Investasi Terbaik untuk Profesional Muda pada 2018 - Analisa - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Investasi Terbaik untuk Profesional Muda pada 2018

    Dibaca : 3.018 kali

    Sejak pertama kali mendapatkan penghasilan, seseorang harus berpikir tentang kebutuhan masa depan. Tapi saya yakin tak semua dari kalian sudah melakukannya. Boro-boro investasi, banyak dari kalian paling-paling baru menabung dan mentok-mentoknya deposito.

    Nah, mumpung masih hangat-hangatnya dan memiliki semangat di tahun baru, tak ada salahnya bagi kamu yang masih muda melirik investasi. Tak ada kata terlambat kalau pada 2017 lalu kamu belum mulai untuk investasi.

    2018 adalah saat untuk memulai investasi karena yang namanya tabungan dan deposito itu merugikan. Dana yang kamu simpan di tabungan dan deposito akan terpotong biaya administrasi, pajak dan inflasi. Boro-boro nambah, yang ada uang yang kita miliki justru berkurang dan tergerus inflasi.

    Solusi untuk peningkatan nilai uang yang tak tergerus inflasi tentu saja investasi. Dari jenis-jenis investasi yang ada, mulai emas, properti, bisnis, reksadana, obligasi hingga saham, investasi yang paling cocok untuk profesional muda mengawali investasinya yaitu reksadana.

    Investasi reksadana tergolong cocok untuk profesional muda karena modalnya tidak besar tapi prospeknya cukup bagus untuk masa mendatang. Nilai dana yang diinvestasikan bisa mulai dari satuan kecil yang pastinya sangat terjangkau bagi para profesional muda. Dengan rata-rata modal Rp 100.000, kamu sudah bisa berinvestasi di reksadana dan mendapatkan imbal hasil (return) di atas inflasi. Dengan begitu, nilai uang pun tidak kalah dengan tingkat inflasi di masa depan. Uang pun masih tetap bernilai karena di atas inflasi.

    Nah, untuk memulai investasi reksadana, kamu bisa melakukannya dengan mudah. Kamu tak perlu repot-repot mendatangi manajer investasi karena semua tahapan mulai dari pendaftaran hingga transaksi reksadana bisa dilakukan secara online melalui agen penjual efek reksadana.

    Kini ada banyak agen penjual efek reksadana yang menawarkan kemudahan dalam investasi seperti IPOTFUND yang telah menjadi semacam supermarket reksadana. Ada 174 reksadana dari 32 manajer investasi yang kini dijajakan di platform modern ini. Jumlah ini yang terbanyak dan terlengkap dibandingkan platform milik sekuritas lainnya di Indonesia.

    Setelah tahu dan sadar mudahnya investasi reksadana, untuk apa lagi berlama-lama menunda untuk investasi. Mulai sekarang  juga investasi reksadanamu.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.093 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).