Kompipar Sulut - Torang Tou Pancasilais

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hari ini Kamis, 1 Juni 2017 bangsa Indonesia memperingati Hari Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

      Hari ini Kamis, 1 Juni 2017 bangsa Indonesia termasuk Kompipar Sulut - Torang Tou Pancasilais memperingati Hari Lahirnya Pacasila. Sejak 1 Juni 1945 hingga hari ini dan kedepan nanti, bangsa Indonesia merasa berbahagia karena memiliki Pancasila sebagai Dasar Negara, Pandangan Hidup dan Kepribadian Bangsa, dan Ideologi Nasional.

Berdasarkan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, rumusan asli dan resmi dari Pancasila adalah : Ketuhanan Yang Maha Esa; Kemanusiaan yang adil dan beradab; Persatuan Indonesia; Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila Adalah Dasar Negara

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan dengan jelas bahwa Negara Republik Indonesia berdasarkan kepada Pancasila. Hal tersebut merupakan pokok-pokok pikiran yang mengandung cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar negara baik hukum tertulis maupun hukum yang tidak tertulis.

Pancasila meliputi suasana kebatinan dari UUD Republik Indonesia dan menciptakan pokok-pokok pikiran itu dalam pasal-pasal Undang-Undang Dasar sebagai hukum dasar yang tertulis.

Sebagai dasar Negara, Pancasila merupakan sumber tertib hukum yaitu sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di dalam negara Republik Indonesia.

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Dan Kepribadian Bangsa

Pancasila sejak mulanya telah menjadi pandangan hidup dan kepribadian bangsa. Di dalam pandangan hidup ini terkandung konsepsi dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Terkandung pula didalamnya pikiran-pikiran yang terdalam dan gagasan mengenai wujud kehidupan yang baik. Pandangan hidup suatu bangsa adalah kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki dan diyakini kebenarannya dan oleh karena itu bertekad untuk melaksanakannya.

Pancasila digali dari kebudayaan bangsa Indonesia yang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur yang terpelihara sepanjang jaman. Pancasila memberi corak yang khas kepada bangsa Indonesia dan oleh karena itu tidak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. Pancasila membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Pancasila sebagai pandangan hidup dan kepribadian bangsa adalah sumber kejiwaan dari masyarakat dan bangsa Indonesia, sehubungan dengan itu wajib dicerminkan dalam kehidupan nyata seluruh anggota masyarakat terutama para pimpinan masyarakat.

Jika telah demikian maka Pancasila sebagai pandangan hidup dan kepribadian bangsa akan mempunyai arti dan menjadi kenyataan bagi manusia Indonesia dalam hubungan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Negara Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila. Pancasila dinyatakan sebagai kepribadian dan pandangan hidup bangsa bahkan sebagai jiwa rakyat Indonesia.

Dalam kedudukan itu maka Pancasila menjadi ideologi nasional, dengan pengertian sebagai dasar pandangan politik dan kenegaraan bagi negara, bagi setiap organisasi, dan bagi setiap warganegara yang dianggap benar dan baik bagi tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sebagai ideologi nasional, Pancasila tidak saja menjadi ideologi negara akan tetapi menjadi pula ideologi yang dimiliki oleh setiap organisasi politik dan juga setiap warganegara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, karena ideologi menyangkut pandangan dasar dan cita-cita politik.

      Sangatlah diingat dalam catatan sejarah bangsa dan negara telah terbukti, bahwa hanya Pancasila yang dapat menyatukan dan mempersatukan bangsa Indonesia dan merupakan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia dalam memecahkan masalah-masalah kenegaraan dan kemasyarakatan.

Tidaklah dipungkiri bahwa Pancasila sering menghadapi tantangan dan ancaman dari seseorang, sekelompok orang, dan golongan tertentu, akan tetapi berkat perlindungan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan perjuangan yang gigih dari rakyat Indonesia yang Pancasilais, sehingga Pancasila tetap tegak dengan kokohnya di atas Tanah Tumpah Darah Indonesia.

Mulai hari ini dan kedepan, jika Pancasila menghadapi ancaman entah dari seseorang, sekelompok orang, dan golongan tertentu maka Kompita Sulut (Komunitas Pemerhati Pariwisata Sulawesi Utara) – Torang Tou (Orang) Pancasilais bersama dengan kekuatan Pancasilais lainnya akan tampil dibarisan paling depan untuk membela Pancasila.

Mengapa demikian, karena secara formal Pancasila telah diterima sebagai asas perjuangan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara oleh semua kekuatan sosial politik dan seluruh organisasi kemasyarakatan.

Namun kita semua diajak agar jangan lengah, sebab ancaman rongrongan terhadap Pancasila belumlah lenyap. Harus waspada sebab tidak mungkin suatu ketika ada seseorang, sekelompok orang, dan golongan tertentu yang selalu berusaha baik secara sembunyi-sembunyi maupun nyata-nyata ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Merdeka…

Bagikan Artikel Ini
img-content
N Raymond Frs

Seorang Amtenar Pemerhati Pariwisata Daerah Sulawesi Utara

0 Pengikut

img-content

Kegiatan Usaha Hiburan dan Rekreasi Pariwisata

Selasa, 15 Oktober 2019 18:10 WIB
img-content

Akses Ke Wilayah Kepulauan Sulawesi Utara

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua