Rindu Ramadan: Salam Indah - Analisa - www.indonesiana.id
x

Victor Rembeth

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Rindu Ramadan: Salam Indah

    Saya rindu akan hadirnya Ramadan yang membawa Al-Karim sebagai salah satu dari 99 Asmaul Husna yang bermakna maha dermawan dan maha pemberi ampunan.

    Dibaca : 3.459 kali

     
    Victor Rembeth
     
     
    Entah kenapa.... Aku rindu Ramadan.
     
    Ketika bulan itu menghampiri, terbayang lautan umat manusia yang mencari Tuhan dengan ketulusan.
    Bulan itu layak disebut "Karim" ketika mereka yang menjalani ritual ibadah Saum kemudian berikhtiar menjadi manusia yang lebih baik.
     
    Dalam upaya mengenal ulang lebih dekat Sang Al-Karim, bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk meluhurkan budi dan pekerti yang sempat digerus kealpaan dan kesengajaan melakukan salah dan dosa dalam hari hari lain sepanjang tahun.
     
    Saya rindu akan hadirnya Ramadan yang membawa Al-Karim sebagai salah satu dari 99 Asmaul Husna yang bermakna maha dermawan dan maha pemberi ampunan. Kata itulah yang terlantun dengan indah diucapkan dalam doa di saat menjelang adzan magrib dan setelah salat tarawih. Keindahan Ramadan hadir dalam manusia manusia yang memaknai karim dalam hubungannya dengan Sang Pencipta dan sesama.
     
    Saya rindu, karena bulan Ramadan, bulan penuh rahmat dan ampunan. Di kurun waktu itulah pemaknaan karim menjadikan bulan ini menjadi istimewa dan menyimpan banyak anugerah Allah bagi saudaraku yang khusyuk menjalankannya. Ada indahnya harapan terbuka luasnya pintu taubat dan ampunan serta dilipatgandakannya pahala-pahala kebaikan, di samping rahasia agung yang tersimpan dalam Lailatul Qadar-Nya.
     
    Saya rindu Ramadan ketika dampak nyata hadir dalam kebaikan kebersamaan. Silaturahmi tulus bukan saja dalam ukhuwah sesama pengikut Nabi Muhammad SAW, tetapi melebar merengkuh dan memeluk sesama umat manusia dalam manisnya pemaknaan ukhuwah insaniyah. Saya tetiba menikmati menjadi "Muslim Anonim" karena damai, karena kebersamaan dan karena kecintaan terhadap kemanusiaan.
     
    Oh Tuhan, saya rindu Ramadan....  Saya rindu hadiratMu hadir dalam hati setiap insan yang memenuhi rumah ibadat, memperbanyak ibadat dan menggandakan amalan kebaikan. Saya rindu manusia manusia baik menjadi pembawa terang, damai dan persaudaraan kemanusiaan.
     
    Ketika kembali memasuki bulan mubarak ini, hati saya rindu kamu, kalian dan semua saudaraku umat Islam yang terlalu sering menjadi bagian dari ke-kita-an saya dan kami. Fitnah berupa niatan buruk dalam bentuk ancaman, kekerasan, pembedaan dan kedengkian tidak akan bisa memisahkan kita. Dalam bulan Ramadan inilah kontrak spiritual dan sosial diperbaharui memastikan ulang keindahan Islam sebagai Rahmatan lil Alamin.
     
    Dalam rindu Ramadan inilah ijinkan saya ucapkan dengan tulus mengutip apa yang dikatakan kanjeng Nabi yang dimuliakan, "Atakum Ramadhan, syahrul mubarak."  Selamat menjalani bulan Ramadan 2018 untuk Indonesia yang damai dan berkemanusiaan. 
     
    Maaf lahir dan batin serta salam cinta untuk semua saudaraku Muslimin dan Muslimat.
     
    Pdt Victor Rembeth
    Saudara, teman dan sesama musafir kehidupan.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.