PSS Sleman Masih Timbang-timbang Untuk Ikut Piala Presiden? - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Hamzah Zhafiri Dicky

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • PSS Sleman Masih Timbang-timbang Untuk Ikut Piala Presiden?

    Dibaca : 997 kali

    PSS Sleman sukses lolos ke babak 16 besar Piala Indonesia setelah menahan imbang Barito Putera 3-3 pada Kamis lalu di stadion Maguwoharjo. Laskar Sembada unggul agregat karena pada leg pertama, berhasil mengalahkan Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Martaputra.

    Keberhasilan ini pun diapresiasi oleh pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantoro. Ia mengaku banyak belajar dari pertandingan ini dan menyatakan kagum atas anak didiknya, meski menurutnya masih banyak hal yang bisa ditingkatkan. Apresiasi juga datang dari Jacksen F. Thiago, yang juga mengakui keunggulan PSS Sleman sehingga bisa menyingkirkan tim binaannya dari perhelatan Piala Indonesia.

    Meski kabar ini merupakan prestasi tersendiri bagi PSS Sleman sebagai pemanasan menyambut Liga 1, pihak manajemen masih mengaku belum putuskan akan ikut Piala Presiden 2019. Jika pun akan ikut serta dalam kejuaraan yang rencananya digelar Maret mendatang ini, Seto Nurdiantoro ini mengaku tidak akan memasang target yang terlalu muluk-muluk. Ia hanya akan menggunakan kesempatan ini untuk memperbanyak jam terbang PSS Sleman dan menguatkan kerjasama antar individu.

    Hal lain yang disorot Seto adalah bahwa detil teknis kejuaraan ini juga belum diterbitkan PSSI. Di sisi lain, PSS Sleman masih mempersiapkan skuad untuk menghadapi Liga 1 mendatang, seperti menyiapkan formasi dan berburu pemain baru. Sehingga, menjadi wajar jika keikutsertaan PSS Sleman di Piala Presiden 2019 belum bisa diputuskan dan tidak dijadikan prioritas perhatian.

    Apapun yang jadi keputusan manajemen, tentu masyarakat Sleman hanya mengharap yang terbaik bagi klub kesayangannya. Liga 1 adalah kejuaraan tertinggi di persepakbolaan Indonesia dan tentu saja membawa prestise bagi klub dan masyarakat Sleman.

    Harapan tinggi juga ditunjukan oleh Bambang Soepijanto, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah dapil DIY. Ia berharap PSS Sleman bisa menunjukkan performa terbaik di kompetisi apapun, baik Piala Indonesia, Piala Presiden, dan Liga 1.

    Hal lain yang disorot Bambang Soepijanto tentu saja sportivitas. Ia berharap PSS Sleman dapat berprestasi dengan sportif, baik permainan di lapangan maupun perilaku suporter di lapangan dan di luar lapangan. Menurut Bambang Soepijanto, kalah dan menang itu biasa dalam permainan, namun yang mahal harganya tentu saja sportivitas. Pada akhirnya, sepak bola adalah olahraga yang menjadi hiburan rakyat dan sudah semestinya berlangsung sehat dan sportif tanpa ada tindak pidana apapun.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 807 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).