Sukanto Tanoto Dan Mimpi Besar RGE Untuk Indonesia - Analisa - www.indonesiana.id
x


Bergabung Sejak: 1 Januari 1970

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Sukanto Tanoto Dan Mimpi Besar RGE Untuk Indonesia

    Dibaca : 1.840 kali

    Berada di negara orang bukan berarti dia akan lupa dengan dimana dia dilahirkan. Begitu pula yang dilakukan oleh Sukanto Tanoto. Pengusaha pemilik RGE Group (Royal Golden Eagle) ini tetap memilih untuk tetap menjalankan bisnisnya yang juga lahir di negara kelahirannya sendiri, Indonesia. Dikutip dari viva.co.id (10/12) ia memiliki misi yang besar untuk mengentaskan visi dan misinya untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. Ia mengaku, untuk mengentaskan ini juga memiliki usaha yang besar dan biaya yang cukup besar pula.

    Diluar segala pandangan masyarakat tentang ambisinya yang besar ini, Sukanto Tanoto telah membuktikan kesuksesannya. Ia masuk dalam daftar 1226 pengusaha dunia yang layak menyandang predikat orang terkaya. Tidak itu saja, RGE Group yang dimilikinya benar- benar sukses luar dan dalam.

    RGE dengan empat group perusahaan yaitu Pengembangan sumber daya energi – Pacific Oil & Gas, bubur pulp dan serat viscose – Sateri Holdings Limited, Industri Pertanian – Asian Agri, dan Serat, Pupl Kertas yang masuk dalam bidang perusahaan APRIL (Asia Pacific Resources International Limited) berhasil mempekerjakan 50.000 orang, dan memiliki aset lebih dari 15 milliar dollar Amerika.

    RGE memiliki hubungan dengan perusahaan perusahaan group tersebut, sebagai jasa manajemen dengan memberikan masukan – masukan strategis dan jasa komperehensif untuk bidang alih daya proses bisnis (BPO) yang akan disalurkan ke kelompok perusahaan – perusahaan yang berada di bidang berbasiskan sumber daya alam. RGE juga berperan untuk memastikan bahwa kepentingan pemangku kepentingan terlindungi. Perusahaan yang besar ini diikuti dengan semangat filosofis pula yang dibangun oleh Sukanto Tanoto.  Melalui RGE, ia menyalurkan kepercayaannya, bahwa perusahaan yang berhasil hanyalah perusahaan yang bertanggung jawab. Prinsip ini disebut dengan triple bottom line, yaitu adanya tanggung jawab kepada masyarakat, planet, dan laba.

    Filosofi dan prinsip tersebut tentu saja bukan hal yang hanya menjadi hoax. Perusahaan Sukanto Tanoto tahun 2014 lalu menggagas crew leader, untuk mengajak masyarakat mau terlibat langsung untuk menangani kebakaran hutan. Caranya pun cukup sederhana, dengan mengajak masyarakat untuk segera mengamankan desanya dari kebakaran. Motivasi besar tentu saja akan muncul dari sebuah hadiah. Perusahaan Sukanto Tanoto ini pun memberikan insentif sebesar 100juta kepada desa yang mampu melakukannya selama setahun. Insentif ini berupa bantuan infrastruktur ataupun pembangunan sarana umum. Hal kecil tersebut adalah bukti dari penerapan filosofis dari prinsip yang dibangun oleh Sukanto Tanoto. Bahkan, kesuksesan program desa bebas api membuat pemerintah memberikan apresiasi ke perusahaan Sukanto Tanoto, dan sedang dikaji untuk diterapkan diwilayah lain.  


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.