47 Tahun Soe Hok-Gie, Para Tokoh Baca Surat Perlawanan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Soe Hok-Gie adalah tokoh gerakan mahasiswa yang idealis dan inspiratif.

JAKARTA -- Soe Hok-gie adalah nama yang tak lepas dari gerakan mahasiswa 1966. Empat puluh tujuh tahun lalu dia meninggal dalam pendakian di Mahameru, puncak Semeru, pada 16 Desember 1969. Tapi, namanya terus dikenang oleh generai muda, khususnya para aktivis mahasiswa, terutama lewat catatan hariannya yang dibukukan, Catatan Seorang Demonstran (1983), dan kumpulan tulisan Zaman Peralihan (1995).

Untuk mengenang Gie dan menguji relevansi gagasan sosial-politiknya pada masa kini, Indonesiana, blog publik yang dikelola Tempo, menggelar acara "Surat-surat Perlawanan Gie: Nonton Film, Peluncuran Buku dan Diskusi tentang Soe Hok-Gie" pada Jumat, 16 Desember 2016 mulai pukul 16.00 WIB. Acara yang digelar di Lantai 7 Gedung Tempo, Jalan Palmerah Barat Nomor 8, Jakarta itu akan dibuka dengan pemutaran film "Gie", lalu dilanjutkan dengan diskusi dan peluncuran buku Gie dan Surat-surat Tersembunyi terbitan Kepustakaan Populer Gramedia.

"Soe Hok-Gie adalah tokoh gerakan mahasiswa yang idealis dan inspiratif. Dia bukan tokoh utama gerakan mahasiswa 1966, tapi gagasannya masih mengilhami para pemuda generasi sekarang," kata Istiqomatul Hayati, redaktur Indonesiana dan Ketua Panitia acara ini, di Jakarta, Jumat, 16 Desember 2016. "Acara ini kami gelar untuk mengenang Gie dan sekaligus tempat pertemuan para blogger Indonesiana."

Dalam diskusi mengenai Gie pada malam nanti akan hadir Stanley Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers yang dekat dengan Arief Budiman, kakak Soe Hok-Gie. Josi Katoppo, sahabat Gie sesama pendaki gunung, juga akan hadir untuk berbagi kisah tentang Gie.

Dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh akan membacakan surat-surat Gie yang belum pernah dipublikasikan. Mereka adalah Aristides Katoppo, mantan pemimpin redaksi Sinar Harapan; Yopi Lasut, mantan wartawan harian Sinar Harapan; Kartini Sjahrir, mantan Duta Besar Indonesia untuk Argentina, Paraguay dan Uruguay; dan Budiman Sudjatmiko, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Acara juga akan dimeriahkan dengan penampilan grup musik Farhan and Friends. [*]

Keterangan Foto: Para blogger dan anggota MAPALA UI nonton bareng film Gie di Gedung Tempo, Jumat, 16 Desember 2016.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Indonesiana

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua