Pentingkah Peran CSR bagi Perusahaan ? - Analisa - www.indonesiana.id
x

Lailatul Inayati

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Pentingkah Peran CSR bagi Perusahaan ?

    Dibaca : 47.067 kali

    Di dunia usaha ataupun organisasi bisnis pastinya kita tidak asing lagi mendengar istilah CSR atau Corporate Social Responsibility. CSR sangat penting kaitannya dengan perusahaan atau organisasi bisnis karena memang setiap perusahaan harus mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan ataupun masyarakat melalui berbagai kegiatan yang tujuannya untuk mengembangkan lingkungan serta memperbaiki kehidupan masyarakat hingga pada proses pembangunan ekonomi.

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai pentingnya CSR dalam suatu perusahaan, mari kita lihat pengertian CSR (Corporate Social Responsibility) atau biasa disebut Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Corporate Social Responsibility menurut The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) dan World Bank, yaitu komitmen bisnis untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerjasama dengan karyawan, keluarga karyawan dan masyarakat setempat (lokal) dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan. Pendapat lain menyebutkan pengertian CSR yaitu kepedulian masyarakat yang menyisihkan sebagian keuntungan (profit) bagi kepentingan pembangunan manusia dan lingkungan secara berkelanjutan berdasarkan prosedur yang tepat dan profesional.

    Jadi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu konsep atau komitmen perusahaan sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada lingkungan dan masyarakat dimana hal tersebut ditujukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan sebagai rasa keperdulian terhadap lingkungan dengan cara memberikan kontribusi bagi pembangunan yang berkelanjutan.

    Lalu Seberapa Penting peran CSR bagi suatu perusahaan ?

    CSR (Corporate Social Responsibility) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan mempunyai peran yang sangat penting baik itu bagi masyarakat maupun bagi perusahaan itu sendiri. Mengapa bisa dikatakan begitu ? Karena dengan adanya CSR, selain hal ini menguntungkan bagi masyarakat yaitu dengan adanya kegiatan yang mendorong pemberdayaan masyarakat, dengan adanya CSR ini juga akan membantu perusahaan dalam usaha memperlancar operasional perusahaan sehingga bebas dari gangguan.

    Keraf (1998) menyebutkan perlunya keterlibatan sosial perusahaan, yaitu: (1) kebutuhan dan harapan masyarakat semakin berubah, masyarakat semakin kritis dan peka terhadap produk yang akan dibelinya. Sehingga perushaan tidak bisa hanya memusatkan perhatiannya untuk mendapatkan keuntungan. (2) terbatasnya sumber daya alam, bisnis diharapkan untuk tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam yang terbatas, namun harus juga memelihara dan menggunakan sumber daya secara pihak. (3) lingkungan sosial yang lebih baik, lingkungan sosial akan mendukung keberhasilan bisnis untuk waktu yang panjang, semakin baik lingkungan sosial dengan sendirinya akan memperbaiki iklim bisnis yang ada. (4) perimbangan tanggung jawab dan kekuasaan, kekuasaan yang terlalu besar jika tidak diimbangi dan dikontrol dengan tanggung jawab sosial akan menyebabkan bisnis menjadi kekuatan yang merusak masyarakat. (5) keuntungan jangka panjang, dengan tanggung jawab dan keterlibatan sosial tercipta suatu citra positif di masyarakat, karena terciptanya iklim sosial politik yang kondusif bagi kelapangan bisnis perusahaan tersebut.

    Dari paparan yang dikemukakan keraf di atas, kita jadi tahu bahwa memang penting suatu perusahaan menerapkan CSR atau Tanggung Jawab Sosial dalam perusahaannya tersebut. Namun masih sangat disayangkan karena, pengetahuan masyarakat mengenai CSR ini masih belum meluas, dan juga perusahaan-perusahaan yang menerapkan CSR dalam perusahaannya juga masih sangat sedikit.

    Di atas telah dijelaskan peran penting dari penerapan CSR. Sekarang coba kita analisa lagi, apakah benar suatu perusahaan itu merasakan keuntungan apabila perusahaan tersebut menerapkan CSR ? Kita bisa ambil sebuah ilustrasi mengenai dua perusahaan, yang satu perusahaan yang menerapkan CSR dalam bisnisnya, dan yang satu adalah perusahaan yang tidak menerapkan CSR dalam organisasi bisnisnya. Kita ambil contoh yaitu perusahaan Danone (Air Mineral Aqua) dan PT. Freeport. Aqua melakukan program ini dengan motto “1 Liter air Aqua untuk 10 liter air bersih”. Aqua melakukan kegiatan CSR berupa WASH (water access, sanition, hygiene program). Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan lingkungan masyarakat pra-sejahtera dan berkontribusi secara aktif serta berkelanjutan untuk memberikan solusi dengan penyediaan air bersih di Indonesia.

