Amien Rais dan Suaranya - Analisis - www.indonesiana.id
x

Daeng

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Amien Rais dan Suaranya

    Masih terngiang - ngiang di telinga kita, beberapa hari lalu Forum Umat Islam (FUI) mengadakan “apel siaga 313” pada 31 Maret 2019 dengan isu besar

    Dibaca : 1.142 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Mendekati Pemilu yang akan datang, berbagai rangkaian persiapan yang telah dilakukan oleh para peserta Pemilu. Tidak hanya persiapan para kandidat yang akan “berkompetisi” tetapi juga para pendukung yang tak kalah heboh-nya dalam menyiapkan para “jagoan” yang akan bertanding. Salah satunya, debat Calon Presiden yang baru saja berlangsung. Diharapkan pada momentum debat Capres, masing-masing paslon mengemukakan ide - ide cemerlangnya untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Sangat disayangkan ketika momentum debat yang diselenggarakan oleh KPU membuahkan beragam kontroversial dari masing - masing kelompok paslon.

    Masih terngiang - ngiang di telinga kita, beberapa hari lalu Forum Umat Islam (FUI) mengadakan “apel siaga 313” pada 31 Maret 2019 dengan isu besar yang diangkat “Putihkan KPU & KPUD se-Indonesia” dan meminta KPU agar tidak curang pada saat pelaksanaan Pemilu nanti. Selain aksi damai yang dilakukan oleh umat Islam. Ada hal yang menarik kita amati bersamaan dengan kegiatan tersebut. Ya, Bapak Amien Rais tokoh yang bermacam - macam julukannya oleh masyarakat Indonesia mulai dari “Bapak Reformasi”, “Lokomotif Reformasi”, sampai “King Maker”. Ia dianggap sebagai pionner Reformasi 1998 yang mengakhiri tirai kekuasaan era orde baru sekaligus pembuka era reformasi.

    Dalam video yang berdurasi singkat beredar cuplikan video Amien Rais di Mesjid Sunda Kelapa yang isi komentarnya “akan ada pengawasan terhadap KPU pada saat menjalankan tugasnya. Akan ada pengawasan dari tim IT jika penghitungan suara dilakukan melalui teknologi, apalagi penghitungan suara dilakukan secara manual tentu akan memudahkan KPU diawasi”. Diakhir video tersebut Amien Rais menyampaikan jika nantinya ditemukan kecurangan maka penyelesaiannya, tidak pada lembaga MK tetapi langsung tindakan people power. Sungguh sangat memprihatinkan ungkapan yang disampaikan oleh seorang reformis yang sempat di “gadang - gadangkan” oleh masyarakat Indonesia. Bapak reformasi yang semestinya menaruh kepercayaan besar terhadap kinerja lembaga negara KPU. Bagaimana mungkin seorang tokoh yang dihormati dan disegani meragukan para anggota KPU/KPUD yang notabene adalah orang-orang terpilih sebagai penyelenggara Pemilu?. Mereka terpilih melalui proses seleksi yang ketat dan tidak diragukan profesionalitasnya, integritas, netralitas, dan akuntabilitas pada saat proses Pemilu berlangsung.

    Sebagai masyarakat Indonesia, saya berharap semua elemen masyarakat di Indonesia tidak mudah “termakan” oleh isu dan ajakan oleh siapapun. Termasuk oleh Amien Rais tokoh yang sempat disorot karena kelihaiannya dalam berpolitik di era-1998. Saya percaya dan optimis masyarakat Indonesia adalah insan yang cerdas dan peka melihat fenomena yang terjadi di negara ini. Lembaga negara (KPU/KPUD) sudah berupaya keras untuk menunjukan kinerja terbaiknya sebagai lembaga independen dalam pemilu. Berikan kepercayaan dan penghargaan tinggi terhadap dedikasi para KPU dan diakhir tulisan ini, mari kita berdamai dari segala kegaduhan politik yang terjadi. Bukan kah kita besar karena bersatu padu?

    Semoga menginspirasi.

    Oleh: Ramli Aziz (Alumnus UIN, Penulis, dan pemerhati masalah sosial keagamaan)
    Bermastautin di Jakarta dan Bogor

     

    Ikuti tulisan menarik Daeng lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.