Pelecehan Seksual Di Angkutan Umum, Resahkan Kaum Wanita ! - Analisa - www.indonesiana.id
x

Nanda Safira Krisdian

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Pelecehan Seksual Di Angkutan Umum, Resahkan Kaum Wanita !

    Dibaca : 1.120 kali

    Semakin berkembangnya jaman semakin berkembang pula segala aspek kehidupan manusia. Saat ini juga manusia dimudahkan dengan berbagai teknologi yang diciptakan. Mulai dari hal yang terkecil sampai masalah terbesarpun sudah bisa diselesaikan dengan berbagai cara. Misalnya saja, dahulu jika seseorang ingin berpergian dari satu kota ke kota lain harus pergi ke terminal, stasiun, atau bandara hanya untuk membeli tiket tetapi pada saat ini jika tidak mau pergi ke tempat angkutan umum dan tempat yang dituju dekat bisa saja naik travel atau semacamnya kalaupun ingin naik bis, kereta api atau pesawat kita dengan mudah mendapatkan tiket perjalanan dengan hanya mengakses internet lalu memesan tiket dan selesai tiket dengan mudah didapatkan. Dengan segala kemudahan yang diberikan oleh jaman kini ia juga membawa petaka dibelakangnya menyelinap masuk tanpa disadari oleh beberapa orang.

    Tak asing lagi kita mendengar mengenai pelecehan seksual di angkutan umum. Dari angkot, bis hingga di kereta hal itu tak asing lagi terdengar. Kebanyakkan orang peduli akan kekerasan rumah tangga yang terjadi disekitarnya namun kurang peka dalam hal pelecehan yang terjadi di angkutan umum yang korbannya kebanyakkan dari kaum wanita bahkan lebih parahnya saat terjadinya pelecehan itu orang disekitar yang menyaksikkannya enggan peduli bahwa telah terjadi kejahatan.

    Modus-modus yang digunakan pun beragam. Pertama, pelaku biasanya memanfaatkan waktu yang ada, bisa waktu berangkat kerja atau pulang kerja karena pada saat itu angkutan umum sangat padat. Mereka menggunakan waktu tersebut karena dirasa sang korban tidak akan terasa saat dilecehkan mengingat penumpang yang saling berdesakkan. Kedua, pelaku pura-pura tidur bersandar dibahu korban dan secara perlahan kepalanya akan terus menggantung dan dengan sengaja akan mengenai PD korban. Ketiga, pelaku benar-benar memanfaatkan momen dan waktu yang tepat yaitu pada saat pengereman mendadak dengan sengaja pelaku akan menyentuh tubuh korban tanpa disadari sang korban. Banyak sekali modus-modus yang digunakan dari yang tak kentara sampai yang kentara sekalipun.

    Sebenarnya orang-orang disekitar korbanpun ada beberapa yang ingin menolong dan memberitahukan perbuatan tersebut kepada korban namun sering kali penolong tersebut diancam karena keberadaannya dianggap menganggu aktivitas tersebut. Bukan tidak peduli, tapi biasanya mereka melakukan hal tersebut untuk melindungi diri dari ancaman pelaku.

    Sebaiknya saat seorang wanita saat berpergian menggunakan angkutan umum berbarengan dengan teman yang benar-benar dipercaya dan memiliki perlindungan diri sehingga sigap dalam membantu nanti. Misal tidak ada teman, usahakan mencari angkutan umum yang penumpangnya banyak perempuannya dan anda duduk dengan sesame wanita. Hindari penggunaan angkutan umum pada saat malam hari. apabila terjadi gerak-gerik yang mencurigakan segera hubungi kerabat terdekat untuk membantu.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.079 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).