Sikap Pemuda terhadap Korupsi - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Eva fahmadia wahidah rahma

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Sikap Pemuda terhadap Korupsi

    Dibaca : 152 kali

    Tindakan korupsi dalam kasus sehari-hari sudah banyak terjadi di Indonesia termasuk di instasi pemerintahan. Padahal sudah banyak peraturan dan undang-undang yang dibuat untuk memberantas korupsi tapi para pelaku yang curang terhadap peraturan tetap saja melakukan tindakan korupsi. Hal pertama yang meraka ingginkan mendapat komisi lebih banyak untuk kepentingan meraka sendiri untuk kehidupan mereka yang lebih layak, padahal sudah jelas di undang-undang berdasarkan UU No.30 tahun 2002, pemberantasan tindak pidana korupsi dirumuskan untuk sebagai serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak korupsi. Tapi mereka tidak jera dengan adanya undang undang seperti itu. Dalam setiap fase sejarah, kaum muda adalah motor penggerak perubahan zaman dalam teritori manapun. Kita sebagai mahsiswa harus disiplin terhadap tugas tugas kampus peraturan apapun yang ada dikampus. Itu sudah termasuk membiasakan diri kita untuk bersikap tanggung jawab terhadap diri kita sendiri.

    Peran pemuda pada aspek penindakan, pencegahan, dan pendidikan dalam pemberantasan korupsi wajib progres. Pemuda melawan korupsi bukanlah perkara mudah karena korupsi sudah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat. Pemuda harus mampu melawan orang tuanya yang korupsi, saudaranya yang korupsi, paling tidak teman atau tetangganya yang korupsi. Pemuda harus mampu melawan dirinya untuk tidak ikut serta menikmati harta hasil korupsi, tidak menjadi penjilat koruptor.

    Ketika berkendara dan ditilang ia harus mampu untuk tidak menyuap, tidak menyogok aparatur negara dalam mempercepat urusan pelayanan, melaporkan gurunya ataupun dosennya yang korup, dan lain sebagainya.

     

    Pemuda harus menjaga idealismenya. Sebab itulah yang paling berharga, sebagaimana Tan Malaka menyatakan itu. Pemuda tidak boleh pasif dengan isu korupsi. Nalar kritis dan nilai pemberontakan yang terkandung dalam semangat pemuda paling menonjol dibanding elemen bangsa lainnya.

    Tantangan kedepan memang semakin berat, terbukti saat ini banyak pemuda yang acuh. Umumnya mengalami kegamangan karena infiltrasi globalisasi, liberalisasi, dan dominasi asing buah dari pasar bebas. Hal itu bisa dilihat dari perilaku generasi muda Indonesia yang bertambah hedonistis, dan apatis terhadap problematika kebangsaan. Terlebih hari ini kita dilanda degradasi moral- anak kandung liberalisme, mendukung mental korup berkembang.

    Mirisnya banyak tokoh muda yang menjadi harapan bangsa terlibat kasus-kasus korupsi. Padahal ancaman korupsi dari hari ke hari makin massif. Hal itulah musuh nyata bangsa kita hari ini, yang bak epidemi siap menjangkiti siapa saja. Efek korupsi yang begitu sistemik menyebabkan kehancuran bangsa ini perlahan namun pasti. Kehancuran tersebut lebih ajeg dampaknya dibanding musuh bangsa diera melawan penjajah. Berbahayanya lagi, hal itu kasat dilihat.

    Begitu pentingnya peranan pemuda dalam pembangunan bangsa harus disadari oleh pemuda itu sendiri. Seharusnya pemuda hari ini aktif menjadi bagian dari solusi pada problematika bangsa, bukan kemudian menjadi bagian dari masalah dan acuh, sibuk memaki-maki tanpa solusi atau hanya sibuk memamer foto di media sosial.

    Generasi muda adalah the leader of tomorrow, di tangan kaum mudalah nasib sebuah bangsa dipertaruhkan. Jika benar-benar terlibat, pemuda sebagai unsur bangsa yang paling enerjik sangat efektif dan ampuh dalam memberantas korupsi. Harapan seluruh elemen bangsa tentunya jika pemuda hari ini dapat menorehkan tinta emasnya, dalam memberantas korupsi.

