Kampanye Capres di Medsos: Capres Tak tertarik Isu Ekologis - Analisis - www.indonesiana.id
x

firdaus cahyadi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Kampanye Capres di Medsos: Capres Tak tertarik Isu Ekologis

    Meskipun bencana ekologi ancam keselamatan rakyat, namun itu tak menarik pasangan capres untuk beradu gagasan dalam kampanye di media sosial

    Dibaca : 957 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 2.175 kejadian bencana di Indonesia. Dari data itu, 99,08% merupakan bencana ekologis.

    Meskipun bencana ekologi akan berdampak pada keselamatan rakyat, namun itu tidak menarik pasangan capres untuk beradu gagasan dalam kampanye mereka di media sosial. Menurut pantauan SatuDunia (www.iklancapres.id), isu lingkungan hidup hanya satu kali dikampanyekan di media sosial oleh masing-masing pasangan.

    Para capres nampaknya masih menganut paradigma usang. Paradigma usang itu adalah pertumbuhan ekonomi merupakan syarat untuk meningkatkan kesejahteraan. Kondisi ekonomi yang lebih sejahtera akan menjamin kelestarian lingkungan hidup. Padahal paradigma usang itu sudah rontok ketika pertumbuhan ekonomi yang mengesampingkan kelestarian alam justru mengakibatkan bencana alam yang pada akhirnya justru membuat masyarakat jauh dari sejahtera.

    Pertanyaan berikutnya tentu saja adalah kenapa masing-masing pasangan capres seperti enggan atau tidak tertarik untuk mengangkat isu lingkungan hidup dalam kampanyenya? Jawabannya, mungkin terletak dari jejak ekologi dari lingkaran dalam masing-masing capres atau justru dari masing-masing pasangan capres itu sendiri.

    Bukan rahasia umum, bahwa lingkaran dalam dari masing-masing capres bahkan pasangan capres itu sendiri adalah pengusaha-pengusaha di sektor pertambangan, perkebunan skala besar, property dan sektor-sektor lain yang dalam operasionalnya rentan menyebabkan kerusakan alam.

    Indikasinya mudah saja, dalam kampanye mereka di media sosial tidak ada gagasan untuk menghentikan ekpansi tambang dan perkebunan sawit yang semakin predatorik menghancurkan alam. Masyarakat dengan mudah akan melihat siapa pasangan calon presiden dan lingkaran dekatnya yang memiliki kebun sawit dan tambang.

    Bahkan, kini saat ada aktivis lingkungan hidup penolak tambang emas di Tumpang Pitu Banyuwangi yang dikriminalisasi dengan tuduhan penyebar komunis pun, tidak ada suara pembelaan dari masing-masing capres. Masing-masing capres bungkam terhadap kriminalisasi aktivis lingkungan di Banyuwangi itu. Siapa saja pemilik saham tambang emas di Tumpang Pitu? Adakah pasangan calon presiden atau orang di lingkar mereka yang memiliki saham di tambang emas Tumpang Pitu, Banyuwangi?

     

    Ikuti tulisan menarik firdaus cahyadi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.