Ada Apa Dengan Jan Ethes - Analisa - www.indonesiana.id
x

Aditya Harlan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Pilihan
  • Ada Apa Dengan Jan Ethes

    Dibaca : 525 kali

     

    Cucu pertama Presiden jokowi, jan ethes terseret dalam polemik Pilpres 2019. Keterlibatan Jan Ethes menjadi perdebatan antara kubu Jokowi dengan kubu Prabowo Subianto. Polemik itu bermula dari pernyataan Ketua Tim Cakra 19, Tim Relawan Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Andi Widjajanto, yang menyebut Jan Ethes sebagai salah satu keunggulan Capres petahana itu di Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Andi saat memaparkan perihal mengapa Jokowi bisa unggul dalam exposure di media sosial dibandingkan Prabowo. Sebab, interaksi keduanya yang menarik dan humanis selalu membuat berita atau cerita tentang kakek dan cucu itu menjadi viral.

    Hal tersebut mendapat respons dari beberapa pendukung Prabowo-Sandi, salah satunya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, yang mempertanyakan adanya keterlibatan anak-anak dalam kampanye. Namun, selama ini tidak ada niat sedikitpun bagi Jokowi untuk melibatkan Jan Ethes di Pilpres 2019. Namun, kedekatan keduanya memang menjadi magnet tersendiri di tengah kontestasi politik yang terus memanas ini. Kedekatan natural kakek dan cucu, yang sarat diangkat media dan menjadi perbincangan saat ini. Namun Jan Ethes tidak pernah dilibatkan dalam kampanye Jokowi-Amin seperti yang dituduhkan oleh kelompok oposisi.

    Presiden Joko Widodo pun sampai angkat bicara mengenai sang cucu, Jan Ethes Srinarendra, yang dipersoalkan oleh para politikus oposisi. Jokowi membantah apabila para politikus menyebut dirinya memolitisasi sang cucu demi kepentingan politik elektoral Pilpres 2019. Jokowi menegaskan bahwa keluarganya merupakan keluarga yang wajar-wajar saja. Keluarga wajar, maksud Jokowi adalah seperti yang ia sekeluarga tampilkan selama ini. Dekat dengan anak dan cucu.

    Melihat isu yang diangkat oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan mempermasalahkan Jan Ethes, menunjukkan ketakutan pada kekuatan balita. Kubu Prabowo-Sandi sudah panik dan takut dalam taraf akut. Kini kehadiran Jan Ethespun diributkan oleh mereka, karena cucu Presiden ini memang memiliki daya tarik sendiri bagi kaum milenial di media sosial. Kubu Prabowo-Sandi juga seakan iri lantaran Prabowo belum mempunyai cucu yang menggemaskan seperti Jan Ethes. Selain itu, selama ini Jokowi menjadi simbol keluarga yang harmonis, kemesraan bapak, ibu, anak, menantu dan cucu ini menunjukkan keluarga sakinah yang bisa menjadi panutan keluarga Indonesia.

    Kita semua mengetahui kekuatan keluarga calon presiden menjadi salah satu alasan untuk memilih. Sederhana saja, kalau memimpin keluarga saja tidak becus, bagaimana mau memimpin suatu negara. Justru kita harus sadar dan menilai bahwa kubu sebelah lebih sering membawa anak-anak saat kampanye jika dibandingkan Jan Ethes yang tidak pernah hadir dalam acara kampanye Jokowi. Semoga masyarakat Indonesia semua dapat memahami dan memilah mana yang merupakan pelanggaran kampanye sebetulnya dengan isu yang sengaja diangkat untuk menimbulkan polemik.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.