Kampanye Capres di Medsos: Menggoreng Isu Ekonomi Tanpa Isi - Analisis - www.indonesiana.id
x

firdaus cahyadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kampanye Capres di Medsos: Menggoreng Isu Ekonomi Tanpa Isi

    Isu ekonomi dalam kampanye pilpres ini belum menyentuh substansi persoalan yang dialami rakyat.

    Dibaca : 1.146 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Tak bermutu. Itu mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan konten kampanye calon presiden di media sosial selama dua bulan ini. Jika anda termasuk yang berharap akan ada perdebatan gagasan antara masing-masing capres di media sosial, segera kuburlah dalam-dalam harapan itu.

    Berdasarkan pantauan kampanye capres di media sosial yang dikeluarkan SatuDunia (www.iklancapres.id), isu ekonomi memang mendominasi kampanye capres di media sosial. Sayangnya, kampanye isu ekonomi itu tanpa isi alias tidak menyajikan perdebatan substansial yang mampu mencerdaskan publik secara politik.

    Isu ekonomi adalah isu yang mendominasi kampanye masing-masing capres di media sosial.  Menurut pantauan SatuDunia di www.iklancapres.id, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno lebih sering mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya. Tim pasangan Prabowo-Sandiaga Uno hingga tanggal 8 November 2018 telah mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya sebanyak 87.01%. Sementara tim pasangan Jokowi-Ma’ruf hanya 11,69% mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya di media sosial.

    Meskipun demikian isu ekonomi dalam kampanye pilpres ini belum menyentuh substansi persoalan. Apalagi menawarkan alternatif dalam menyelesaikan persoalan ekonomi. Narasi isu ekonomi yang dibangun oleh tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno misalnya mulai mengangkat persoalan kesenjangan ekonomi di negeri ini. Namun, sama sekali tidak menyentuh akar persoalan dari kesenjangan ekonomi tersebut. Persoalan kesenjangan sosial hanya digambarkan di permukaan, tidak menyentuh akar persoalan dari madzab ekonomi yang menyebabkannya. Tawaran gagasan alternatif pun tidak muncul dari pasangan tersebut, karena yang digambarkan masih berada di permukaan.

    Hal yang sama juga nampak pada pasangan Jokowi-Ma’ruf. Narasi kampanye pasangan tersebut dalam isu ekonomi lebih menampakan kerja pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan melalui pembangunan berbagai infrastruktur. Tapi pasangan ini, juga tidak mengungkap sejauh mana infrastruktur mampu mengatasi persoalan kesenjangan sosial di satu wilayah dan antar wilayah. Pasangan ini juga nampak ‘malu-malu’ mengungkapkan madzab ekonomi apa yang dipakai dibalik gegap gempita pembangunan infrastruktur.

    Pertanyaan berikutnya tentu saja adalah, kenapa masing-masing capres hanya menyentuh di permukaan saja dalam isu ekonomi? Bisa jadi, masing-masing capres sebenarnya memakai madzab ekonomi yang sama dalam melihat persoalan ekonomi Indonesia. Hanya kemasaannya aja yang seolah-olah berbeda.

    Pertanyaannya kemudian adalah apakah model kampanye yang tidak mencerdaskan publik ini akan terus dipertahankan masing-masing capres hingga menjelang hari 'H' pencobolosan? Jika jawabannya ya, berarti negara telah menghamburkan uang untuk membiayai pilpers 2019.

     

    sumber gambar: http://jateng.tribunnews.com/2018/09/24/icw-anggap-laporan-dana-kampanye-dua-capres-cawapres-tidak-realist

     

    Ikuti tulisan menarik firdaus cahyadi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.