    Program ini dilakukan AQUA untuk mengupayakan ketersediaan air bersih di daerah-daerah. Kita lihat saja, di Indonesia masih kerap kali masyarakat kekurangan akses air bersih. Bahkan  di daerah yang sumber airnya minim, masyarakat harus rela antri berjam-jam bahkan harus berjalan berkilo-kilo meter hanya untuk mendapatkan 1 jerigen air. Bukan cuma ketersediaan air yang minim di daerah, tetapi banyak juga masyarakat daerah yang tidak memperhatikan apakah air yang mereka konsumsi tersebut bersih atau tidak. Yang terpenting bagi merka bagaimana bisa mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, minum dan lain sebagainya.

    Melihat hal tersebut AQUA pada akhirnya berusaha membantu kehidupan masyarakat melalui program CSR yaitu 1 liter air AQUA untuk 10 liter air bersih. AQUA membantu kegiatan pengadaan air khususnya di daerah Timor Tengah Selatan, NTT. Sejalan dengan adanya program CSR yang dilakukan AQUA melalui program 1 Liter AQUA untuk 10 liter air bersih tersebut membuat AQUA mendapatkan penghargaan oleh Metro TV dalam kategori pelestarian lingkungan. Akibat program CSR yang diterapkannya tersebut, pada akhirnya AQUA berhasil mendapatkan citra baik di kalangan masyarakat apalagi jika dilihat memang AQUA masih menjadi produk nomor 1 pilihan masyarakat di Indonesia sehingga kepercayaan masyarakat kepada AQUA semakin besar. Selain itu, dengan adanya program ini, AQUA juga berhasil mendogkrak pendapatan bersih perusahaan dari bisnisnya.

    Perusahaan lain yang belum menerapkan CSR dalam bisnisnya yaitu PT. Freeport Indonesia. Selaku perusahaan pertambangan yang paling besar di Indonesia, PT Freeport masih belum menerapkan CSR dalam perusahaannya. Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya kemiskinan, pendidikan masyarakat sekitar masih kurang diperhatikan, lingkungan sekitar terkena imbas akibat pembuangan limbah yang sembarang, dan lain sebagainya. Padahal, jika dilihat-lihat, perusahaan sebesar Freeport pasti mempunyai keuntungan sangat besar sekali dari hasil sumber daya alam yang seharusnya dinikmati juga oleh masyarakat sekitar. Hal ini sangat jelas sekali dampaknya, jika saja PT. Freeport menerapkan CSR dalam perusahaannya mungkin saja kemiskinan akan sedikit dikurangi dan pendidikan akan lebih terjamin. Selain itu jika saja PT. Freeport perduli akan lingkungan sekitar, mungkin tidak akan ada pencemaran lingkungan dengan adanya pembuangan limbah.

    Dari kedua contoh di atas, jelas sekali perbedaan dampak yang ditimbukan dari perusahaan yang menerapkan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan dengan perusahaan yang tidak menerapkan CSR dalam perusahaannya. Disitu dapat kita lihat bahwa, dengan adanya penerapan CSR membawa dampak yang positif yaitu memberi keuntungan selain pada perusahaan juga pada masyarakat dan lingkungan. Dengan mengetahui dampak positif dan negatif diterapkannya CSR pada perusahaan membuat CSR atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan ini memang sangat penting kaitannya dalam keberlangsungan kehidupan masyarakat dan perusahaan. Dan seharusnya semua perusahaan apalagi perusahaan yang sudah besar, menerapkan CSR dalam dunia usahanya supaya keseimbangan antara lingkungan, masyarakat dan perusahaan tetap terjaga sehingga lebih memudahkan dalam proses pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

     

    REFERENSI

    Azheri, Busyra. 2012. Corporate Social Responsibility. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

    Suharto, Edi. 2010. CSR & Investasi Kreatif Perusahaan di Era Globalisasi. Bandung: Alfabeta.

    http://accounting.binus.ac.id/2017/06/14/mengapa-perusahaan-harus-melakukan-corporate-social-responsibility-csr/


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.