x

Iklan

Khelagar Aekhela

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Dasar Teroris Melakukan Bom Bunuh Diri

Semua pelaku bom bunuh diri tersebut mau melakukan tindakan seperti itu hingga mengorbankan nyawanya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Pada hakekatnya seorang manusia akan menghargai dan mengutamakan keselamatan dirinya masing-masing. Akan tetapi banyak terdengar dan kita lihat bersama bahwa banyaknya terjadi tindakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dimana rela mengorbakan nyawanya untuk melakukan tindakan bom bunuh diri. Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi seluruh masyarakat hal apa yang membuat mereka, semua pelaku bom bunuh diri tersebut mau melakukan tindakan seperti itu hingga mengorbankan nyawanya. Anehnya lagi, yang melakukan bukanlah seorang anak-anak atau remaja yang masih berumur pendek, justru yang melakukan adalah seseorang yang sudah dewasa. Berikut akan kita kupas secara singkat hal yang paling mendasar yang membuat para teroris mau melakukan tindakan bom bunuh diri. (Versi Bapak Sarlito Wirawan Sarwono).

Secara umum tidak ada ekspresi verbal yang mengindikasikan motivasi apa pun untuk melakukan bunuh diri atau manjadi syuhada yang keluar dari para subjek atau pelaku. Bagaimana pun, sebagian dari mereka rela mati demi kejayaan syariah. Artinya, dalam situasi tertentu di mana kematian menjadi syarat untuk membela Islam, mereka tidak akan ragu untuk melakukannya. Situasi tersebut, di mana peran seseorang sebagai anggota kelompok lebih penting daripada kepentingan individualnya sampai sanggup mengumpulkan kepercayaan diri untuk melakukan bunuh diri karena kesetiaan kepada kelompoknya, dalam psikologi disebut contoh dari Teori Kepatuhan Miligram (Miligram,1974).

Melihat kasus bom bunuh diri (Bom Bali II), perubahan dari kepentingan individual pada pencapaian tujuan kelompok radikal dilakukan melalui proses  yang sistematik, dipandu oleh anggota senior suatu kelompok yang berada di bawah arahan pemimpin tertinggi, yang seringkai mengacu pada fatwa bin Laden. Pada poin tertentu, seseorang tidak lagi takut pada kematian karena ia yakin bahwa hidupnya saat ini bukanlah kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang abadi sebenarnya baru akan mulai di surge setelah kematiannya sebagai seorang syuhada. Ada pula kepercayaan bahwa kematian mereka akan berkontribusi pada tercapainya hokum syariah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kesetiaan terhadap suatu kelompok tersebut sudah menjadi ideologi bagi setiap atau teroris yang melakukan bom bunuh diri, sehingga tidak mempertimbangkan banyak hal tentang kepentingan pribadinya akan tetapi justru mengutamakan dan mengedepankan suatu hal yang diperjuangkanya yaitu ideologinya dan tujuan kelompoknya tercapai. Hal ini lah yang menjadi dasar yang paling utama yang dilakukan oleh para teroris untuk melakukan bom bunuh diri.

Ikuti tulisan menarik Khelagar Aekhela lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler