Oleh-oleh yang Wajib Dibawa Sepulang dari Salatiga - Travel - www.indonesiana.id
x

Wonderfull Salatiga

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Travel
  • Berita Utama
  • Oleh-oleh yang Wajib Dibawa Sepulang dari Salatiga

    Dibaca : 849 kali

    Oleh Oleh Yang Wajib Dibawa Sepulang Dari Salatiga

    Berkunjung ke suatu daerah rasanya tidak lengkap jika kita belum membawa pulang oleh oleh khas dari daerah tersebut. Dan jika anda berkunjung ke kota transit salatiga maka pada artikel ini kami akan merekomendasikan oleh oleh apa saja yang wajib dibawa pulang ketika anda berkunjung ke salatiga. Check it out

     

    Batik Benang Raja

    1. Batik Benang Raja

    Meskipun tidak terkenal sebagai penghasil batik tulis di Indonesia, tetapi slaatiga memiliki sebuah toko kain batik yang sangat terkenal dan bisa dijadikan sebagai oleh oleh saat anda berkunjung ke daerah ini.

    Toko Batik Benang Raja berada di jalan taman pahlawan  kutowinangun, kecamatan tingkir. Toko ini memiliki dua gerai yang letaknya bersebelahan yang menjual dua varian batik yaitu premium dan standard.

     

    Kopi Gunung Salatiga

    2. Kopi Gunung Salatiga

    Meskipun tidak termasuk penghasil kopi yang terkenal di indoneia, tetapi kota salatiga memiliki kopi yang sangat unik dan beraroma khas.

    Kopi ini cukup terkenal diantara para penikmat kopi, kafe-kafe, serta warung kopi di seputaran kota salatiga.

    Bahkan kopi ini digadang-gadang sebagai “kopinya orang salatiga”. Kopi robusta ini wajib untuk anda jadikan sebagai salah satu buah tangan saat berkunjung ke kota salatiga.

     

    Keripik Paru

    3. Keripik Paru

    Keripik paru juga merupakan cemilan khas salatiga yang sangat wajib untuk di bawa sebagai buah tangan.

    Sejarahnya salatiga merupakan kota dengan perdagangan sapi yang sangat ramai. Oleh karena paru-paru sapi setelah penjagalan sering dibuang, dibuatlah inisiatif untuk membuat keripik berbahan baku paru-paru sapi ini.

    Selain memiliki rasa gurih yang unik, tentu saja keripik paru belum tentu bisa kita temukan di tempat lain. Keripik paru ini bisa kita temui di sepanjang toko oleh-oleh di jalan sukowati.

     

    Ronde Instant

    4. Ronde Instan

    Ronde atau biasa disebut juga Wedang Ronde merupakan minuman berbahan dasar air sari jahe yang di beri toping kacang sangria, moci, dan manisan kulit jeruk.

    Sensasi hangat jahe dan gurih manis moci menyatu dalam satu mangkuk wedang ronde yang sangat terkenal di kota dingin salatiga yang bersuhu rata rata 20 derajat celcius.

    Jika anda berkunjung langsug ke kota salatiga anda bisa menikmati wedang ronde yang cukup legendaries di jalan endral sudirman yaitu Ronde Jago.

    Tetapi jika anda ingin membawanya sebagai oleh oleh telah tersedia juga ronde instan yang bisa anda peroleh di pusat oleh oleh kota salatiga.

     

    Kota kecil salatiga terkenal sejak lama sebagai kota transift di jawa tengah, hal ini desebabkan karena letaknya yang sangat strategis ditengah – tengah semarang dan solo.

    Jika anda berkunjung ke kota kecil yang damai ini jangan lupa bawa buah tangan diatas ya,..

    Semoga bermanfaat.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Supartono JW

    Senin, 27 Juli 2020 18:56 WIB

    Kisah Perjalanan (4) 27 Juli, Sehari di La Vallee dan Disneyland-Paris

    Dibaca : 246 kali

    Hari ini, Rabu, 27 Juli 2011 setelah sarapan pagi, sesuai agenda kami akan bertandang ke La Valee Outlet Shooping Village dan lanjut ke Paris-Disneyland. Sebenarnya, masih ingin badan ini rebahan di kamar hotel, namun apa boleh buat, saya harus mengikuti agenda perjalanan wisata yang memang sudah sangat tertata. Jadi, tidak boleh ada waktu yang meleset dari jadwal yang telah ditentukan. Kemarin, setengah hari ada di Brussel-Belgia, dan setengah harinya lagi berada di bus baik dari Amsterdam menuju Brussel, maupun Brussel menuju Paris, memang tidak begitu banyak menguras tenaga, karena semua perjalanan di tempuh pada siang hari. Nyamannya bus yang membawa kami dan pemandangan indah antara Brussel-Paris, menjadikan kami tak merasakan bahwa kami harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam 40 menit. Bahkan, saat bus harus rehat di rest area pun, kami sebenarnya ingin bus tak perlu berhenti, karena semangatnya kami. Malah saat bus masuk ke Paris, kami pun tak menyadari bahwa kini kami sudah ada di negera Prancis. Bila di sebelumnya kami sudah bercengkerama di Istanbul-Turki selama sehari. Lalu, di Sofia, Veliko Tarnovo, dan Razgrad-Bulgaria selama delapan hari. Berikutnya, singgah di Koln, Duseldorf-Jerman sekitar tiga jam, dan di Volendam, Amsterdam-Belanda selama dua malam satu hari. Kemudian, di Brussel-Belgia setengah hari, maka di Paris-Prancis ini, kami menginap selama empat malam dan bercengkerama selama tiga hari penuh.