Investor Mataram Mulai Rasakan Kemudahan Nabung Saham Kilat - Analisa - www.indonesiana.id
x

Setyo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Investor Mataram Mulai Rasakan Kemudahan Nabung Saham Kilat

    Dibaca : 2.318 kali

    MATARAM - Kemudahan nabung saham kini tidak hanya dirasakah mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan sebagainya, tetapi juga di kota-kota di daerah dengan berbekal gadget dan jaringan internet.

     

    Kemudahan di sini tentu saja lebih pada proses nabung sahamnya yang kini sudah bisa kilat seperti di kota-kota besar di Indonesia. Proses awal dari nabung saham yakni pembukaan rekening efek kini mau di Jakarta, Surabaya, Medan, Papua atau Mataram sudah sama-sama kilat karena sudah full digital.

     

    Setelah itu, proses transaksi jual-beli saham pun sudah online. Nabung saham dari proses pendaftaran hingga tarik cuan sudah serba online.

     

    Kemudahan nabung nabung juga dirasakan para wartawan yang mengikuti Workshop Wartawan Pasar Mosal NTB di Lesehan Lombokoe Rembiga pada Sabtu, 24 November 2018.

     

    Di acara workshop yang diselenggarankan oleh Bursa Efek Indonesia Kp NTB, PT. Indo Premier Sekuritas, IPOT Mataram ambil bagian dalam sesi edukasi.

     

    Edukasi publik diisi pemaparan tentang pasar modal secara umum oleh Kepala Bursa Efek Kp NTB dan pengenalan PT Indo Premier Sekuritas dengan produk-produknya mulai dari IPOTSTOCK, IPOTFUND, IPOTPAY dan IPOTNEWS.

     

    Secara khusus, Representative Officer PT Indo Premier Sekuritas, IPOT Mataram, Selamet Riadi melakukan sosialisasi opening account secara online yang kini sudah kilat tanpa tanda tangan basah dan kirim dokumen fisik segala.

     

    "Saat sesi pembukaan rekening efek, peserta diarahkan untuk melakukan pembukaan rekening secara online melalui aplikasi IPOTGO atau IPOTPAY yang kini mudah, cepat dan ora susah.

     

    Ditegaskannya, pembukaan rekening efek dengan dua aplikasi keluaran IndoPremier tersebut bisa dilakukan cepat dan mudah oleh siapa pun mau di kota besar ataupun di pelosok daerah asal ada dukungan jaringan internet dan gadget.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 812 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).