TNI AL dan Jawa Barat Dalam Kerangka Poros Maritim Dunia

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tulisan ini memberikan gambaran mengenai tugas dan fungsi TNI AL didalam mendukung kebijakan poros maritim dunia khususnya di wilayah Jawa Barat

        Sejak awal menjabat sebagai Presiden RI,  Ir. Joko Widodo telah berkomitmen untuk tidak lagi memunggungi laut Indonesia, serta ingin mengembalikan kejayaan maritim Indonesia seperti pada masa lalu. Pemerintah telah berusaha meningkatkan pembangunan di sektor maritim, diantaranya dengan melaksanakan sistem logistik kelautan atau dengan nama lain pembangunan konsep tol laut.  Konsep ini bertumpu pada penggunaan kapal-kapal bertonase besar untuk melayani lalu lintas logistik dari Wilayah Barat ke Wilayah Timur Indonesia atau sebaliknya. Pemerintah juga akan mengembangkan sarana dan infrastruktur pelabuhan, serta mendorong keberadaan pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar, sehingga pelaksanaan distribusi logistik dan perekonomian nasional semakin efisien dan merata

           Keinginan kuat pemerintah untuk mengembalikan  kehidupan maritim Indonesia juga tercermin dari ditetapkannya agenda pembangunan bercorak maritim yang disebut sebagai Lima Pilar Utama guna mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD). Kelima pilar tersebut terdiri dari Budaya Maritim, Ekonomi Maritim, Konektivitas Maritim, Diplomasi Maritim dan Pertahanan Maritim.  

            Namun konsep ini  masih belum terdokumentasi dan memiliki rencana strategis jangka panjang yang mumpuni, sehingga Paradigma PMD masih perlu digali lebih dalam. Salah seorang dari peneliti pernah menyatakan dengan jelas tentang harapan dan optimisme terhadap gagasan tersebut yang harus segera ditindak lanjuti cita-cita atau visi, doktrin dan agenda pembangunan nasional.

Potensi Maritim Jawa Barat dalam Mendukung Suksesnya Poros Maritim Dunia

            Dari data dinas perikanan dan kelautan tahun 2000 sampai dengan 2014. Jawa Barat telah berhasil menghasilkan angka kenaikan yang sangat signifikan dengan hampir 220 ton ikan tangkap. Perikanan budidaya diperkirakan menyumbang 1,06 juta ton, sedangkan tangkapan berkontribusi 230.000 ton.

        Jumlah ini menurut Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia belum sepenuhnya di optimalkan. Bahkan di Kabupaten Tasikmalaya, saat ini hanya 13,7 persen potensi ikan yang di manfaatkan. Permasalahan klasik yang dihadapi nelayan antara lain adalah ketidakmampuan alat tangkap dikarekan masih tradisional dan untuk meningkatkan kemampuan menjadi nelayan modern memburtuhkan biaya operasional yang tidak murah bagi nelayan tradisional yang umumnya dari masyarakat golongan menengah kebawah. Data tersebut jelas menggambarkan  bahwa wilayah Jawa Barat yang memiliki sumber daya maritim yang sangat potensial untuk pembangunan Ekonomi Maritim.

            Namun masih disayangkan peran TNI AL di provinsi Jawa Barat belum dioptimalkan dengan baik oleh pihak pemerintah provinsi maupun daerah terutama dalam pembinaan desa pesisir melalui pengembangan potensi maritimnya.

TNI AL dalam Pembinaan Potensi Maritim di Jawa Barat

            Didalam peran universalnya menurut Ken Booth (1977) dalam bukunya “Navies and Foreign Policy”, menjelaskan peran strategis angkatan laut dunia  yang dikenal dengan trinitas angkatan laut dunia, bahwa secara universal Angkatan Laut memiliki tiga peran, yakni peran militer,peran diplomasi dan peran konstabulari. Peran ini sejalan dengan  Undang-Undang No. 34 tahun 2004 tentang tugas pokok TNI yang pada prinsipnya ada tiga, yaitu ; pertama, menegakkan kedaulatan negara; kedua, mempertahankan keutuhan wilayah dan ketiga, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan. Lebih jauh lagi peran tersebut diatas sejalan dan mendukung kelima pilar PMD.

            Oleh sebab itu TNI AL memandang bahwa Jawa Barat merupakan daerah yang sangat strategis dalam mewujudkan keinginan bapak Presiden RI untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan mengamankan jalur pelayaran di selat Sunda, ALKI I dan laut Jawa serta di berbagai pelabuhan.

            Aktualisasi kepedulian TNI AL terhadap potensi maritim didaerah salah satunya adalah pembinaan desa pesisir, program pembinaan yang dinamakan bedah desa pesisir merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Dinas Potensi Maritim. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kegiatan seperti penyuluhan hukum dan bahaya Narkoba, pendidikan, kesehatan, pemahaman peran dan tugas TNI AL, bela negara, mitigasi bencana dan kewirausahaan. Kegiatan ini telah dilaksanakan dibeberapa tempat oleh TNI AL.

            Namun, kemampuan TNI AL dalam pengembangan dan mendukung PMD khususnya di Jawa Barat ini memiliki keterbatasan, dikarenakan pertumbuhan ruang wilayah dan cepatnya perkembangan desa dan kabupaten di Jawa Barat. Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, TNI AL hanya memiliki dua Lanal saja yaitu Bandung dan Cirebon dengan luas wilayah sekitar 500 kilometer yang mencakup Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi hingga Pantai Pangandaran. Meliputi tiga Pos Angakatan Laut (POSAL) yaitu : Posal Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Posal Cikelet, Kabupaten Garut dan Posal Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

            Untuk Lanal Cirebon dengan luas wilayah kerja mencakup Blanakan di Kabupaten Subang hingga Laut Kabupaten Cirebon, dengan tiga Posal yaitu : Posal Blanakan, Kabupaten Subang Posal Eretan, Kabupaten Indramayu Posal Gebang, Kabupaten Cirebon. Posal tersebut belum mampu untuk mendukung operasional kapal – kapal perang yang bertonase besar. Sehingga dapat dikatakan bahwa Kapal Perang Republik Indonesia yang memiliki kemampuan strategis dan bertonase besar tidak akan mampu melakukan patroli di wilayah selatan Jawa Barat dalam jangka waktu yang lama dikarenakan tidak adanya pangkalan yang mampu untuk mendukung.

            Situasi ini disinyalir yang menyebabkan maraknya tindak kriminal dilaut untuk menyelundupkan orang (human smuggling) ke Australia. Ada indikasi bahwa kegiatan kriminal ini terjadi secara terstruktur dan diorganisir oleh – oleh orang – orang tertentu bahkan oleh oknum aparat.

            Oleh karena itu TNI AL secara aktif berusaha untuk mencegah tindak – tindak pelanggaran di laut dengan pembinaan didarat sekaligus berusaha untuk mensukseskan program pemerintah dalam percepatan pembangunan di daerah pesisir dengan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, pembinaan generasi muda dan peduli lingkungan.

            Bahwa secara umum, TNI AL dan Jawa Barat memiliki sinergitas dalam membangun Jawa Barat dalam kerangka Poros Maritim Dunia. Hanya saja sinergitas ini belum terpublikasikan dan dipahami dengan baik oleh pihak pemerintah provinsi maupun daerah. Diharapkan dimasa akan datang untuk mencapai cita – cita bangsa maritim yang besar baik pemerintah provinsi, daerah dan TNI AL dapat membangun serta mengembangkan desa pesisir sejalan dengan konsep NAWACITA Presiden RI yaitu membangun dari pinggir/pesisir.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua