Earth Week Menambahkan Rasa Cinta Lingkungan

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Penyelenggaraan Earth Week pada 25 Maret 2019 mengajak para mahasiswa dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan adanya berbagai workshop

Earth Week merupakan program yang dilaksanakan untuk menjelaskan masalah-masalah yang terjadi dilingkungan dan mengajak masyarakat tertutama mahasiswa untuk sadar akan bahayanya polusi plastik dan juga pemanasan global di Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Mahasiswa UPH sebagai bentuk perhatian kepada lingkungan yang ada disekitar dalam bentuk edukasi.Dalam pemberian materi edukasi tentang polusi plastik dan juga pemanasan global yang terjadi di Indonesia panitia Earth Week melibatkan berbagai macam Non-Governemental Organizations atau NGO seperti World Wildlife Fund (WWF) dan juga kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain NGO tersebut, dalam Earth Week ini juga bekerja sama dengan Waste4Change dan perusahaan anti-plastik Avani Eco sebagai pembicara. Earth Week juga melibatkan Nonanistya Recipes, suatu online shop yang menjual sabun batang organik, dan Mini Garden Depok, yang adalah suatu seller terrarium dan tanaman sukulen, sebagai vendor workshop dalam acara Earth Week ini.

“Penyelenggaran Earth Week ini di adakan dengan kesadaraan kami sebagai mahasiswa UPH dengan adanya masalah polusi plastic dan juga pemanasan global di Indonesia serta meningkatkan kesadaran masyarakat terutama mahasiswa UPH untuk merubah gaya hidup mereka,” jelas Christa Anggelia, Ketua Earth Week .

Kegiatan Earth Week ini dilatar belakangi dengan masalah yang terjadi di Kalimantan, yaitu perusahaan palm oil menyuap uang ke pemerintah agar mereka dapat menjadikan hutan sebagai lahan pertanian palm oil mereka.Menurut Christa hal ini bukan karena masalah polusi plastik maupun suhu yang semakin meningkat tetapi kita sebagai manusia kurang perhatian kepada lingkunan kita, hal ini bukanlah hal sepele, tetapi mencerminkan masalah lingkungan yang Indonesia hadapi sekarang.

“Dalam Earth Week kami juga mempunyai workshop salah satunya adalah ‘Making Your Own Soap’. Workshop ini bukan hanya menjadi workshop yang unik, tetapi memiliki tujuan untuk mengajari kita menghadapi masalah limbah plastik yang kita gunakan,” ujar Christa.

Workshop 'making your own shop' ini memberikan edukasi kepada masyarakat dan para mahasiswa mengenai limbah plastik yang bertambah ketika kita membeli sabun cair yang menggunakan botol plastik dan dijelaskan juga bahwa ada cara alternatif yang baik untuk lingkungan. 

“Tidak hanya ‘Make Your Own Soap’ tetapi kita mempunyai 1 workshop lagi yaitu ‘Tea and Terrarium’. Workshop tersebut adalah workshop bagi penggemar lingkungan, dengan Workshop ‘Tea and Terrium’ tersebut agar kita bisa lebih lagi menghargai fauna  dan lingkungan di sekitar kita,” jelas Christa.

 

Dalam menghadapi masalah limbah plastik dan pemanasan global, pada Earth Week juga diadakan Movie Discussion yang memiliki 2 tema yaitu ‘A Plastic Ocean’ dan ‘Before The Flood’. Dalam Tema ‘A Plastic Ocean’, para peserta disuguhkan film dokumenter dan para peserta yang hadir membahas masalah polusi plastic yang terjadi dan bagaimana cara menghadapinya. A Plastic Ocean menghighlight masalah-masalah di Indonesia dan bagaimana pemerintah maupun masyarakat bisa mengatasinnya. Sedangkan, "Before the Flood" adalah dokumenter tentang masalah pemanasan global yang SUDAH terjadi dan masalah yang AKAN terjadi. Before the Flood adalah film dokumenter yang ternama yang berfokus kepada kondisi dunia sekarang, dan clean energy, atau energi yang tidak memproduksi karbon dioksida. Panelis akan fokus ke penjelasan terhadap kondisi Indonesia sekarang dan implementasi clean energy kepada Indonesia.

“Dari serangkaian kegiatan yang ada dalam Earth Week ini kami sebagai mahasiswa UPH akan merealisasikan sebuah tindakan untuk menjaga lingkungan hidup pada acara Sustainable Environmental Conservation (SEC) yang juga diselenggarakan dari departemen pelestarian lingkungan, pada tanggal 6 April. Di acara Tersebut kami akan menanam bakau untuk mengatasi korosi pantai dan langkah untuk mengatasi pemanasan global,” tegas Christa.

Dengan serangkaian acara yang sudah diberikan kepada para mahasiswa yang hadir, Christa berharap bahwa kita harus bisa yakin bahwa masalah lingkungan itu memang ada.

“Dengan diadakannya Earth Week ini kami berharap kepada mahasiswa maupun staff yang ada di UPH mempunyai pandangan bahwa dengan sekecil apapun perubahan gaya hidup mereka, maka akan memberikan dampak yang sangat besar untuk membuat lingkungan yang lebih baik,” tandas Christa.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Abraham Posma Joshua

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua