Potensi Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi Utara (Sulut) yang memiliki potensi pariwisata yang menarik.

Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dengan Ibu kota Amurang. Jarak dari Amurang ke Manado Ibukota Provinsi Sulawesi Utara ± 64 km.  Secara geografis, Kabupaten Minahasa Selatan terletak antara 0°,47’-1°,24’ Lintang Utara dan 124°,18’-124°45’ Bujur Timur. Sedangkan secara administratif terletak di sebelah Selatan Kabupaten Minahasa, dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara berbatasan dengan Kabupaten Minahasa, Timur berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Tenggara, Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Barat berbatasan dengan Laut Sulawesi.

Dalam perspektif regional, Kabupaten Minahasa Selatan berada pada posisi strategis, karena berada pada jalur lintas darat Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh provinsi di Pulau Sulawesi.  Demikian pula jalur laut untuk bagian utara, merupakan daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang, barang dan jasa pada Kawasan Indonesia Tengah dan Kawasan Indonesia Timur, bahkan untuk Kawasan Asia Pasifik.  Sementara untuk jalur laut bagian selatan, sangat strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia.

Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan sebagian besar mempunyai topografi berbukit-bukit/pegunungan yang membentang dari utara ke selatan,  berpantai dan dataran rendah bergelombang dengan ketinggian 0 meter (daerah pantai)  sampai dengan 1.500 meter dpl. Luas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan sesuai hasil analisis GIS (Geography Information System) adalah 1.497 km² (149.664 ha),  yang  terdiri   dari   17  (tujuh belas)  kecamatan,  167  desa, 10 kelurahan,  862  jaga/dusun  dan 106 lingkungan dengan jumlah penduduk 225.542 jiwa (sampai dengan Juni 2012).

Kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan masih kental dengan budaya ”Mapalus” (Gotong-royong) dan sangat kritis serta pekerja keras. Selain itu, masyarakat mempunyai  kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan.

Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan di diami oleh penduduk dengan beragam agama, yaitu Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu dan lainnya. Sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan, telah tersedia sejumlah fasilitas peribadatan yang cukup memadai dan representatif seperti, gereja, mesjid, dan wihara.

Umumnya komoditi tanaman pangan yang diusahakan oleh penduduk adalah padi sawah, padi ladang, jagung, kacang tanah, kacang hijau, kedelai, ubi kayu, dan ubi jalar. Tanaman hortikultura (komoditi sayur-sayuran semusim) di Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi yang besar dan kualitas yang baik. Umumnya tanaman hortikultura bertumbuh dan berkembang dengan baik di Kecamatan Modoinding yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan.

Tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan yaitu, kelapa, cengkeh, panili, aren, kopi (robusta dan arabica), kakao (coklat), cassiavera, jarak pagar dan pala walaupun pola penanaman masih sederhana dan merupakan kebun rakyat yang dikelola secara turun temurun. Dari sembilan komoditas tersebut, kelapa, cengkeh dan aren menjadi komoditas unggulan karena terkait langsung dengan kehidupan masyarakat. Komoditas kelapa adalah pohon kehidupan dan supermarket alami yang menghasilkan buah kelapa sebagai sumber pangan, minuman, minyak makan serta santan. Tanaman ini memiliki keterkaitan sosial-budaya bagi jutaan masyarakat di dunia.  Pada era kesehatan modern dewasa ini, terbukti bahwa buah kelapa mempunyai kemampuan menjaga kesehatan manusia yang luar biasa, yaitu dengan dijadikannya minyak kelapa murni (virgin coconut oil). Tanaman cengkeh merupakan komoditas yang dahulunya dikenal dengan ”emas coklat” karena harganya yang tinggi. Tanaman aren adalah komoditas yang memiliki keterkaitan langsung dengan sosial-budaya masyarakat.   Dengan pengolahannya secara  tradisional, nira dari aren dapat dibuat alkohol (cap tikus), gula merah (gula batu) dan  dijadikan minuman khas (saguer) dalam acara-acara tertentu. Untuk komoditas kopi, umumnya yang diusahakan masyarakat adalan kopi robusta. Sedangkan kopi arabica hanya dikelola di Kecamatan Modoinding. Untuk perkebunan besar, dikelola oleh swasta berupa komoditas kelapa dan kakao yang ditangani secara intensif.

