Manfaat Antenatal Care (ANC) Bagi Ibu Hamil - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Pevi Revina

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Pilihan
  • Manfaat Antenatal Care (ANC) Bagi Ibu Hamil

    Dibaca : 35.408 kali

    Tugas dari seorang wanita ketika hamil salah satu yang utamanya adalah menjaga kesehatan kandungan. Dalam dunia medis dikenal dengan namanya Antenatal Care (ANC). Pengertian dari Antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang diberikan oleh ahli medis baik oleh bidan maupun dokter kandungan kepada ibu selama kehamilan untuk membantu mengoptimalkan kesehatan fisik dan psikis ibu hamil sehingga ibu dapat melalui kehamilan dengan sehat.

    Secara garis besar ANC berguna untuk membantu menghadapi persalinan, membantu pasca persalinan, pemberian ASI serta kesehatan reproduksi. Antenatal care dilakukan dengan memeriksakan kesehatan ibu dan janin secara terjadwal dan teratur. Peran aktif ibu hamil sangat dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan yang terjadi terlebih apabila ditemukan adanya perkembangan abnormal. Dengan melakukan antenatal care maka tanda bahaya dapat diinformasikan dari gejala yang ditemui. Sehingga pencegahan dan pengobatan dapat membantu mengurangi pengaruh negatif pada ibu dan janin.

    Dengan mengetahui ketidaknormalan yang terjadi lebih awal maka pengaruh negatif pada janin dapat dicegah dan diupayakan untuk lahir sehat. Antenatal care juga mempersiapkan ibu hamil ketika masa nifas dan ketika pemberian ASI eksekutif.

    Manfaat antenatal care dibagi menjadi dua, yaitu untuk ibu dan janin. Pada ibu hamil antenatal care dapat mengurangi komplikasi kehamilan dan juga mengobati komplikasi secara dini yang akan mempengaruhi kehamilan .Selain itu juga untuk meningkatkan kesehatan fisik dan psikis ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Bahkan dalam persiapan kesehatan ibu untuk persalinan dan memberikan ASI. Sedangkan bagi janin yaitu untuk memelihara kesehatan selama di dalam kandungan dan mengurangi risiko prematur, berat badan kurang ketika lahir atau bayi lahir meninggal.

    Perlu diketahui bahwa kondisi ibu hamil berbeda-beda sehingga ketika ditemukan gejala pada ibu hamil sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kandungan atau bidan.

    Pada ibu hamil setidaknya empat kali melakukan pemeriksaan selama periode antenatal. Kunjungan pertama pada usia kehamilan 14 minggu, Kunjungan kedua pada usia kehamilan antara 14-28 minggu. Kunjungan ketiga dan keempat adalah ketika usia kehamilan trimester ketiga.

    Berikut adalah tujuan dari pemeriksaan antenatal care pada masing masing usia kehamilan :

    1. Trimester pertama

    Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui risiko bahaya jiwa dan juga mencegah terjadinya anemia. Sehingga kondisi ibu hamil mendukung melanjutkan kehamilan di trimester selanjutnya.

    2. Trimester kedua

    Informasi yang didapat dari pemeriksaan antenatal care adalah unuk memberikan tingkat kewaspadaan ibu terhadap beberapa penyakit kehamilan yang sering kali terjadi. Beberapa diantaranya adalah gejala preeklamsia, tekanan darah atau pembengkakan.

    3. Trimester Ketiga

    Ibu hamil dapat diperiksa untuk mengetahui kondisi ibu dan juga tumbuh kembang janin mempersiapkan persalinan. Kondisi mental ibu hamil sangat berperan penting untuk membantu melancarkan proses persalinan. 

    Pelayanan antenatal care meliputi beberapa langkah dibawah ini :

    1. Mengontrol Berat Badan Ideal Sesuai Usia Kehamilan

    Kenaikan berat badan ketika ibu hamil muda kurang lebih 1 kg, sedangkan untuk trimester kedua dan ketiga masing masing dapat memberikan tambahan berat badan sebanyak 5 kg, Maka pada akhir usia kehamilan, ibu hamil harus memiliki kenaikan berat badan 9-12 kg. Kenaikan berat badan yang berlebihan akan menyebabkan gangguan kesehatan begitupula dengan berat badan yang tidak bertambah pada ibu hamil yang akan menyebabkan gangguan.

    2. Mengukur Tekanan Darah

    Pada ibu hamil pemeriksaan tekanan darah sangat penting dilakukan.Tekanan darah yang tinggi dari kondisi normal maka akan berisiko mengalami preeklamsia yang akan membahayakan kesehatan ibu dan janin apabila dibiarkan tanpa konsultasi dan pengobatan. Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara terjadwal untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu hamil dan melakukan pencegahan dini terhadap preeklamsia.

    3. Mengukur Tinggi Fundus Uteri

    Setiap minggunya mengalami perkembangan dan pertambahan ukuran. Apabila terdapat perkembangan abnormal maka dapat diketahui dengan segera. Adapun pada usia minggu ke 12 ukuran 1-2 jari sedangkan pada usia minggu ke 20 yaitu 3 jari di bawah pusat. Sedangkan pada usia kehamilan 28 minggu mengalami tinggi fundus uteri 3 jari di atas pusat. Pada minggu ke 36 maka tinggi fundus 3 jari yang berada di Proc.xyphoideus. Sedangkan pada minggu ke 40 tinggi fundus berada di tengah Proc.xyphoideus dan pusat.

    4. Pemberian Imunisasi

    Mikroorganisme seperti virus dan bakteri dapat menyerang ibu hamil dan menganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Pemberian Imunisasi dapat diberikan sebagai upaya mempertahankan daya tahan tubuh ibu hamil. Pemberian imunisasi dapat dikonsultasikan dengan dokter sehingga menjadwalkan pemberian imunisasi sesuai dengan usia kehamilan dan kondisi ibu hamil.

    5. Pencegahan Anemia

    Pencegahan anemia diberikan dengan memberikan tablet zat besi. Apalagi ibu hamil sangat rentan terkena anemia. Dengan melakukan pemeriksaan kehamilan maka dapat diketahui ibu berisiko mengalami anemia dan juga pencegahan yang dapat dilakukan apalagi bila ibu hamil mendekati usia persalinan. Kekurangan darah akan membahayakan nyawa ibu hamil.

    6. Test Penyakit Menular

    Penularan dari penyakit sangat mudah sekali disebarkan dari ibu hamil ke janin. Selama kehamilan ibu harus melakukan serangkaian test yang berhubungan dengan penyakit yang menular seperti HIV/AIDS, sipilis, Gonorrhoe atau TORCH.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.