutamakan kualitas demi kepuasan konsumen. (and)


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.124 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).