Duo Jenderal Ahli Strategi Kuasai Pemilu 2019 - Analisa - www.indonesiana.id
x

yoyo tuna

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Duo Jenderal Ahli Strategi Kuasai Pemilu 2019

    Dibaca : 173 kali

    Nama Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY disebut-sebut sebagai jenderal ahli strategi oleh beberapa tokoh nasional. Salah satunya Fahri Hamzah.

    Malah, politisi PKS ini mengusulkan Ketua Umum Partai Demokrat sebagai menteri senior alias penasehat pemerintah di Kabinet Prabowo nantinya.

    Gebrakan ahli strategi Presiden ke 6 Republik Indonesia ini, sudah terlihat sejak beliau menjadi menteri Pertambangan dan Energi era Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur.

    Selain jago bernegosiasi, SBY ahli membaca situasi dalam waktu singkat. Terlihat disini, taruna lulusan AKABRI 1973 dengan lulusan terbaik sebagai Adhi Mekayasa cepat melesat mencapai karir panglima tertinggi TNI yakni Presiden RI di periode 2004-2014.

    Jadi wajar jika Fahri Hamzah begitu tertarik merekomendasikan SBY sebagai Menteri Senior nantinya guna mengatasi berbagai masalah krisis di tanah air.

    Selain SBY, adapula nama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais disebut-sebut tim panasehat Prabowo-Sandi jika terpilih di Pemilu Presiden 2019 mendatang.

    Begitu pula dengan Amien Rais. Tokoh politis senior tersebut meski belum pernah menjabat di kursi pemerintahan, namun beliau sudah khatam dalam berbagai permasalah politik tanah air.

    Penulis merasakan suatu kombinasi yang tepat antara mantan Presiden dengan Presiden baru dalam menjalankan roda organisasi pemerintahan untuk lima tahun kedepan. Sehingga tak ada satupun negara asing yang berani mengintervensi Indonesia jika kombinasi ini memang terjadi.

    Di belakang nama SBY ada tokoh milienial (muda) berada disamping SBY, Agus Harimurti Yudhoyono. Dia merupakan putra sulung dari SBY. Karir nya juga berawal dari militer. Pintar. Cerdas. Dan ganteng.

    Sedangkan Amien Rais juga punya pendamping dari kaum milenial, Ahmad Hanafi Rais dan  Ahmad Mumtaz Rais. Muda, Cerdas dan peka terhadap kondisi politik tanah air.

    Masyarakat zaman now menginginkan perubahan baru. Sebuah negara demokrasi lewat pemilihan umum tentu hakim bagi penentu siapa nantinya yang akan memimpin tanah air. Disini posisi Prabowo-Sandi sangat diuntungkan. Rakyat akan menjadi hakim di April 2019 mendatang. 

    Suara rakyat penentu runtuhnya rezim sontoloyo. Penuh kebohongan. Intrik, gimmick dan pencitraan. Masyarakat sudah cerdas. Dan penentu kemenangan Pilpres ditentukan kaum milenial. Kritis. Digitalisasi. dan Pragmatis.

    Terhadap sebuah pemerintahan yang dinilai gagal memenuhi janji-janjinya, vonis rakyat bisa sangat kejam. Tanda-tanda itu mulai terlihat dengan jelas pada Pilpres 2019. Lawan utama Jokowi bukan Prabowo, tapi rakyat yang seharusnya dia menangkan hati dan pikirannya. Medan pertempuran inilah yang saat ini sesungguhnya tengah dihadapi Jokowi.

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.