Harapan Itu Hidupmu - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Nostalgia Senjapun menyeruak Merangsak ke-dalaman bathin ini Anginpun seakan berhenti bercanda Aku bilang “tak akan menyerah” Lampu-lampu terawang jalan Nan raya saja ,,,, Dulu “mah” tak begitu Ketika aku bermimpi membawa rembulan Aku beranjak dari lamunan Seperti mereka yang mempunyai harapan Hidup itu haruslah diperjuangkan Begitulah kata sang kebenaran Ku tembus dada ,bukan membunuh diri Aku disini masih punya mimpi Kota Tasikmalaya 11/07/2019 Asep Muhammad Rizal

Asep Rizal

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Juli 2019

Kamis, 11 Juli 2019 18:12 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Harapan Itu Hidupmu

    Dibaca : 295 kali

    Nostalgia Senjapun menyeruak

    Merangsak ke-dalaman bathin ini

    Anginpun seakan berhenti bercanda

    Aku bilang “tak akan menyerah”

     

    Lampu-lampu terawang jalan

    Nan raya saja ,,,,

    Dulu “mah” tak begitu

    Ketika aku bermimpi membawa rembulan

     

    Aku beranjak dari lamunan

    Seperti mereka yang mempunyai harapan

    Hidup itu haruslah diperjuangkan

    Begitulah kata sang kebenaran

     

    Ku tembus dada ,bukan membunuh diri

    Aku disini masih punya mimpi

     

    Kota Tasikmalaya 11/07/2019

    Asep Muhammad Rizal

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 595 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).