Rakyat Tak Hanya Makan Tempe

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kader PDI P yang hobi loncat-loncat jabatan tersebut blusukan cari variasi ukuran tempe setelah mendapat tantangan dari pesaing kursi Capres nomor urut 2,

Di headline atau berita utama Harian Rakyat Merdeka Kamis (1/11/2018) kemarin berjudul ‘Rakyat Percaya Mana, Tempe Jokowi Tebal atau Tempe Sandiaga Tipis’menarik untuk diperbincangkan.

Masalahnya, kok ukuran tempe sih yang jadi permasalahan  substansial bagi Kepala Negara,. Padahal, urusan yang lebih penting sangatlah banyak untuk diurus oleh Presiden, bukan ‘Tempe’

Noh, nasib guru honorer yang dijanjikan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil seperti yang dijanjikan Jokowi Cs sewaktu masa kampanye 2014 lalu belum juga ditepati, malah mementingkan blusukan ke Pasar Bogor, Jawa Barat pada (30/18/2018) lalu.

Sementara Guru honorer dihari yang sama hingga hari ini masih berdiam di sekitar Istana untuk menanti jawaban pemerintah dalam hal ini janji si petugas partai PDI Perjuangan tersebut di Istana Negara.

Nasib kemaslahatan orang banyak, bukan soal tebal atau tipisnya tempe. Kader PDI P yang hobi loncat-loncat jabatan tersebut blusukan cari variasi ukuran tempe setelah mendapat tantangan dari pesaing kursi Capres nomor urut 2, Sandiaga Uno.

Awal September 2018 lalu, Sandi mengatakan warga mengeluhkan ukuran tempe sangat  setipis kartu ATM. Sandi menjelaskan, tipisnya  tempe merupakan dampak dari harga bahan baku utama tempe, yaitu kedelai yang harganya melambung tinggi.

Tingginya harga kedelai impor dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang belakangan melemah, sampai di harga Rp15.000per dolar AS.

Pendukung petahana Jokowi bersama Ma’ruf beberapa kali menyindir akan memasak tempe di hadapan umum, untuk membuktikan tempe tidak setipis kartu ATM.

Padahal, pernyataan Sandi tersebut hanyalah sebuah kiasan curhatan dari masyarakat yang mengambarkan kesulitan mereka menemukan ukuran tempe yang tebal tetapi tipis seperti kartu ATM.

Seperti kita ketahui, sejak menjadi wali kota Solo, Gubernur DKI hingga duduk dikursi empuk Presiden, belusukan memang kebiasaan yang favorit bagi Jokowi.Tak heran, untuk mengalihkan isu pengangkatan Guru honorer digeser menjadi Tempe.

Sehingga menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat, sebenarnya apa urgensinya melakukan belusukan untuk sekadar melakukan pengecekan variasi ukuran tempe?Kita sama-sama tahulah harga tempe itu tergantung dari harga bahan bakunya yang impor, bukan masalah tebal atau tipisnya. Itukan hanya kiasan yang dianggap serius oleh kubu Jokowi – Amin.

Yang harus jadi perhatian, pemerintah khususnya Jokowi memikirkan solusi jitu agar kemiskinan di Tanah air berkurang, dan bagaimana untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai sebagai bahan baku utama tempe? Bagaimana cara pemberdayaan petani kedelai untuk meningkatkan produksi tempe? Bukan ukuran tempe yang diperdebatkan, nasib Guru honorer diangkat menjadi Cpns dan makmurkan masyarakat!

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
Lihat semua