Potensi hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan merupakan sumberdaya yang cukup besar, baik dalam rangka menjaga stabilitas ekosistem alam maupun untuk dikelola menjadi hutan produksi.  Hutan produksi yaitu hutan yang dapat dimanfaatkan material (kayu maupun hasil lainnya) dengan tetap memperhatikan fungsi konservasinya.

Fungsi hutan Minsel, yaitu Cagar alam, Hutan Lindung, Hutan bakau, Hutan Produksi, Hutan produksi terbatas, dan Suaka margasatwa.

Kabupaten Minahasa Selatan memiliki wilayah pesisir dengan panjang garis pantai ± 168,22 km dan luas laut 56.000 ha (4 mil), mempunyai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Selain potensial untuk budidaya perikanan laut, penangkapan ikan, juga memiliki panorama yang indah sehingga dapat dikembangkan untuk pariwisata.

Budaya Minahasa Selatan berasal dari Budaya Minahasa yang dikenal dengan Mapalus yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong.  Umumnya penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Minasaha Selatan berasal dari sub etnis Tountemboan dengan menggunakan bahasa daerah Tountemboan.  Selain memiliki ciri khas familiar (ramah), penduduk Kabupaten Minahasa Selatan juga mempunyai jiwa/semangat mapalus (suka menolong/membantu satu dengan yang lain).  Di setiap pertengahan tahun berjalan (bulan Juli), dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan terhadap hasil panen (berkat), masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yang mayoritas beragama kristen merayakannya dengan Pengucapan Syukur.  Pada moment ini, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah.

Sejak dulu, secara turun-menurun masyarakat  di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan menjaga dan memelihara seni budaya tradisional, seperti musik bambu/klarinet, musik kolintang, tari kabasaran dan tari maengket.  Dalam perkembangannya, sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru, bermunculan kreativitas masyarakat dalam menciptakan seni tari yang terinspirasi dengan situasi dan kondisi  masyarakat, yakni tari dodol, tari pisok, tari ela soma, tari pete cingkeh, tari batifar, tari lenso, tari mawolay, dan tari kentang.

Tari Kabasaran

Merupakan tari perang, dan saat ini sering dipergunakan untuk penyambutan tamu kehormatan.

Tari Maengket

Adalah tari tradisional Minahasa yang dari zaman dahulu kala sampai saat ini masih berkembang.  Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian. Dahulu nenek moyang menari tarian Maengket pada saat sedang panen hasil pertanian dengan gerakan-gerakan sederhana. Sekarang tarian Maengket telah berkembang teristimewa bentuk dan tariannya tanpa meninggalkan keasliannya.  Maengket terdiri dari 3 babak, yaitu maowey kamberu, marambak dan lalayaan.

Tari Dodol

Adalah sebuah tarian penjemputan dari Minahasa Selatan yang menggambarkan bagaimana masyarakat Minahasa Selatan menjamu tamu yang datang di tanah Toar Lumimuut dan sudah menjadi tradisi setiap kegiatan keagamaan yang dikenal dengan Pengucapan Syukur selalu menyediakan Dodol. Tarian ini menceritakan proses pembuatan Dodol, yakni kuliner khas masyarakat Amurang (Minsel).

Tari Pisok

Adalah tarian yang menggambarkan tentang seekor burung yang hidup bebas di daerah Minahasa Selatan.  Burung Pisok sudah merupakan satwa yang langkah sehingga perlu untuk diabadikan melalui bentuk tari-tarian.

Tari Ela Soma

Ela Soma adalah suatu ungkapan kalimat yang sangat dekat dengan masyarakat pesisir pantai.  Tarian ini menggambarkan kehidupan bahkan sudah merupakan profesi sebagian besar rakyat Minahasa Selatan.  Melalui tarian Ela Soma digambarkan kekerabatan dan gotong royong yang sudah sangat mengakar dalam keseharian para nelayan dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Minahasa Selatan.

Tari Pete Cingkeh

Salah satu produk unggulan rakyat Sulawesi Utara adalah hasil panen cengkih.  Tarian ini adalah bentuk kebanggaan rakyat Minahasa Selatan yang di dalamnya menunjukkan kebersamaan serta ketrampilan dalam mengolah hasil panen cengkih.

