Peran pemuda dalam pencegahan korupsi - Analisa - www.indonesiana.id
x

Siti Aminah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Peran pemuda dalam pencegahan korupsi

    Dibaca : 719 kali

       Korupsi merupakan salah satu masalah yang besar yang terjadi sejak pertama kali manusia mengenal tata kelila administrasi. Padahal korupsi merupakan kegiatan yang keji yang busuk, jahat dan merusak. Berdasarkan kenyataan tersebut perbuatan korupsi menyangkut jabatan atau aparatur pemerintah, perbuatan ini dilakukan untuk kepentingan pribadi. Namun perbuatan korupsi di Negarakitamerupakan perbuatan yang sudah biasa sehingga tidak heran bila orang-orang besar melakukan korupsi, bahkan korupsi dianggap sebagai hal kebiasaan yang dilakukan secra turun-temurun. Bahkan korupsi ini tidak hanya dilakukan oleh pejabat-pejabat besar saja, namun korupsi juga merasuki seluruh lapisan struktur pemerintah dari pejabat rendah, ssperti pegawai kelurahan. Kondisi ini menyebabkan dunia kepemerintahan negara ini semakin amburadul, semakin berantakan akibat ulah tangan manusia yang tidak bertanggug jawabdan tidak berprofesional dala menduduki jabatannya.

        Korupsi tidak hanya berdampak pada eksistensi sebuah negara saja, namun perbuatan korupsi juga berdampak pada rakyat kecil, rakyat kecil merasa dirugikan oleh negara karena perbuatan busuk yang dilakukan oleh orang-orang pejabat pemerintah. Padahal orang-orang tersebut melakukan korupsi menggunakan uang rakyat, namun hal itu tidak menjadi alasan bagi mereka untuk melakukan korupsi.

        Sehingga dengan perbuatan korupsi yang terus terjadi di Negara ini kita perlu adanya upaya untuk mengatasi hal tersebut. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal ini yaitu dengan cara memberikan pendidikan anti korupsi kepada seseorang anak mulai dari dini dan kalangan generasi muda saat ini. Karena generasi muda merupakan aset bangsa yang harus di didik secara baik tentang haramnya melakukan korupsi. Apalagi kita sebagai mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa yang akan menggantikan para pejabat terdahulu.

         

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.085 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).