SOKSI: Relawan Dituntut Kreatif Membangun Komunikasi - Analisa - www.indonesiana.id
x

Valentino Barus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • SOKSI: Relawan Dituntut Kreatif Membangun Komunikasi

    Dibaca : 7.440 kali

    Menanggapi perdebatan hangat seputar reuni 212, SOKSI menyerukan kepada semua relawan Jokowi agar beralih dari debat-debat kusir di media yang justru kontra produktif. Segenap relawan diimbau untuk mengarahkan energi membangun komunikasi secara intensif dengan semua lapisan masyarakat agar prestasi-prestasi Jokowi selama ini dipahami secara lebih baik oleh masyarakat luas. “Para relawan perlu lebih giat lagi turun ke tengah masyarakat. Melakukan kerja-kerja kerelawanan yang bermamfaat secara nyata bagi masyarakat luas seraya mensosialisasikan segenap hasil pembangunan selama kurang lebih 5 tahun ini” kata Plt. Ketum SOKSI, Bobby SH Suhardiman, dalam sebuah diskusi informal di Jakarta.

    Bobby yakin jika masyarakat mendapat informasi yang benar dan diberi pemahaman yang baik, upaya-upaya mobilisasi tidak akan mudah terjadi. Rakyat akan semakin cerdas dan tidak mudah terhasut oleh sentimen-sentimen primordial. Bersamaan dengan itu rakyat akan semakin menyadari mamfaat dari aneka kemajuan pembangunan selama pemerintahan Jokowi. Maka isu-isu negatif yang sering ditudukan kepada petahana, lanjut Bobby, tidak akan mudah dipercayai begitu saja oleh masyarakat luas. Karena itu, putra Prof. Suhardiman (Alm.) ini juga mendorong segenap relawan Jokowi-Ma’ruf untuk menciptakan cara-cara kreatif dan positif untuk bisa berkomunikasi masayakat. “Bisa lewat diskusi non formal, bisa melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan atau bentuk kegiatan lain. Yang penting ada sarana untuk hadir di tengah masyarakat dan bermamfaat positif. Relawan jangan hanya sibuk perang opini di media” seru Bobby.

    Mendewasakan Demokrasi

    Sejalan dengan pernyataan Bobby, Waketum SOKSI Ahmadi Noor Supit yang dihubungi secara terpisah, menilai komunikasi dengan masyarakat sangat penting sebagai bagian dari pendewasaan demokrasi. “Masyarakat yang well-informed adalah tulang punggung kemajuan demokrasi” kata Supit. Dalam sebuah negara demokratis, terang Supit, kontestasi politik mesti diisi dengan adu gagasan, program dan penilaian terhadap track record peserta kontestasi. Karena itu upaya-upaya mobilisasi melalui sentimen primordial justru kontrapoduktif dengan pembangunan demokrasi. Karena itu legislator senior ini juga mendorong para relawan berperan aktif membangun masyarakat yang melek politik melalui informasi-informasi kredibel.

    “Masyarakat harus dididik secara serius untuk memahami persoalan-persoalan kebangsaan secara tepat. Keberhasilan pemerintah mesti dipahami dengan baik. Kekurangan pemerintah mesti dikritisi secara proporsional. Dalam konteks ini relawan diharapkan menjadi tulang punggung yang dapat menjangkau masyarakat terutama di tingkat akar rumput melalui cara-cara yang kreatif, menarik dan bermamfaat” jelas Supit. Anggota DPR dari fraksi Gokar ini juga menyayangkan banyaknya waktu dan energi relawan yang terkuras dalam debat-debat tak produktif. “Mari kita kerja, kerja, kerja lagi” tutup Supit, mengutip seruan yang sering dilontarkan Presiden Joko Widodo. Secara khusus Supit juga mendorong agar relawan SOKSI yang tergabung di dalam Pusdal SOKSI, senantiasa tanggap terhadap situasi dan kondisi masyarakat di sekitarnya


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 807 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).