Agun Gunanjar: Pemimpin Adalah Penyambung Lidah Rakyat - Analisa - www.indonesiana.id
x

Valentino Barus

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Agun Gunanjar: Pemimpin Adalah Penyambung Lidah Rakyat

    Dibaca : 1.632 kali

    Masa kampanye yang mengikuti agenda pesta demokrasi lima tahunan hendaknya benar-benar dimanfaatkan untuk semakin  mengenal, menyerap dan merasakan jeritan hati, tuntutan dan kebutuhan rakyat. Dengan demikian sikap teguh dan konsisten akan terwujud dalam perjuangan membela kepentingan dan aspirasi  masyarakat selama lima tahun ke depan. Suara dan kepercayaan rakyat menjadi tidak sia-sia. Demikian dipaparkan  Agun Gunanjar Sudarsa di Rumah Cuklik yang merupakan padepokan Agun Gunanjar di Jabar, 27/3/'19.

    Untuk itu, calon pemimpin nasional dan calon wakil rakyat hendaknya memanfaatkan momentum ini untuk masuk ke persoalan mendasar masyarakat, merasuk ke relung hatinya dan merasakan denyut nadinya. Tanpa kepekaan dan kemauan untuk menyerap aspirasi masyarakat, maka akan sangat sulit untuk memperjuangkan dan menjadi "penyambung lidah rakyat"  lanjut  anggota DPR RI dari partai Golkar yang akrab disapa Kang Agun.

    Dengan runtut Kang Agun menerangkan bahwa pemilu dan kampanye yang mendahuluinya pada hakekatnya adalah pengakuan terhadap kedaulatan rakyat. “Rakyatlah pemilik kedaulatan yang sesungguhnya. Sementara para calon abdi dan wakil rakyat berada dalam posisi merayu untuk mendapat kepercayaan sebagai pelayan dan pelaksana kehendak rakyat. Karenanya, rakyat harus peka dalam memilih, jauhi figur  yang terindikasi sekedar janji bombastis apalagi berkehendak beli suara” tutur ketua fraksi partai Golkar di MPR RI tersebut.

    Politisi senior SOKSI tersebut mengingatkan bahwa kampanye dan Pemilu hanya sebagai alat dan sarana untuk mencapai tujuan dalam berbangsa karena itu harus dijalankan secara damai dan bermartabat. “Tujuan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 di tengah masyarakat yang bhinneka tunggal Ika dalam bingkai NKRI. Masa kampanye yang tinggal beberapa hari ini harus dijauhkan dari ujaran kebencian, iri, dengki, dan berita hoax yang justru akan merugikan kita semua”

    Sebagai caleg DPR RI dari dapil X, Jabar, Agun teguh menjalankan kebijakan Ketua Umum dan mentaati garis keputusan partai. Di daerah yang dianggap bukan basis capres 01, Agung tetap konsisten memasangkan fotonya bersama foto capres Jokowi-Amin.

    Dalam posisinya sebagai anggota DPR RI, perhatian kang Agun memang tidak luput dari pembangunan di dapilnya maupun pengentasan kemiskinan secara nasional. Kang Agun merupakan inisiator dan  pembentuk Kota Banjar pada tahun 2002, dan juga bidan pemekaran Pangandaran pada tahun 2012. Selain itu dalam menjalankan fungsi legislasi, dia juga aktif dalam menggagas  pembentukan UU Desa pada tahun 2014.

    Presiden Jokowi telah dan sedang mengerjakan banyak persoalan besar bangsa. Beliau telah menyelesaikan berbagai tinggalan dari masa lalu dan masih terus berlari sambil bekerja guna meraih capaian berikutnya. Kepemimpinannya yang dibantu kyai Ma'ruf masih perlu dilanjutkan satu kali lagi. Seiring dengan itu, keberadaan wakil rakyat, khususnya fraksi partai Golkar, yang kuat di DPR sebagai partner pemerintah sungguh dibutuhkan, pungkas kang Agun.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.









    Oleh: Napitupulu Na07

    2 hari lalu

    Bangun Jutaan Tandon Air Hujan-Padat Karya Tunai, untuk Menambah Cadangan Air Kemarau dan Mengurangi Banjir, serta Dampak Covid 19

    Dibaca : 121 kali

    Pembangunan yang terlalu mengejar pertumbuhan ekonomi berakibat terjadinya alih fungsi hutan dan ruang terbuka hijau secara masif menjadi: perkotaan, permukiman, areal industri, perkebunan sawit, kawasan pertambangan minerba dan galian C, berbagai sarana transportasi, perladangan berpindah dan lahan gundul kritis terlantar; telah berujung terjadinya banjir-banjir besar di musim hujan,diikuti kekeringan dan kelangkaan air di musim kemarau, serta air kotor / tercemar oleh limbah cair dan sampah yang menyumbat sungai dan drainase sepanjang tahun. Mengatasi masalah ini sekarang pemerintah sedang giat-giatnya membangun banyak bendungan/waduk banjir dan serbaguna bersamaan dengan merehabilitasi hutan dan konservasi lahan (gerhan). Namun upaya gerhan dan bangun waduk-waduk tersebut belum optimal menurunkan debit puncak banjir DPB) yang membesar/meningkat menjadi 5 (lima) kali debit (Q) sebelum alih fungsi tata guna tanah. Untuk mengantisipasi dampak alih fungsi tata guna lahan ini peraturan perundang-undangan terkait Penataan Ruang telah memuat persyaratan prinsip Zero Delta Q (Pertambahan Debit Nol). Tulisan ini menguraikan pentingya menerapkan prinsip Pertambahan Debit Nol ini dengan membuat/membangun jutaan tandon-tandon air hujan di seluruh nusantara; untuk melengkapi dan mengoptilakan upaya yang sedang berjalan tersebut di atas, namun sekaligus dapat menyerap tenaga kerja secara padat karya bagi penduduk yang terdampak pandemi Covid 19.