Tanpa Guru, Tak Ada Pemimpin - Analisa - www.indonesiana.id
x

yoyo tuna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Tanpa Guru, Tak Ada Pemimpin

    Dibaca : 362 kali

    Tanggal 25 November merupakan hari kita memperingati hari guru. Dimana jasa-jasa pahlawan tanpa jasa ini hingga kita beranjak dewasa masih dirasakan manfaat nya bagi masyarakat.

    Hari Guru Nasional ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Dan juga Hari Guru Nasional sebagai tanda terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

    Banyak peran guru yang membawa kita kesuksesan dalam menjalankan kehidupan. Ya, sejak kita mengenyam pendidikan paling dasar, kita sudah dikenalkan nama-nama binatang, mengenal abjad hingga mengenal nama orang-orang terdekat seperti ayah dan ibu kita.

    Begitu pun dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan Presiden ke 6 Republik Indonesia ini sangat menghargai dan menghormati para guru di tanah air. Hampir dimasa jabatannya selama 10 tahun (2004-2014), Ketua Umum Demokrat ini kesejahteraan Guru begitu diperhatikan.

    Tentu para guru se tanah air ingat akan kebijakannya melalui Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dimana regulasi ini terwujud sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia yang pernah didampingi Jusuf Kalla dan Boediono.  

    Tak hanya itu, dimasa jabatannya, SBY secara bertahap, mengangkat status guru hononer menjadi PNS terwujud. Hingga kini para guru yang beruntung bisa menikmati dinginya tangan SBY saat memperhatikan nasib para guru dengan peningkatan kesejahteraan guru lewat sertifikasi guru secara finansial. 

    Coba kita lihat kebelakang, banyak anggaran yang dialokasi kepada para guru lewat program misi mengangkat harkat anak-anak cerdas melalui APBN sebanyak 20%.

    Program Bidik Misi mengangkat harkat anak-anak cerdas dari keluarga miskin secara ekonomi untuk dapat menjadi mahasiswa diberbagai perguruan tinggi akan terus berlanjut dalam Komitmen Partai Demokrat yakni 14 Prioritas Demokrat "Angkat secara bertahap Guru & Pegawai Honorer dan tingkatkan kesejahteraan perangkat desa". 

    Partai Demokrat sebagai partai politik tetap focus pada banyak program yang memampukan bangsa Indonesia untuk setara dengan bangsa lain.

    Sejak 23 November kemarin, Partai Demokrat kembali melakukan jemput aspirasi ke beberapa daerah di Jawa Barat- Jawa Tengah. Dimana sebelumnya, hampir aspirasi guru ditampung guna mendengarkan jeritan nasib guru honorer yang hingga kini belum kunjung tau akan nasib masa depannya direzim Jokowi.

    Banyak nasib guru yang kesejahteraannya belum teratasi sejak masa transisi pemimpinan SBY ke Jokowi pada 2014 lalu. Semoga dengan peringatan hari Guru Nasional tahun ini akan membawa perubahan yang dilakukan Partai Demokrat untuk bangsa dan tanah air untuk 10 tahun kedepan.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.