Sempat Tembak Petugas, Begal Dengan 112 LP Ini Akhirnya .. - Analisis - www.indonesiana.id
x

Jemmy Gumayel

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Sempat Tembak Petugas, Begal Dengan 112 LP Ini Akhirnya ..

    Polres Musi Rawas - Polda Sumsel

    Dibaca : 1.737 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Muratara, Sumsel – Akhirnya Polres Musi Rawas berhasil memburu Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) atau dikenal dengan Begal, dengan 112 Laporan Polisi di Kabupaten Muratara, Sumsel.

     

    Sepak terjang HE (33) akhirnya berakhir ditangan Aparat Kepolisian, Tim Buru Sergap (Buser) gabungan Polsek berhasil melumpuhkan Pelaku HE yang dikenal sebagai King Maker Pembegalan di wilayah Karang Anyar Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.

     

    Kapolres Musi Rawas AKBP Pambudi, SIK dalam keterangan Persnya menjelaskan bahwa Pelaku (HE) merupakan target operasi Kami, “Ia merupakan Pelaku Begal yang dikenal dan terbukti sadis, 112 Laporan Polisi sejak tahun 2013 ia kantongi, dan menjadi dasar kami menargetkan penangkapan Pelaku” ujar Kapolres.

     

    Pelaku HE juga pernah terlibat perampokan terhadap Anggota Polri pada bulan Agustus 2016, di Rumah Minang Danau Raya Di Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.

     

    Saat itu korban Bripka Renaldy Alamsyah (31) Anggota Polres Lubuklinggau kehilangan tas miliknya yang berisi uang dan senjata api dinas. “Namun untuk senjata api dalam 3 (tiga) hari sudah ditemukan warga dan dikembalikan melalui perangkat Desa” ujar Kapolres.

     

    Terkait penangkapan Pelaku, Kasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Utomo, SIK menjelaskan Pelaku diamankan pada (14/11) sekira jam 11.15 Wib. “Dalam penggerebekan Pelaku, di Desa Karang Anyar Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara. Salah satu Anggota Kami sempat tertembak oleh Pelaku” ujar Kasat.

    Saat itu Para Pelaku Curas pok (Kelompok) Karang Anyar sedang berkumpul, Ketika melihat unit Buser bergerak, Para Pelaku melarikan diri sambil melakukan perlawanan, Pelaku HE pada saat akan diborgol, mengeluarkan Senpi (senjata api) miliknya dan menembak ke arah Anggota, sehingga Pelaku langsung dilumpuhkan di TKP . “Untung saja Anggota menggunakan rompi anti peluru, sehingga tidak menyebabkan korban jiwa” tutur AKP Wahyu.

     

    Kemudian saat penangkapan, beberapa Pelaku lain berhasil kabur. Diketahui Pelaku yang melarikan diri yaitu YR yang tertembak namun berhasil terjun ke dalam sungai dan belum ditemukan. Sementara Pelaku MA, RA, CO juga berhasil melarikan diri ke sungai (saat ini DPO).

    Ditambahkan Kanit Pidum, Ipda Bertu “dalam drama penangkapan Pok Karang Anyar ini, Kami terdukung masyarakat setempat, Alhamdulilah warga langsung menghindar dari aksi tembak menembak antara pok Pelaku dan Petugas. Sehingga tidak ada korban dari warga sipil walaupun dilaksanakan pada siang hari” ujarnya.

     

    Setelah melumpuhkan Pelaku HE, Ianya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis, namun nyawanya tidak tertolong lagi.

     

    Dalam Press releasenya, Kapolres Musi Rawas menunjukan barang bukti yang berhubungan dengan aksi kejahatan pok Pelaku yaitu 1 (satu) pucuk senpira jenis revolver bergagang coklat, 1 (satu) buah selongsong peluru kaliber 9 mm, 2 (dua) buah amunisi aktif kaliber 9 mm dan rompi anti peluru dinas yang tertembak saat penangkapan Pelaku.

     

    Dari identifikasi Polres Musi Rawas pok Karang anyar ini terdiri dari, SP (MD pada tahun 2013), SA (MD pada tahun 2014), ST (MD pada tahun 2016), WA (MD pada tahun 2016), MA (MD pada tahun 2017), BA (MD pada tahun 2017), YU (tahun 2017) dilakukan tindakan tegas, HS (menjalani hukuman) dan SE proses sidik.

     

    7 (Tujuh) Pelaku lain dari pok Karang Anyar masih kami kejar, “Saya selaku Kapolres Musi Rawas menghimbau kepada Pelaku, ataupun keluarga Pelaku agar segera menyerahkan diri, bertobat, tidak mengulangi perbuatannya sebelum Kami lakukan tindakan tegas. Hal ini dilakukan untuk menjamin Keamanan di Kabupaten Muratara, bila sudah aman pembangunan dan kesejahteraan masyarakat akan berlangsung dengan baik” ujar Kapolres.

     

    “Kami berharap, pembegalan tidak ada lagi di Kabupaten Muratara. Kami berharap mendapat dukungan penuh dari semua Pihak dalam penanganan kejahatan dengan kekerasan ini, Negara tidak boleh kalah dengan Kejahatan. Kita Polisi ini merupakan refresentasi dari Negara, dalam penegakan hukum. Kami akan lakukan secara tegas namun tetap humanis” tutup AKBP Pambudi kepada media.

    Ikuti tulisan menarik Jemmy Gumayel lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.