Tari Batifar

Salah satu minuman khas rakyat Sulawesi Utara adalah Saguer dan Cap Tikus di mana cara pengolahannya disebut dengan Batifar.  Tarian ini  menggambarkan bagaimana para pekerja mengolah minuman mulai dari pohon enau, penyimpanannya, penyulingan, sampai pada cara penyajiannya.

Tari Lenso

Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan muda-mudi di tanah Toar Lumimuut dalam pergaulan sehari-hari dalam hal mencari pasangan.  Para penari membawa sapu tangan yang nantinya akan menentukan siapa pasangan hidupnya kelak.

Tari Mawolay

Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan masyarakat di tanah Toar Lumimuut sebagai petani yang dalam bercocok tanam padi dan jagung, hasilnya habis dimakan oleh monyet atau kera yang disebut wolay.  Untuk mengusir atau memusnahkan wolay, para petani membuat perangkap agar supaya tidak kembali lagi dan memakan hasil bercocok tanam petani.

Tari Kentang

Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kecamatan Modoinding yang sebagian besar adalah petani kentang.  Diawali dengan membuka lahan kentang dengan cara membersihkan rumput-rumpt liar yang bertumbuh di lahan kentang. Dalam menanam kentang secara tradisional, Bapak-Bapak menggali lubang dan Ibu-Ibu memasukkan bibit kentang ke dalam lubang.  Dengan penuh kesabaran dan ketekunan memelihara tanaman kentang, akhirnya siap memanen dan menghasilkan kentang yang berkualitas.

Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat sejumlah benda cagar budaya  yang mempunyai nilai sejarah, baik peninggalan sejarah maupun purbakala, seperti Benteng Portugis, Kuburan Belanda, Waruga dan Batu-batuan. 

No

Nama Benda

Cagar Budaya

Lokasi

Daya Tarik

Kegiatan

1.

Benteng Portugis

Kel. Uwuran I

Kec. Amurang

Benteng Peninggalan Portugis

Rekreasi

2.

Gereja Belanda

Desa Rumoong Atas Kec. Tareran

Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898

Rekreasi / Wi-sata Rohani

3.

Waruga

Desa Kaneyan

Kec. Tareran

Batu Besar Yang Berbentuk Rumah

Rekreasi

4.

Batu Menhir

Desa Lelema

Kec. Tumpaan

Batu Menhir

Rekreasi

5.

Batu Tumotowa

Desa Tumpaan

Kec. Tumpaan

Batu Hidup

Rekreasi

Desa Suluun

Kec. Suluun Tareran

Batu Hidup

Rekreasi

Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai

Batu Hidup

Rekreasi

Kel. Rumoong Bawah Kec. Amurang Barat

Batu Hidup

Rekreasi

6.

Batu Konimpis

Desa Wiau Lapi

Kec. Tareran

Batu Yang Mempunyai Bekas Tangan Raksasa

Rekreasi

Desa Rumoong Atas Kec. Tareran

Batu Besar Yang Mempunyai Bekas Kaki dan Tangan

Rekreasi

7.

Lesung Batu

Desa Kaneyan

Kec. Tareran

Batu Yang Berbentuk Lesung

Rekreasi

Desa Motoling II Kec. Motoling

Batu Yang Berbentuk Lesung

Rekreasi

8.

Batu Kumapey

Desa Motoling I Kec. Motoling

Batu Kecil Tapi Sangat Unik

Rekreasi

9.

Batu Tumotowa

Kel. Pondang

Kec. Amurang Timur

Batu Hidup

Rekreasi

Bentang alam wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, dari pesisir pantai sampai pada daerah berbukit/pegunungan mempunyai panorama yang indah dan mempesona serta mempunyai bentuk yang unik.  Selain itu, dengan adanya sungai yang besar, air terjun, danau dan terdapatnya benda-benda cagar budaya, dapat dijadikan obyek-obyek wisata, baik obyek wisata alam maupun obyek wisata budaya.   Begitu juga dengan adanya hamparan tanah yang subur untuk tanaman dapat menjadi salah satu obyek wisata buatan.

No

Nama Obyek Wisata

Lokasi

Daya Tarik

Kegiatan

1

2

3

4

5

1.

Taman Nasional Laut Bunaken Bagian Selatan

Pesisir Desa Arakan, Wawontulap, Popareng

Kec. Tatapaan

Keindahan Terumbu Karang, Pemandangan

Alam

Diving / Menyelam,

Rekreasi

2.

