Jadikan Beban sebagai Kawan U-19, Singkirkan Chinese Taipei - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 18 Oktober 2018 10:10 WIB

Jadikan Beban sebagai Kawan U-19, Singkirkan Chinese Taipei

Dibaca : 384 kali

Menuju tangga juara Piala AFC U-19 2018, Garuda Muda, Timnas U-19 mulai malam ini pukul 19.00, Kamis (18/8/2018) akan menghadapi Chinese Taipei di matchday pertama Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno. 

Setumpuk harapan dan keyakinan seluruh publik sepakbola nasional, atas performa Timnas U-19, semoga bukan hanya mimpi di siang bolong, namun dapat di aplikasikan oleh para penggawa muda di lapangan hingga terealisasi menggenggam tiket lolos Piala Dunia di akhir turnamen. 

Garansi yang dapat dipegang mengapa Timnas U-19 memiliki harapan finis di empat besar Piala Asia kali ini,

Pertama, performa Garuda Muda pada dua laga uji coba terkhir, saat dibungkam Saudi Arabia  1-2 dan saat menekuk Yordania 3-2. Dua laga tersebut dapat dijadikan tolok ukur kesiapan para penggawa asuhan Indra Syafri ini dalam rangka menggenggam mimpi lolos ke Piala Dunia U-20. 

Kendati hasil skor akhir tertinggal 1-2 dari Saudi Arabia yang dalam putaran final tergabung di Grup D bersama Tajikistan, Tiongkok, dan Malaysia, sejatinya dari catatan statistik jalannya pertandingan, Timnas U-19 yang saat itu tidak diperkuat Egy, berhasil mengungguli hampir semua hal dari Saudi Arabia.

Kedua, pada laga uji coba meladeni Yordania yang berada di Grup C bersamaVietnam,Korea Selatan , dan Australia, penggawa Garuda berhasil membungkam lawan dengan skor 3-2. Masuknya Egy di babak kedua, semakin mempertegas bahwa pasukan Garuda Muda memiliki kelayakan menembus semi final.

Oleh karenanya, bila PSSI membebankan target untuk Timnas U-19 dapat menggenggam tiket Piala Asia U-19 2018 adalah hal yang masuk akal.Sebab, tiket ke semifinal adalah jalan mulus bagi Timnas U-19 Indonesia menuju Piala Dunia U-20 2019.

Ketiga, selain berdasarkan fakta dan data performa tim, Timnas U-19 Indonesia juga akan berlaga di depan publik sepakbola nasional, karena PSSI bertindak sebagai tuan rumah di Piala Asia U-19 2018.

Untuk itu, Timnas U-19 Indonesia harus fokus agar bisa lolos dari fase Grup A Piala Asia U-19 2018 yang pada fase penyisihan, harus melewati hadangan Timnas U-19 Taiwan, Timnas U-19 Uni Emirat Arab, dan Timnas U-19 Qatar.

Terlebih, seluruh pertandingan Timnas U-19 Indonesia pada penyisihan grup digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Stadion termegah kebanggaan rakyat Indonesia, sekaligus masyarakat Asia bahkan dunia.

Seluruh publik sepakbola nasional sangat berharap, agar target yang dibebankan oleh PSSI kepada Indra Syafri dan tim, dapat diwujudkan hingga Timnas U-19 dapat berlaga di Piala Dunia U-20. Kesempatan berlaku sebagai tuan rumah dan siapnya performa seluruh pemain dalam tim, apalagi hampir seluruh pemain utama Timnas U-19 adalah para penggawa yang juga turut mengenyam kompetisi Liga 1, maka semua pemain wajib berjuang secara maksimal.

Begitupun, dari 23 pemain terbaik yang sudah dipilih masuk dalam skuat Merah Putih dan sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan terakhir, wajib berjibaku dan bertanggungjawab merealisasikan target yang dibebankan. Maka, jadikanlah target yang dibebankan adalah motivasi, bukan beban yang harus ditanggung.

Belajar dari pengalaman

Jadikan pengalaman Timnas U-19 yang terhenti di babak delapan besar Piala Asia U-16 dan gagal lolos ke Piala Dunia U-17, sebagai modal berharga, agar Timnas U-19 dapat terus melaju hingga fase semi final, alias masuk empat besar alias lolos ke Piala Dunia.

Lupakan pengalaman buruk tahun 2014, tatkala pasukan yang dipimpin Indra Sjafri pula dalam Piala Asia U-19, penggawa Garuda terpuruk di fase grup setelah dikalahkan beruntun oleh Uzbekistan, Australia, dan Uni Emirat Arab. Dari tiga pertandingan penyisihan Grup B Piala Asia U-19 pada 2014, Evan Dimas dan kawan-kawan gagal mencetak sebiji poin.

Bila berkaca kepada Timnas U-16 asuhan Fakhri Husaini, yang selalu menurunkan skuat utama dalam setiap laga, dan merotasi pemain benar-benar karena sesuai kebutuhan tim, strategi, dan kesiapan pemain, maka Indra yang terlihat gemar merotasi pemain saat laga uji coba, mulai laga nanti malam, Indra wajib berpuasa atas nama rotasi pemain.

23 pemain yang kini berada dalam skuat Timnas U-19 adalah penggawa terbaik yang dipilih Indra karena memiliki standar layak berjersey Timnas, namun dari 23 pemain yang ada, tentu saja ada 11 pemain terbaik yang layak selalu dikedepankan. Indra tidak boleh bimbang dan ragu lagu menentukan 11 pemain utama dan 3 pemain pengganti dalam setiap laga di fase grup. Tidak perlu rotasi atau mengganti pemain, bila pemain utama selalu dapat menunjukkan performa terbaik dan bertanggungjawab pada diri sendiri, tim, dan target yang dibebankan. Tidak egois dan individalistis.

Dalam laga, segara tarik pemain yang tidak berkontrubusi, tidak menunjang tim, dan tidak berpikir untuk kemenangan tim. Pastikan 11 pemain adalah individu yang cerdas intelgensi dan personaliti, pun tidak Egy sentris, mengingat kebintangan Egy yang bukan lagi menjadi perhatian tim sepakbola Asia, tetapi dunia.

Ayo Indra, belajar dari kegagalan Piala Asia U-19 2014, belajar dari adik Timnas U-16 yang selalu menurunkan pemain terbaik di setiap laga, bukan rotasi karena berpikir 23 pemain semua memiliki talenta yang sama dan seimbang. Buang paradigma startegi Anda saat laga-laga uji coba. Mulai malam nanti, sudah even resmi yang ada beban tergetnya, pretasi langkah awalnya lolos fase grup dulu.

Bagi penggawa Garuda, Egy dan kawan-kawan, tetap rendah hati, terus tunjukkan performa terbaik hingga tiket lolos Piala Dunia tergenggam. Pikirkan kepentingan dan target tim, untuk prestasi sepakbola Indonesia di kancah Asia dan Dunia. Amin.

Jangan karena target beban wajib lolos semi final demi target Piala Dunia, menjadi bumerang.

 

  • didi kempot

Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.