5 Kesalahan dalam Personal Branding yang Perlu Kamu Hindari - Analisa - www.indonesiana.id
x

Khwarizmi Febri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • 5 Kesalahan dalam Personal Branding yang Perlu Kamu Hindari

    Dibaca : 616 kali

    Credit photo: Pexels

     

    Personal branding sangat penting bagi entrepreneur. Sebelum seseorang memutuskan untuk melakukan transaksi dengan kamu, tentu mereka perlu memahami siapa kamu, apa yang kamu lakukan, dan nilai-nial seperti apa yang kamu bawa. Membangun personal branding menjadi semakin penting, terlebih tidak sedikit entrepreneur yang gagal dalam membangun bisnisnya hanya karena mengabaikan branding pribadi mereka. Lantas, apa saja kesalahan dalam personal branding yang perlu kamu hindari? Cek informasi di bawah ini!

     

    Asumsi telah memahami personal branding dengan baik

    Untuk membangun personal branding yang baik, kamu perlu mengesampingkan asumsi. Personal branding bukanlah sekadar tentang apa yang orang lain katakan tentang kamu, namun lebih kepada banyaknya orang dengan pendapat yang sama tentang kamu. Oleh karena itu, ada baiknya kamu tidak lantas berasumsi telah memahami personal branding kamu dengan baik. Kumpulkanlah dan minta saran serta pendapat dari beberapa orang tentang karakter kamu. Cara ini dapat membantu kamu untuk membangun personal branding yang tepat, bukan sekadar dari asumsi pribadi.

     

    Tidak ingin menceritakan tentang diri sendiri

    Jika selama ini kamu berpikir bahwa bercerita tentang diri kamu sendiri bukanlah hal penting dalam personal branding, sebaiknya ubah pola pikir kamu sekarang juga. Bangunlah personal branding dengan menceritakan kisah kamu, dan jangan biarkan orang lain memiliki asumsi sendiri yang bertolak belakang dengan kondisi kamu saat ini. Dengan meluangkan waktu menjelaskan tentang siapa kamu, apa yang kamu lakukan, tujuan kamu melakukan hal tersebut, kamu dapat terhindar dari persepsi negatif yang muncul dari orang-orang yang hanya kurang mengenal kamu.

     

    Tidak otentik

    Mungkin kamu berpikir menyesuaikan diri dengan apa yang menurut kamu diinginkan oleh audiens adalah hal tepat dalam membangun personal branding. Padahal, sering kali apa yang sebenarnya audience inginkan berbeda dengan apa yang kamu pikirkan. Tidak otentik merupakan salah satu kesalahan terbesar dalam personal branding. Kamu harus mampu bersikap jujur dan jelas dengan diri kamu sendiri agar dapat membangun kepercayaan jangka panjang. Tunjukkan value kamu secara jujur untuk menarik perhatian audience mengenal diri kamu yang sebenarnya.

     

    Hanya menjual pencapaian dan prestasi

    Menjual pencapaian dan prestasi yang kamu miliki bukanlah hal buruk, namun bisa jadi akan buruk ketika kamu hanya menjual kedua hal tersebut. kamu mungkin ingin memberi tahu orang-orang tentang diri kamu dengan membuat rangkuman pencapaian dan prestasi di profil LinkedIn misalnya. Hal tersebut bisa saja membantu, namun tidak 100 persen tepat untuk membangun personal branding. Ingatlah bahwa personal branding pada dasarnya tentang diri manusia itu sendiri, bukan sekadar report cards atau award yang kamu miliki hingga saat ini.

     

    Bagikan pemikiran, kepercayaan, dan pilihan-pilihan kamu

    Seberapa banyak orang dengan personal branding kuat yang hanya menjual pencapaian dan prestasi yang kamu ketahui? Mungkin saja sedikit. Hal ini karena personal branding yang kuat tidak lahir dari sekadar rangkaian pencapaian dan prestasi. Kamu perlu berbagi pemikiran, kepercayaan, serta pilihan-pilihan kamu untuk menarik perhatian dan kepercayaan orang lain. Jadi, bangunlah personal branding kamu dengan membagi apa yang kamu percaya dan apa yang menjadi pilihan kamu, bukan sekadar menyajikan data pujian dan award yang kamu terima dari orang lain.

     

    Membangun personal branding memang bukanlah perkara mudah, beberapa kesalahan di atas perlu kamu perhatikan agar dapat membangun personal branding yang tepat. Kamu pun dapat belajar dari Mirsya Budiarsi, seorang womanpreneur yang kini membangun personal branding-nya dengan cukup kuat. kamu dapat melihat bagaimana Mirsya membangun personal branding-nya melalui akun Instagram pribadinya di @mamaberry. Semoga bermanfaat!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Admin

    5 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 1.078 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).