Negatif Campaign di Kampus, Siapa Yang Tidak Taat Aturan? - Analisa - www.indonesiana.id
x

yoyo tuna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Negatif Campaign di Kampus, Siapa Yang Tidak Taat Aturan?

    Dibaca : 571 kali

    Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi sorotan masyarakat Indonesia atas pencekalan Seminar Kebangsaan Kepemimpinan era Milenial di Fakultas Peternakan UGM, beberapa waktu lalu oleh pihak kampus terkait. Mengingat, peristiwa ini bertepatan dengan tahun Politik jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 mendatang.

    Melihat insiden ini, banyak beranggapan kejadian ini  merupakan cerminan politis negative Campaign dari tim kemenangan Joko Widodo dan Maaruf Amin sebagai petahana calon Presiden 2019-2024. Menurut Peraturan Per Undang-Undangan Pemilihan Umum Nomor 7 tahun 2017 jelas melarang untuk mengadakan kampanye di dalam Kampus. Sehingga sangat tidak mungkin, tim kemenangan kampanye Prabowo-Sandi melakukan hal bodoh yang jelas bertentangan dengan peraturan Perundang-Undangan.

    Kejadian seperti ini tentu sangat disayangkan, sekaliber kampus tertua dan terbesar di Indonesia memberikan contoh yang tidak baik kepada kampus-kampus lainya sebagai tempat mendidik para generasi terpelajar yang menuntut ilmu. Diantara mereka adalah peserta program Bidik Misi untuk menjalankan fungsi Tri Dharma Perguruan tinggi yang memiliki fungsi sebagai:

    1. Pendidikan dan pengajaran

    2. Penelitian dan Pengembangan

    3. Pengabdian Masyarakat

    Oleh sebab itu, tidak ada aturan yang melarang jika yang datang sebagai pembicara di kegiatan Seminar Kebangsaan merupakan tim Kampanye Nasional dari salah satu pihak calon Presiden, jika tujuannya menjalankan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan berkampanye memenangkan salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

    Dengan insiden tersebut, seharusnya menjadi pembelajaran bagi perguruan tinggi lainya untuk tidak cepat mengambil kesimpulan mentah dan dengan argumentasi logis dan tidak melabrak UU Pemilu. Akibat dari kejadian ini menumpulkan kreatifitas mahasiswa dan belajar kepada mereka yang telah menjadi pelaku yang berkontribusi untuk negara dan bangsa.

    Sebagai seorang cendekiawan, Sudirman Said dan Ferry Mursidan Baldan sudah berkewajiban menyumbangkan pemikiran yang terkait dengan poin-poin Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang masing-masing. Dimana, selaku mantan menteri Agraria dan Tata Ruang, Fery berkewajiban menyampaikan aturan-aturan mengenai tata kelola Kebijakan Agraria dan Tata Ruang kepada Mahasiswa.

    Begitu juga dengan bidang yang dikuasai oleh Sudirman Said mantan menteri ESDM untuk berbagi tentang pengelolaan bidang energi sumber daya mineral. Dan mereka adalah orang yang mempunyai kapasitas memimpin sebuah intitusi, dan sampai pada tingkat Menteri Kabinet Indonesia kerja.

    Hal ini bagian dari pembentukan karakter mahasiswa bagian dari generasi terpelajar. Dan Mahasiswa bagian dari regenerasi kepemimpinan Indonesia menaklukkan turbulensi era Milenial.

    Sediakalanya, Seminar yang menghadirkan tokoh nasional sekaligus tim kemenangan calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, Sudirman Said dan Feri Mursidan Baldan dibatalkan oleh Dekan Fakultas Peternakan UGM, sekaligus penanggung jawab gedung Auditorium Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus beralasan izin menggunakan Gedung tidak ada.

    Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh K.H Ma’ruf Amin yang melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren di berbagai tempat. Hal ini bukan menjadi bagian dari negatif campaig. Malah didukung oleh pernyataan Tjahtjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negri. Sekaligus Kemenangan Kampanye. Berasal dari partai PDI P.

    Dalam hal ini titik persoalan dan kesalahan siapa yang salah mengeluarkan pernyataan? Maka ada misprofesionalisme Tjahtjo Kumolo dan apa yang dilakukan oleh Tim Sukses Paslon Jokowi Ma’ruf.

    Jadi ragu untuk memilih PDIP menjadi Partai Berkuasa 5 tahun kedepan.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.