Membangun Budaya Anti Korupsi - Analisa - www.indonesiana.id
x

Anggraini

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Membangun Budaya Anti Korupsi

    Akhir-akhir ini sejumlah kasus korupsi yang terjadi di negara Indonesia semakin lama semakin merajalela. Perilaku korup sepertinya telah menjadi budaya

    Dibaca : 5.895 kali

    Penyakit yang terus menerus menyerang tubuh manusia sudah pasti menghambat aktivitas manusia dan lama-kelamaan manusia tersebut akan menurun kondisi tubuhnya bahkan dapat menyebabkan kematian.

    Akhir-akhir ini sejumlah kasus korupsi yang terjadi di negara Indonesia semakin lama semakin merajalela. Perilaku korup sepertinya telah menjadi budaya atau bagian dari kehidupan kelompok-kelompok yang mempunyai wewenang, artinya ketika ada sejumlah oknum ataupun kelompok yang berada di dalam lingkaran kekuasaan, maka perilaku korup itu secara otomatis dalam posisi ON. Perilaku tersebut sepertinya sangat sulit sekali disembuhkan, maka tidak salah jika saya menyandingkan perilaku korup tersebut seperti penyakit AIDS yang sampai saat ini sangat sulit untuk disembuhkan. Bahkan ada orang yang beranggapan bahwa “sebuah perilaku yang negatif jika terus menerus dilakukan kemudian dilakukan oleh banyak orang secara random dan masif, maka perilaku negatif tersebut bisa dianggap sesuatu yang lumrah”.

    Tentu kita masih ingat bahwa dalam UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terutama Pasal 2 ayat 1 menyebutkan “adalahsetiap orang yang secara melawan hukum memperkaya diri sendiri dan orang lain, korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara”.

    Perilaku korup tidak mengenal orang itu kaya atau miskin, tidak juga memandang pangkat atau jabatan. Perilaku korup berkaitan erat dengan faktor lingkungan. Perilaku korup ini terbentuk karena adanya ketidakpedulian orang lain yang ada di sekitarnya ketika orang tersebut melakukan sesuatu yang salah. Lebih parah lagi ketika orang-orang yang ada di sekitarnya ikut bersama-sama melakukan hal yang salah tersebut, sehingga tidak heran jika korupsi itu dilakukan secara berjamaah. Contoh nyata perilaku korup yang sering terjadi di lingkungan kita adalah uang pelicin. Walaupun uang pelicin itu jumlahnya tidak besar, namun itulah bibit-bibit orang yang bermental korup mulai tumbuh.

    Melihat kondisi perilaku korup saat ini sangat mengkhawatirkan, diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk membasmi bibit-bibit perilaku korup tersebut. Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain :

    1.     Memberikan pengetahuan tentang anti korupsi di segala lapisan masyarakat seperti kurikulum pendidikan. Dengan adanya bekal pengetahuan anti korupsi tersebut diharapkan setiap anak-anak yang duduk di bangku sekolah sampai perguruan tinggi dapat melihat bahwa segala praktek korupsi akan memberikan dampak yang buruk bagi diri sendiri dan keluarga.

    2.     Peran besar keluarga dalam mendidik dan mengarahkan anak-anak agar menjadi manusia yang bermartabat serta membangun budaya malu korupsi.

    3.     Perlu adanya buku petunjuk/informasi terkait macam-macam bentuk korupsi yang dapat menghancurkan harkat dan martabat seseorang serta aturan hukum yang berlaku terhadap berbagai macam kasus korupsi tersebut.

    4.     Peran serta Instansi/Lembaga yang menangani berbagai kasus korupsi tidak serta merta hanya melakukan proses hukum terhadap orang yang melakukan korupsi, namun perlu juga adanya sosialisasi dan juga pesan layanan masyarakat dari Instansi/Lembaga yang berwenang di berbagai media terkait bahaya korupsi dan hukuman bagi koruptor.

    5.     Membangun moralitas masing-masing individu di masyarakat agar menjadi manusia yang anti korupsi.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.