Hoax OTT KPK di Jepara Jawa Tengah - Analisa - www.indonesiana.id
x

Zainal Arifin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Hoax OTT KPK di Jepara Jawa Tengah

    Dibaca : 464 kali

     

               

            Korupsi merupakan suatu tindakan atau perbuatan yang sangat di benci oleh masyarakat, karena hal tersebut sangat menyalahi aturan dan dapat merugikan suatu pihak tertentu, juga menyebabkan ketidak percayaannya masyarakat terhadap pejabat, walaupun tidak semua pejabat melakukan hal tersebut. Namun dampak besar yang di akibatkan oleh tindakan tersebut dapat memancing paradigma negative terhadap sekte pemerintahan. Korupsi berupa tindakan yang di buru oleh para netizen di sosial media, karena adanya tujuan tertentu, entah mencari sensasi atau memang ingin memberitakan pada masyarakat. Berita yang ada di sosial media terkadang tidak terbukti kebenarannya dan hanya sekedar sensasi. Dan baru baru ini terjadi sebuah kasus pemberitaan yang tidak jelas kebenaran nya bahkan sumbernya pun masih belum jelas dan berita tersebut dinamakan dengan berita hoax, yang kasusnya terjadi di Jepara Jawa Tengah yaitu mengenai berita OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) terhadap bupati Jawa Tengah yaitu yang di tersangkai oleh Ahmad Marzuqi, kabar yang sekarang lagi beredar dan menjadi tranding topic di sosmed ini serentak mengejutkan para pembaca dan pengguna social media. Satu diantaranya diterima di media social Tribun Jateng.com, yakni:

                “Bupati Jepara terkena kasus OTT hari ini, kasus ini sebenarnya sudah lama tapi masih terungkapa pada sekarang ini.

    Namun pesan pendek yang sekarang lagi berantai di whatsapp lain tidak sedang menyebutkan mengenaai operasi senyap tersebut.

                Meskipun tim KPK berada di kabupaten Jepara Jawa Tengah pada saat ini pada sekitar pukul 10.00-12.00 WIB, namun kegiatan mereka bukanlah operasi tangkap tangan atau yang sekarang nama keren nya dapat di sebut dengan OTT. Namun sebenarnya tim dari KPK hanya melakukan suatu penggeledahan ruang kerja dan rumah dari dinas Bupati Jepara yang berada di Jawa Tengah Ahmad Marzuqi, dalam penggeledahan yang dilakukan kurang lebih selama 2 jam tersebut. Dan alhasil dari sebuah tim KPK berhasil membawa sejumlah berkas berkas yang dimasukan di dalam koper dan kardus air mineral.

                Menurut Ahmad Marzuqi sendiri, kedatangan segerombolan KPK yang berdatangan ke ruang kerjanya lantaran hannya pra peradilan kasus bantuan politik (Banpol) PPP datang pada tahun 2011 sampai pada tahun 2013 sebesar Rp. 79 Juta dan pra peradilan tersebut berhasil dimenangkan oleh Bupati Jepara yaitu bapak Ahmad marzuqi.

                “Saya di duga melakukan sebuah tindakan kasus suap, melakukan main hakim, padahal saya sendiri merasa tidak pernah bertemu dan kenal saja tidak” kata Ahmad Marzuqi tersebut, mengatakan dan mengelurakan suara nya, dari ruang kerjanya kepada para tim KPK, tim KPK membawa sejumlah berkas dari organisasi perangkat daerah (OPD). Ada pula salinan putusan pangkatan Bupati pun serta dibawa oleh tim KPK.

                “Sebenarnya hanya berkas sebuah kertas laporan dan salinan. Dan tadi yang di geledah hannya bagian ruang kerja dan kamar” kata bapak Bupati Jepara bapak Marzuqi.

     Selain membawa sejumlah berkas bapak Marzuqi pun juga dimintai keterangan. Ketika di periksa dan di beri beberapa pertanyaan beliau jawab dengan gamlang dan enteng karena memang menurut bapak Marzuqi sendiri beliau tidak melakukan kasus kasus suap yang selalu di curigai oleh KPK tersebut.

                Dia di beri pertanyaan apakah anda merasa kenal dengan hakim Lasito? Lalu dia menyanggah bahwa ketemu saja tidak pernah apalagi kenal.

                Sebelumnya bapak Marzuqi ini sudah pernah di panggil KPK selama dua kali namun dia tidak pernah memenuhi panggilan tersebut. Pada panggilan pertamanya, dia tidak bias datang di karenakan sakit, kemudian untuk panggilan keduannya, dia hanya mewakilkan kepada orang lain karena memang dia sedang ada kepentingan. “ tadi saya juga diminta untuk koperatif” kata Marzuqi.

                Sebagai masyarakat yang gemar menyimak berita di sosial media, pada zaman sekarang harus pintar dalam memilih dan memilah berita yang beredar dalam sosial media. Karena berita-berita hoax banyak beredar di kalangan masyarakat, jadi jika menemui berita anyar tentang sesuatu apapun kita harus mengklarifikasi dulu kebenarannya, agar tidak terjadi fitnah dan kesalah pahaman atas berita yang di dapat tersebut.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.