Pancasila Masuk Kurikulum, Kita Dukung Bro dan Sist! - Analisa - www.indonesiana.id
x

Ferguso Kubangun

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Senin, 8 Juli 2019 12:47 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Pancasila Masuk Kurikulum, Kita Dukung Bro dan Sist!

    Dibaca : 1.504 kali

    Dalam dunia pendidikan, penanaman ideologi Pancasila sejak dini perlu ditanamkan kepada setiap generasi penerus bangsa.

    Selama ini, Pancasila dalam sektor pendidikan di Tanah Air, secara simbolis sering kita temukan hanya pada saat momentum tertentu. Upacara bendera memperingati Kemerdekaan HUT RI, misalnya.

    Tapi itu saja tidak cukup. Pancasila harus hadir setiap hari di tengah-tengah masyarakat. Juga harus hadir di ruang-ruang akademis. Forum-forum dialektika. Itu baru komplit.

    Kabarnya, pemerintah melalui Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu, telah meminta Rektor se-Indonesia dari berbagai perguruan tinggi untuk memasukan Pancasila dalam kurikulum.

    Nawaitu dari Menhan Ryamizard itu sudah disampaikan sekitar dua bulan yang lalu. Bahkan, dalam jangka waktu tersebut, beliau telah dua kali memanggil seluruh rektor untuk segera menyiapkan ihwal penting itu.

    Alasan Menhan Ryamizard menginginkan Pancasila masuk dalam kurikulum, disebabkan oleh suatu tantang besar yang dihadapi bangsa kita saat ini. Adalah maraknya paham radikalisme.

    Menhan Ryamizard merasa prihatin akan beredarnya paham-paham radikalisme di Tanah Air. Seperti Khilafah. Menurutnya, paham Khilafah bisa saja akan menghapus Pancasila.

    Kekhawatiran Menhan Ryamizard soal paham radikalisme, juga perlu menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Beliau bahkan selalu mengingatkan, Pancasila sebagai pemersatu bangsa, tidak boleh ada yang merusak.

    Kalau sampai rusak, bangsa Indonesia akan hancur. Demikian pesan dari Menhan Ryamizard. Olehnya itu, permintaan Menhan Ryamizard untuk memasukan Pancasila dalam kurikulum, patut mendapatkan dukungan dari semua kalangan. Pancasila harus kita lindungi bersama-sama. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.122 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).