Menyiapkan Generasi Tanpa Korupsi - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Eva fahmadia wahidah rahma

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Pilihan
  • Menyiapkan Generasi Tanpa Korupsi

    Dibaca : 386 kali

    Korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan. Tindakan korupsi ini terjadi karena beberapa faktor faktor yang terjadi di dalam kalangan masyarakat.

    2.Faktor penyebab korupsi

    Faktor penyebab korupsi itu ada 2 yaitu:

    A. faktor internal

    B. faktor eksternal

    A. faktor internal

    Faktor internal merupakan sebuah sifat yang berasal dari diri kita sendiri. Yang saya bahas kali ini adalahkorupsi dalam bentuk lingkungan keluarga.

    Korupsi dalam hal keluarga adalah mungkin hal yang perlu diberantas Karen mendidik anak agra menjadi generasi yang ber INTELEKTUAL TINGGI BERDISIPLIN WAKTU dan BERTANGGUNG JAWAB atas apa yang harus dilakukannya agar anak tersebut tidak menjadi generasi yang tidak pandai harus menjadi generasi yang bisa mengubah gebrakan di dunia. Mendidik anak adalah tugas wajib bagi seorang kedua orangtua. Maka dari itu kita sebagai anak adalah mematuhi menghormati orangtua kita. Dalam mendidik anak ada 3 hal yang harus dibekali kepada anak yaitu:

    • Dibekali soal keagaman adalah dari kita kecil orangtua wajib mendidik kita belajar keagaman agar menjadi kita mengerti tentang agama mengenalkan sejak dini agar mereka mengerti. Contohnya : mengajari sholat kita mulai dari gerakan dahulu baru setelah itu bacaannya kemudian memgajarkan secara runtut gerakan dan bacaan dan mengenalkan ada 5 waktu yang harus dikerjakan untuk menunaikan sholat. Dan contohnya lagi adalah mengajarkan mengaji biasanya anak kecil kalau disuruh mengaji males ataupun pengennya bermain tapi sebagai orangtua harus tegas agar si anak tetap mau mengaji
    • Dibekali mental yang kuat dan iming-iming yang bukan haknya dari dalam diri anak tersebut wajib dibekali mental agar kelak jika dia sudah ada dimasyarakat akan bertemu orang orang yang berbeda sifar dengan segala macam. Membekalinya dengan memondokkan anak kedlam pondok pesantren adalah satu cara ampuh agar si anak mempunyai mental baja karena harus jauh dengan orangtua dan harus dihadapkan dengan berbagai macam masalah pelik didalam pesantren dan harus menyelesaikan sendiri tanpa orangtua. a
    • Membudayakan kerja sebagai bentuk tanggung jawab terhadap tugas-tuganya setiap anak selalu mempunyai peraturan didalam rumahnya agar dia tidak mekalukan hal-hal yang tidak baik dan sebegai orangtua harus mencontohkan yang baik kepada anak-anaknya kita. Contohnya : sebagai anak disekolahkan dan disekolah diberi tugas oleh guru maka anak tersebut harus mempertanggungjawabkan tugas yang diberikan oleh guru anak tersebut harus mengerjakan tugas tersebut jika anak tersebut tidak mau mengerjakan tugas tersebut maka sebegai orangtua yang ingin mendidik anaknya menjadi anak yang disiplin maka, anak tersebut memberi hukuman agar si anak tersebut mau mengerjakan tugas tersebut. Kadang ada juga orangtua yang memberi uang perbulan tapi anaknya boros jadi masih belum akhir bulan uang anak tersebut sudah habis maka sebelum memberi uang tersebut kepada anak tersebut orangtua memberi tau kepada anak bahwa jika uang tersebut habis duluan sebelum waktunya maka orngtua tidak ada tambahan itu adalah salah satu cara mendidik anak untuk bertanggung jawab kepda tanggung jawab yang diberika kepada anak tersebut menjadikan anak tersebut menjadi anak mandiri, jujur, dan hemat.

    Pemuda melawan korupsi bukanlah perkara mudah karena korupsi sudah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat. Pemuda harus mampu melawan orang tuanya yang korupsi, saudaranya yang korupsi, paling tidak teman atau tetangganya yang korupsi.  Pemuda harus mampu melawan dirinya untuk tidak ikut serta menikmati harta hasil korupsi. Ketika berkendara dan ditilang ia harus mampu untuk tidak menyuap polentas, tidak menyogok aparatur negara dalam mempercepat urusan pelayanan, melaporkan gurunya ataupun dosennya yang korup, dan lain sebagainya. Namun jika hal tersebut dapat dilakukan oleh para pemuda maka kekuatan pemuda akan menjadi penghalang utama bagi koruptor-koruptor yang merugikan keuangan negara dan memiskinkan warga negara Indonesia.

    Di sekolah, pelajar jangan ragu untuk membuat kelompok studi dan gerakan anti korupsi menjadi kegiatan ekstrakulikuler. Tindakan konkritnya dimulai dengan mengawasi penggunaan anggaran sekolah. Organisasi mahasiswa dan kepemudaan pun harus mampu secara konkrit mengambil bagian. Hal tersebut dapat dimulai dengan menambah Bidang Anti Korupsi di struktur organisasinya dan kemudian terjun dalam gerakan anti korupsi. Organisasi pemuda tingkatan daerah haruslah menjadi pengawas kinerja aparatur di daerah, sedangkan organisasi pemuda di tingkatan nasional haruslah menjadi pengawas kinerja aparatur di tingkatan nasional. Lalu bagaimana dengan pemuda yang tidak berorganisasi? Meskipun hanya sebagai individu, tidak menutup kemungkinan seseorang berperan serta dalam pemberantasan korupsi. Peran tersebut dapat dimulai dari sikap zero tolerance terhadap tindakan korupsi, melakukan pengawasan, bahkan sampai pelaporan kasus korupsi dapat dilakukan oleh setiap orang/individu, tidak hanya organisasi.

    Jika telah terdapat komitmen untuk berperan dalam pemberantasan korupsi, maka berjejaringlah dengan sesama pemuda yang juga berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. Hal tersebut dikarenakan pemberantasan korupsi tidak akan berhasil karena individu, kelompok ataupun satu organisasi melainkan oleh gerakan anti korupsi yang massive, terorganisir dan terkonsolidasi.

    Akhir kata saya ingin mengucapkan KESEJAHTERAAN INDONESIA BERADA DI TANGAN PEMUDANYA YANG ANTI KORUPSI.

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.