Membangun Sikap Skeptis Untuk Tangkal Propaganda Negatif - Analisis - www.indonesiana.id
x

Sisca Mutiara

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Membangun Sikap Skeptis Untuk Tangkal Propaganda Negatif

    Di era keterbukaan saat ini, kita perlu membangun sikap skeptis secara positif terkait banyaknya informasi yang kita terima di berbagai media.

    Dibaca : 4.520 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Di era keterbukaan saat ini, kita perlu membangun sikap skeptis secara positif terkait banyaknya informasi yang kita terima di berbagai media. Salah satu bentuk dari membangun sikap skeptis positif adalah untuk tidak mempercayai segala informasi yang ada, terutama jika informasi tersebut terkesan baru dan belum ada bukti yang kuat, apalagi atas informasi dengan kaidah-kaidah/nilai-nilai/norma-norma yang sudah berlaku di masyarakat saat ini.

    Banyak informasi yang beredar saat ini terkesan menjebak dan menghasut, sehingga kita bisa salah tafsir sampai akhirnya lambat laun akan mempengaruhi sikap, sifat dan perilaku kita. Setiap informasi yang muncul pasti akan cepat menyebar dan diterima oleh banyak orang hanya dalam hitungan menit atau jam melalui perangkat elektronik yang dimiliki.

    Disadari atau tidak disadari, saat ini manusia tidak bisa lepas dari perangkat elektronik (gadgets) entah itu Komputer, Laptop, Tablet ataupun Handphone. Gadget dapat menemani kita kapan saja dan bisa menjadi hiburan tersendiri buat kita. Namun juga perlu kita sadari bahwa Gadget lambat-laun juga dapat merubah sikap, sifat dan perilaku kita.

    Percaya atau tidak percaya ketika kita bangun pagi, saat sedang makan, saat mau tidur, saat di kendaraan umum ataupun pribadi bahkan mungkin juga saat kita sedang berada di kamar mandi kita selalu merasa nyaman ketika Gadget itu berada di tangan kita. Saat ini kita sering kali mengklaim bahwa tanpa Gadget dunia seperti hampa. Gadget bukanlah merupakan barang yang mewah saat ini, harganya bak kacang goreng, siapa saja dapat memilikinya dengan mudah dan penggunanya mulai dari anak yang belum sekolah sampai dengan orang dewasa.

    Kemudahan untuk memiliki Gadget seiring juga dengan kemudahan untuk mencari, menerima dan menyebarkan segala bentuk informasi. Informasi-informasi yang disajikan oleh penyedia informasi (media online dan media sosial), secara tidak langsung telah menambah wawasan kita dan pengetahuan kita. Dengan banyaknya penyedia informasi tersebut, kita juga harus pandai untuk memilih informasi apa saja yang kita butuhkan. Tidak semua informasi yang ada harus kita ketahui semua, karena otak kita terbatas dan tidak akan mampu untuk menerima semuanya. Namun walapun kita sudah bisa memilah-milah informasi yang kita butuhkan, sering juga kita disuguhi oleh informasi-informasi yang menarik buat kita. Akhirnya dengan rasa penasaran, kita juga secara sadar turut serta membaca atas informasi-informasi tersebut. Segala informasi yang sifatnya mengajak dan meminta, tidak lain adalah sebuah upaya dari oknum/kelompok/organisasi tertentu yang mengajak kita mempercayai apa yang ada dalam tulisan tersebut.

    Opini atau pandangan yang disampaikan oleh oknum/kelompok/organisasi, tentu mempunyai nilai positif bila informasi tersebut benar apa adanya dan sesuai dengan kaidah-kaidah/norma-norma/nilai-nilai yang sudah berlaku secara umum serta tidak bertentangan dengan sosial budaya yang sudah berlaku. Namun bila opini tersebut bertentangan dengan kaidah-kaidah/norma-norma/nilai-nilai yang sudah berlaku di masyarakat, maka kita harus waspada terhadap informasi tersebut, karena tidak menutup kemungkinan opini tersebut adalah sebagai upaya untuk mencuci otak kita ke arah yang berlawanan. Sehingga dengan banyaknya informasi-informasi yang bentuknya bisa berupa opini, maka perlu kewaspadaan dari kita di dalam menyikapinya.

    Saat ini negara kita telah diserang oleh oknum/kelompok/organisasi tertentu yang mencoba untuk melakukan propaganda negatif (menyebarkan virus) kepada seluruh masyarakat Indonesia. Oknum/kelompok/organisasi tersebut telah melakukan propaganda negatif dengan membangun gagasan-gagasan yang mereka kehendaki sesuai dengan tujuan mereka, untuk disebar di beberapa media online atau media sosial dan diharapkan propaganda mereka sampai kepada gadget kita masing-masing. Adapun tujuan tulisan dari mereka tersebut adalah agar masyarakat Indonesia mempercayai informasi-informasi tersebut. Propaganda mereka tersebut diharapkan dapat menghipnotis seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat Indonesia mendukung apa yang menjadi gagasan mereka.

    Sikap Skeptis Positif = Berpikir Kritis

    Apakah Sikap Skeptis bermanfaat buat kita? Menerapkan sikap skeptis dalam kehidupan saat ini sangatlah penting, apalagi di tengah maraknya informasi-informasi yang begitu deras masuk ke perangkat/gadget kita. Membangun sikap skeptis secara tidak langsung sudah mengajak kita untuk berpikir secara kritis terhadap segala macam bentuk informasi yang kita terima dan sekaligus untuk mengenali dan menggali kebenaran atas informasi-informasi lebih dalam lagi. Jadi inti dari membangun sikap skeptis secara positif bertujuan agar kita tidak mudah tertipu terhadap informasi yang kita terima, sehingga kita dapat terhindar dari salah tafsir dan salah persepsi yang mana hal tersebut dapat mempengaruhi sikap, sifat dan tingkah laku kita.

    Bagaimana jika tidak membangun sikap skeptis? Sudah banyak contoh kasus yang bisa kita lihat, dimana saat ini kita bisa melihat, banyaknya hujatan-hujatan, sindiran-sindiran sampai kepada fitnah-fitnah dari kelompok satu kepada kelompok yang lainnya, sehingga mereka saling tuding sampai akhirnya mereka saling mengancam. Jadi ketika kita tidak membangun sikap skeptis secara positif, maka hasil akhirnya adalah permusuhan yang mengakibatkan perpecahan antar kelompok satu dengan kelompok lainnya. Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan, dimana komponen-komponen tersebut sangat potensial untuk diadu domba. Tentu kita sebagai masyarakat Indonesia tidak menghendaki hal itu terjadi.

    Mari kita tingkatkan rasa kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia dengan sikap saling menghargai satu sama lain dan kita semua harus bersikap skeptis secara positif.

    Ikuti tulisan menarik Sisca Mutiara lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.