Memaksimalkan Peran Milenial melalui Kabinet - Viral - www.indonesiana.id
x

Valentino Barus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 11 Juli 2019 23:09 WIB
  • Viral
  • Pilihan
  • Memaksimalkan Peran Milenial melalui Kabinet

    Dibaca : 1.133 kali

    Pernyataan Presiden Jokowi bahwa kabinet berikutnya akan memberi tempat kepada orang muda mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Anggota DPR, Ferdiansyah, menilai pernyataan presiden tersebut sebagai tantangan yang mesti ditanggapi dan dimamfaatkan oleh generasi muda. “Tentu tidak sekedar berusia muda. Tetapi harus juga disertai kualifikasi-kualifikasi memadai untuk mengimbangi kinerja presiden yang menuntut gerak cepat dan efesiensi tinggi” kata anggota DPR yang terpilih kembali untuk periode 2019-2024 tersebut.

    Terkait dengan pernyataan dan harapan presiden tersebut, Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar menyatakan bahwa partainya sudah menyiapkan beberapa kader muda yang layak diusulkan untuk duduk di kabinet mendatang. Diantaranya ketua umum DPP AMPI, Dito Artijo, yang dinilai Airlangga sesuai dengan kebutuhan presiden akan figur dinamis, fleksibel dan energik dalam Kabinet Kerja.

    Respon positif juga disampaikan Ketua Umum PBHMI Respiratori Saddam Al Jihad. Dia  mengusulkan 4 aktivis Cipayung sebagai kandidiat menteri dalam kabinet mendatang yakni Arief Rosyid Hasan (mantan ketua Umum PB HMI),  Aminudin Ma’ruf (mantan Ketua Umum PB PMII) Sahat Martin P. Sinurat (mantan Ketua Umum PP GMKI) dan Twedy Noviady Ginting (mantan Ketua Presidium GMNI). "Perlu kolaborasi antargenerasi dan hal tersebut bisa dikuatkan dengan kehadiran aktivis Cipayung di kabinet 2019-2024, demi menjaga persatuan dan kemajuan Republik Indonesia," kata Respiratori.

    Ketua DPR RI,  Bambang Soesatyo, dalam berbagai kesempatan menekankan perlunya mengintensifkan peningkatan SDM terutama bagi generasi muda agar dapat berperan maksimal dalam pembangunan.  Peningkatan SDM pemuda akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam memaksimalkan bonus demografi sebagai pendorong percepatan pembangunan dan merealisasikan masyarakat adil dan makmur. Demikian pendapat politisi yang akrab disapa Bangsoet tersebut seraya memberi dukungan kepada presiden untuk menyertakan orang muda dalam kabinet mendatang.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Ferdiansyah juga menekankan perlunya meningkatkan mutu pendidikan dalam mempersiapkan generasi milenial agar dapat memenuhi ekspektasi seperti digambarkan di atas. Ferdiansyah memandang penting dan strategis peran generasi milenial bukan hanya karena semangat, militansi dan kecepatan mereka dalam bergerak terutama dalam menggunakan perangkat-perangkat digital, tetapi juga karena jumlahnya besar. Komposisi generasi milenial diprediksi akan menduduki urutan terbesar dalam bonus demografi Indonesia yang diprediksi akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

    “Pendidikan merupakan kata kunci untuk memacu pembangunan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Tanpa kualitas yang tinggi niscaya bonus demografi tidak akan berdampak signifikan dalam memberi nilai tambah terhadap berbagai anugerah yang kita miliki seperti kekayaan alam dan budaya yang sedemikian berlimpah, kaya dan beraneka ragam. Sudah terlalu banyak contoh negara dengan kekayaan alam dan budaya minim, justru mampu mensejahterakan masyarakatnya karena kualitas SDM yang mereka miliki” kata Ferdiansyah.

    Lebih jauh Anggota Komisi X yang membidangi Pendidikan tersebut menekankan bahwa pendidikan yang berorientasi pada kualitas keilmuan, ketaqwaan dan mental setia kepada Pancasila dan NKRI akan menjadi titik tolak kita dalam menjalankan ativitas pemerintahan, dan kebangsaan. “Hanya dengan konsisten mengacu pada semangat dan perjuangan proklamasi seperti itu kita akan mampu mewujudkan cita-cita dan harapan Indonesia maju dan sejahtera di 2045 sebagaimana tertuang dalam visi jangka panjang pembangunan” tegas Ferdiansyah dalam acara perayaan HUT AMPI di Jakarta baru-baru ini.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.