Daerah Perlindungan Laut Blongko

Peisir Desa Blongko

Kec. Sinonsayang

Keindahan Terumbu Karang, Pemandangan Alam

Diving / Menyelam

3.

Pantai Moinit

Desa Teep

Kec. Amurang Barat & Desa Tawaang

Kec. Tenga

Pemandangan Alam, Air Panas di Perairan Laut

Rekreasi,

Mandi

4.

Sungai Maruasey

Desa Tangkuney

Kec. Tumpaan

Arus Sungai

Arung

Jeram

5.

Batu Dinding

Desa Kilo Meter 3

Kec. Amurang

Batu  Curam dengan Ketinggian ± 70 m

Panjat

Tebing

6.

Bukit Doa Pinaling

Desa Pinaling

Kec. Amurang Timur

Pamandangan Alam & Sentuhan Religius

Wisata Rohani, Rekreasi

7.

Pantai Alar

Kel. Pondang

Kec. Amurang Timur

Pemandangan Alam

Rataan Terumbu

Rekreasi

8.

Pantai Popareng

Desa Popareng

Kec. Tatapaan

Pemandangan

Alam

Rekreasi

9.

Air Terjun

Popontolen

Desa Popontolen

Kec. Tumpaan

Air Terjun, Pemandangan Alam

Rekreasi,

Mandi

10.

Pantai Tandusang

Desa Lopana

Kec. Amurang Timur

Pemandangan Alam

Rekreasi

11.

Air Mujizat Lalumpe

Desa Lalumpe

Kec. Motoling

Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Wisata Rohani, Rekreasi

12.

Agro Modoinding & Bukit Doa Kuntung Ramoy

Kecamatan Modoinding

Hamparan Tanaman Hortikultura

Wisata Rohani, Rekreasi

13.

Air Terjun Lopana

Desa Lopana

Kec. Amurang Timur

Pemandangan Alam Air Terjun

Rekreasi

14.

Air Terjun / Tekaan Ever

Desa Tumpaan II Kec. Tumpaan

Air Terjun dan Pemandangan Alam

Rekreasi / Mandi

15.

Hutan Bakau

Desa Tawaang

Kec. Tenga

Hutan Bakau

Rekreasi

16.

Batu Kapal

Desa Sapa

Kec. Tenga

Batu Yang Menyerupai Kapal

Rekreasi

 

17.

Danau Mokobang

Desa Mokobang Kec. Modoinding

Danau

Rekreasi / Mandi

18.

Danau Iloloy

Desa Temboan Kec. Maesaan

Danau

Rekreasi / Mandi

19.

Air Terjun Temboan

Desa Temboan Kec. Maesaan

Air Terjun dan Pemandangan Alam

Rekreasi / Mandi

20.

Air Panas Niotakan

Desa Pinaesaan Kec. Tompasobaru

Air Panas

Rekreasi

21.

Sungai Ranoyapo

Desa Ranoyapo Kec. Ranoyapo

Arus Sungai

Arung Jeram / Rekreasi

22.

Air Terjun Toyopon

Desa Toyopon

Kec. Motoling Barat

Air Terjun

Rekreasi / Mandi

23.

Air Terjun Lalumpe

Desa Lalumpe

Kec. Motoling

Air Terjun

Rekreasi / Mandi

24.

Air Terjun Tondey

Desa Tondey

Kec. Motoling Barat

Air Terjun

Rekreasi / Mandi

25.

Mata Air dari Batu

Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai

Mata Air dari Batu

Rekreasi

26.

Air Terjun Kumelembuai

Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai

Air Terjun

Rekreasi / Mandi

27.

Benteng Portugis

Kel. Uwuran Satu Kec. Amurang

Benteng Peninggalan Portugis

Rekreasi

28.

Gereja Belanda

Desa Rumoong Atas Kec. Tareran

Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898

Rekreasi / Wisata Rohani

 (Rafans),-

Bagikan Artikel Ini
img-content
N Raymond Frs

Seorang Amtenar Pemerhati Pariwisata Daerah Sulawesi Utara

0 Pengikut

img-content

Kegiatan Usaha Hiburan dan Rekreasi Pariwisata

Selasa, 15 Oktober 2019 18:10 WIB
img-content

Akses Ke Wilayah Kepulauan Sulawesi Utara

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
Lihat semua