Menyingkap Muslihat Iklan Politik - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

firdaus cahyadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Menyingkap Muslihat Iklan Politik

    Dibaca : 2.048 kali

    Tak terasa kita sudah memasuki tahun politik. Di tahun politik seperti ini berbagai informasi bertebaran, baik yang mendukung atau menjatuhkan kelompok/pihak tertentu.

     

    Salah satu media yang digunakan untuk mendukung atau menjatuhkan secara politik itu adalah iklan. Di era pesatnya teknologi informasi dan komunikasi ini, iklan politik tidak hanya ditampilkan di media massa arus utama tapi juga di media sosial.

     

    Seringkali iklan politik berisi informasi yang menyesatkan bagi masyarakat sebagai pemilik sah dari kedaulatan rakyat. Jika kemudian iklan politik yang menyesatkan itu bisa mempengaruhi pilihan rakyat, tentu akan berakibat menurunkan kualitas demokrasi. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita bisa menyingkap muslihat sebuah iklan politik itu?

     

    SatuDunia, sebagai organisasi yang memiliki perhatian utama pada persoalan informasi, komunikasi, pengetahuan, dan teknologi, ingin mendorong penerapan masyarakat berdaya dan kritis terhadap iklan-iklan politik yang bertebaran di sekitar kita. Hal itu SatuDunia lakukan sebagai upaya kecil untuk ikut memperkuat posisi tawar rakyat di saat pesta demokrasi berlangsung.

    Waktu dan Tempat Pelatihan:

    Hari/Tanggal : Selasa-Rabu, 24-25 April 2018

    Jam : 10.00 -16.00 wib

    Tempat : Ruang Belajar Yayasan SatuDunia

    Jl. Tebet Timur Dalam 8V No 21, Jakarta Selatan (dekat stasiun Cawang).

    Narasumber

    Narasumber dalam pelatihan ini adalah DR. Ikbal Maulana, M.Sc (Peneliti di PAPPIPTEK – LIPI)

    Materi

    1. Mengenal Pemikiran Michel Foucault

    2. Mengenal Pemikiran Jacques Derrida

    3. Mengenal Analisis Wacana dalam sebuah iklan

    4. Praktik analisis wacana dalam iklan politik

    Peserta

    Pelatihan ini ditujukan untuk umum. Peserta dibatasi maksimal 15 orang.

    Biaya

    Setiap peserta yang mengikuti pelatihan ini dikenakan biaya Rp.1000.000 (satu juta   rupiah). Pembayaran biaya pelatihan dapat dilakukan melalui:

    Rekening Yayasan SatuDunia :No Rekening . 025 01 24508 006

    Nama : Yayasan SatuduniaBank CIMB Niaga cab Prof DR. Soepomo

    Konfirmasi

    Konfirmasi training ini bisa menghubungi Sdr. Misan melalui email kemisan@satudunia.net atau ponsel/WA 0899 680 7793 atau bisa juga klik di link

    https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdUVcyg-iFiDhGF7mtewZCMce0fGo1tphuWmwtjmhHfKdiz0Q/viewform?c=0&w=1


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.079 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).