    Harapan saya kedepannya adalah sikap pemuda seluruh Indonesia bisa menjadikan Indonesia jujur, dan bebas dari korupsi dan mulai dari hal terkecil pastinya adalah keluarga teman terdekat dan lingkungan karena semua itu mempengaruhi kehidupan anda selanjutnya. Terimakasih

    Tindakan korupsi dalam kasus sehari-hari sudah banyak terjadi di Indonesia termasuk di instasi pemerintahan. Padahal sudah banyak peraturan dan undang-undang yang dibuat untuk memberantas korupsi tapi para pelaku yang curang terhadap peraturan tetap saja melakukan tindakan korupsi. Hal pertama yang meraka ingginkan mendapat komisi lebih banyak untuk kepentingan meraka sendiri untuk kehidupan mereka yang lebih layak, padahal sudah jelas di undang-undang berdasarkan UU No.30 tahun 2002, pemberantasan tindak pidana korupsi dirumuskan untuk sebagai serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak korupsi. Tapi mereka tidak jera dengan adanya undang undang seperti itu. Dalam setiap fase sejarah, kaum muda adalah motor penggerak perubahan zaman dalam teritori manapun. Kita sebagai mahsiswa harus disiplin terhadap tugas tugas kampus peraturan apapun yang ada dikampus. Itu sudah termasuk membiasakan diri kita untuk bersikap tanggung jawab terhadap diri kita sendiri.

    Peran pemuda pada aspek penindakan, pencegahan, dan pendidikan dalam pemberantasan korupsi wajib progres. Pemuda melawan korupsi bukanlah perkara mudah karena korupsi sudah menjalar ke seluruh lapisan masyarakat. Pemuda harus mampu melawan orang tuanya yang korupsi, saudaranya yang korupsi, paling tidak teman atau tetangganya yang korupsi. Pemuda harus mampu melawan dirinya untuk tidak ikut serta menikmati harta hasil korupsi, tidak menjadi penjilat koruptor.

    Ketika berkendara dan ditilang ia harus mampu untuk tidak menyuap, tidak menyogok aparatur negara dalam mempercepat urusan pelayanan, melaporkan gurunya ataupun dosennya yang korup, dan lain sebagainya.

     

    Pemuda harus menjaga idealismenya. Sebab itulah yang paling berharga, sebagaimana Tan Malaka menyatakan itu. Pemuda tidak boleh pasif dengan isu korupsi. Nalar kritis dan nilai pemberontakan yang terkandung dalam semangat pemuda paling menonjol dibanding elemen bangsa lainnya.

    Tantangan kedepan memang semakin berat, terbukti saat ini banyak pemuda yang acuh. Umumnya mengalami kegamangan karena infiltrasi globalisasi, liberalisasi, dan dominasi asing buah dari pasar bebas. Hal itu bisa dilihat dari perilaku generasi muda Indonesia yang bertambah hedonistis, dan apatis terhadap problematika kebangsaan. Terlebih hari ini kita dilanda degradasi moral- anak kandung liberalisme, mendukung mental korup berkembang.

    Mirisnya banyak tokoh muda yang menjadi harapan bangsa terlibat kasus-kasus korupsi. Padahal ancaman korupsi dari hari ke hari makin massif. Hal itulah musuh nyata bangsa kita hari ini, yang bak epidemi siap menjangkiti siapa saja. Efek korupsi yang begitu sistemik menyebabkan kehancuran bangsa ini perlahan namun pasti. Kehancuran tersebut lebih ajeg dampaknya dibanding musuh bangsa diera melawan penjajah. Berbahayanya lagi, hal itu kasat dilihat.

    Begitu pentingnya peranan pemuda dalam pembangunan bangsa harus disadari oleh pemuda itu sendiri. Seharusnya pemuda hari ini aktif menjadi bagian dari solusi pada problematika bangsa, bukan kemudian menjadi bagian dari masalah dan acuh, sibuk memaki-maki tanpa solusi atau hanya sibuk memamer foto di media sosial.

    Generasi muda adalah the leader of tomorrow, di tangan kaum mudalah nasib sebuah bangsa dipertaruhkan. Jika benar-benar terlibat, pemuda sebagai unsur bangsa yang paling enerjik sangat efektif dan ampuh dalam memberantas korupsi. Harapan seluruh elemen bangsa tentunya jika pemuda hari ini dapat menorehkan tinta emasnya, dalam memberantas korupsi.

    Harapan saya kedepannya adalah sikap pemuda seluruh Indonesia bisa menjadikan Indonesia jujur, dan bebas dari korupsi dan mulai dari hal terkecil pastinya adalah keluarga teman terdekat dan lingkungan karena semua itu mempengaruhi kehidupan anda selanjutnya. Terimakasih


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.