Alasan Fundamental Melemahnya Rupiah Saat Ini - Analisa - www.indonesiana.id
x

Azlan Shah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Alasan Fundamental Melemahnya Rupiah Saat Ini

    Dibaca : 1.634 kali

    Dilansir Bloomberg Dollar Index, rupiah berada di kisaran Rp. 14.185 per 1 dolar AS hari ini (22/05/18), merupakan posisi kisaran yang terlemah sejak pertengahan Desember 2015.  Jika diteliti, fundamental ekonomi domestik cukup kuat, walaupun ada sedikit keprihatinan pada defisit akun saat ini. Faktor eksternal malah memiliki peran yang jauh lebih berperan pada penurunan nilai tukar rupiah.

    Dengan memperhatikan bahwa bukan hanya rupiah yang mengalami penurunan namun disertai sebagian besar mata uang lainnya, kita dapat berasumsi bahwa faktor eksternal-lah yang menjadi alasan dibalik melemahnya mata uang Indonesia.

    Kebijakan The Fed

    Dolar AS mengalami penguatan signifikan mulai April dikarenakan kebijakan yield US treasury dari the Fed. Kebijakan ini didasarkan dari tekanan terhadap tingginya tingkat inflasi di AS setelah pasar melihat peningkatan di harga minyak dan bahan baku logam sejak akhir Maret lalu.

    Baca juga: Bagaimana Pengaruh Harga Minyak Terhadap Dolar Amerika

    Kecemasan pasar ini  dikarenakan inflasi akan berpengaruh pada potensi naiknya penerbitan surat utang AS, dan tanda-tanda menguat kembali ketergantungan AS kepada Cina.

    Peningkatan inflasi AS ini akhirnya mendorong The Fed (Bank Sentral AS) untuk mempercepat peningkatan suku bunga pada 2018, bahkan melebihi ekspektasi awal pasar sebelumnya. Hal ini berlanjut kepada investor yang menanamkan modal mereka untuk menarik kembali aset mereka yang ditanamkan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

    Baca juga: Derasnya Goncangan IHSG Terkait Profit Taking Investor Asing

    Bahkan dalam pertemuan The Fed pada 2 Mei kemarin (hasil rapat dapat diunduh disini), mereka menyatakan akan tetap mempertahankan nilai suku bunga acuan AS, yang berdampak pada kecilnya potensi menguatnya nilai tukar rupiah kembali ke Rp. 14.000, kendati, BI telah menaikkan nilai suku bunga acuan Indonesia ke 4,50% pada 17 Mei lalu.

    Faktor lainnya yang memberi tekanan ke nilai tukar rupiah adalah karena sedang berlangsungnya musim pembayaran dividen dan hutang luar negeri yang dilakukan perusahaan lokal pada bulan ini saya kutip dari analisa FXScouts. Peristiwa ini mengingkatkan permintaan dolar AS di pasar, yang menjadikan rupiah semakin melemah.

    Perang dagang AS

    Tingkat dolar AS hari ini menandakan nilai tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Sementara itu, komentar terakhir dari Presiden AS Donald Trump terhadap negosiasi dagang dengan Cina, diselimuti beberapa kekhawatiran. Trump mengatakah bahwa ia ragu pada negosiasi yang sedang berlangsung di Washington akan berhasil dengan sukses, karena Cina dan EU menurutnya sudah menjadi sangat manja karena selalu mendapatkan 100% atas apa yang mereka inginkan dari AS.

    Pernyataan ini membuat kekhawatiran munculnya perang dagang global. Namun di sisi lain, EU berjanji untuk siap kapan saja jika perlu bernegosiasi untuk membuka pasar mereka dengan lebih luas kepada barang impor AS, termasuk pengiriman mobil, dengan maksud untuk menghindari potensi perang dagang.

    Apalagi, pemberitaan tentang serangan teroris di dalam negeri semakin memperburuk kondisi keamanan dan berdampak langsung pada keinginan investor untuk menahan menanaman modal asing balik ke Indonesia.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.





    Oleh: Saufi Ginting

    2 hari lalu

    LINGLUNG

    Dibaca : 126 kali


    Oleh: medy afrika

    3 hari lalu

    Perbedaan Aset Desa dengan Inventaris Desa

    Dibaca : 145 kali

    DESA, NEWS - Secara umum, aset Desa diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (“UU Desa”) dan lebih rinci diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa (“Permendagri 1/2016”). Aset Desa  : adalah barang milik Desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sementara itu, istilah inventaris desa tidak ditemukan dalam UU Desa maupun Permendagri 1/2016.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (“KBBI”) yang terakses dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, inventaris adalah daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) yang dipakai dalam melaksanakan tugas.                                                                                      Merujuk pada definisi inventaris desa di atas, maka dapat kami simpulkan bahwa inventaris desa adalah daftar barang milik desa. Meski demikian, istilah inventarisasi dapat kita temukan dalam Permendagri 1/2016. Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan aset Desa. Merujuk pada definisi inventarisasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa inventaris desa adalah hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Yang Termasuk Aset Desa : Aset Desa dapat berupa tanah kas desa, tanah ulayat, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan, pelelangan hasil pertanian, hutan milik desa, mata air milik desa, pemandian umum, dan aset lainnya milik desa.   Aset lainnya milik desa antara lain: a.  kekayaan desa yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (“APBDesa”); b.    kekayaan desa yang diperoleh dari hibah dan sumbangan atau yang sejenis; c.    kekayaan desa yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak dan lain-lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; d.    hasil kerja sama desa; dan e.    kekayaan desa yang berasal dari perolehan lainnya yang sah. Inventarisasi Aset Desa : sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa berwenang dan bertanggungjawab: a.    meneliti rencana kebutuhan aset desa; b.    meneliti rencana kebutuhan pemeliharan aset desa ; c.    mengatur penggunaan, pemanfaatan, penghapusan dan pemindahtanganan aset desa yang telah di setujui oleh Kepala Desa; d.    melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi aset desa;dan e.     melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan aset desa.   Petugas/pengurus aset desa bertugas dan bertanggungjawab: a.    mengajukan rencana kebutuhan aset desa; b.    mengajukan permohonan penetapan penggunaan aset desa yang diperoleh dari beban APBDesa dan perolehan lainnya yang sah kepada Kepala Desa; c.    melakukan inventarisasi aset desa; d.    mengamankan dan memelihara aset desa yang dikelolanya; dan e.    menyusun dan menyampaikan laporan aset desa.   -Aset desa yang sudah ditetapkan penggunaannya harus diinventarisir dalam buku inventaris aset desa dan diberi kodefikasi. Kodefikasi yang dimaksud diatur dalam pedoman umum mengenai kodefikasi aset desa. -Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersama Pemerintah Desa melakukan inventarisasi dan penilaian aset Desa sesuai peraturan perundang-undangan. Bisa didefenisikan, aset desa dan inventaris desa merupakan dua hal yang berhubungan. Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau perolehan hak lainnya yang sah. Sedangkan inventaris desa adalah daftar barang milik desa, yakni hasil aset desa yang didata, dicatat, dan dilaporkan. Kegiatan inventarisasi aset desa merupakan tugas dan tanggung jawab petugas/pengurus aset desa yang berkoordinasi dengan sekretaris desa. Dasar Hukum: 1.    UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa 2.    Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.