'Earth Week' UPH Mengundang Kementerian Lingkungan Hidup - Analisis - www.indonesiana.id
x

Indri Puji Lestari

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • 'Earth Week' UPH Mengundang Kementerian Lingkungan Hidup

    Indonesia adalah kepulauan terbesar dengan hutan hujan tropis kaya sumber daya energi dan mineral, tapi hal ini justru malah membuatnya rentan bencana alam

    Dibaca : 685 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Acara Earth Week dari Service Learning Community (SLC) Universitas Pelita Harapan (UPH) mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lewat Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc, -- Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Perubahan Iklim Indonesia KLHK yang hadir dalam "Movie Discussion: 'Before the Flood', 28  Maret  2019 di MYY MPR UPH Kampus Lippo Village.  'Before the flood' merupakan film dokumenter  yang di bintangi oleh Leonardo DiCaprio yang menunjukkan perubahan iklim dan cuaca ekstrem di berbagai negara sebagai akibat dari aktivitas manusia yang cenderung merusak bumi.

    "Dari banyak acara mengenai peduli lingkungan yang sudah ditemui, kegiatan ini merupakan acara yang sangat dekat dengan mahasiswa. Sehingga dengan kesempatan ini, isu lingkungan dapat lebih dimengerti dan mudah dipahami. Terlebih penting generasi muda jadi lebih bisa memahami mengapa menjaga lingkungan begitu penting," ungkap Dirjen Ruandha.

    Selain memberi apresiasi, usai melihat cuplikan-cuplikan 'Before the Flood' Dr. Ruandha juga membahas mengenai keadaan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia serta upaya Mitigasi dan Adaptasi yang bisa dilakukan. Upaya tersebut telah tertera dalam dokumen NDC (Nationally Determined Contribution) Indonesia -- Dokumen yang berisi komitmen Negara Indonesia di internasional untuk berkontribusi melakukan penurunan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) sebesar 26%.

    "Indonesia adalah kepulauan terbesar dengan hutan hujan tropis yang kaya akan sumber daya energi dan mineral, tapi hal ini justru yang malah membuatnya rentan bencana alam yang akan diperparah dengan terjadinya perubahan iklim. Makanya, NDC (Nationally Determined Contribution) Indonesia menguraikan transisi Indonesia menuju masa depan yang rendah emisi dan berketahanan iklim." ungkap Ditjen Ruandha.

    Lebih lanjutnya, Ditjen Ruandha mengatakan kegiatan utama NDC Kehutanan adalah, Mengurangi deforestasi (

    Ditjen Ruandha juga mengungkapkan bahwa sudah terdapat serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Salah satunya adalah pengelolaan limbah rumah tangga, mengganti transportasi umum menjadi berbahan bakar gas/listrik, melakukan kehutanan dan pertanian berkelanjutan, dan hal lainnya. Namun, beliau mengatakan bahwa upaya tersebut tidak lepas dari masalah saat pelaksanaanya.

    Dr. Ruandha mengakui, masalah yang sering timbul yaitu bagaimana regulasi yang sudah ada siap dan bisa diterapkan pada setiap arus kegiatan di seluruh sektor kementrian. Tentu KLHK juga menekankan bahwa fokus ini harus diterapkan juga dalam tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Pemerintah harus mampu membuat program yang bisa mengajak partisipasi aktif masyarakan dalam penurunan emisi.

    Selain mengundang KLHK, hadir juga Prof. Dr. Herry Purnomo, M.Comp. -- Academia and Researcher dari Center for International Forestry Research (CIFOR) yang mengajak mahasiswa untuk berperan dalam pelestarian lingkungan.

    "Hal yang bisa dilakukan oleh mahasiswa sebagai generasi muda saat ini yaitu dengan mengubah gaya hidup. Sederharna, jika berpergian jarak dekat jangan gunakan motor atau mobil. Coba bersepeda atau jalan kaki. Perubahan simple ini justru mampu memberi efek luar biasa jika diterapkan bersama. Juga mulai kurangi penggunaan plastik, misal membawa tumbler atau kantong belanja sendiri dari rumah." jelas Herry.

    Melalui kegiatan ini harapannya, kurang lebih 60 peserta yang hadir baik mahasiswa ataupun dosen, dapat lebih berperan aktif.  Secara khusus Dirjen Dr. Ruandha juga memberikan saran seperti apa peran aktif yang dibutuhkan dari sisi KLHK.

    "Setiap tahun KLHK mengirimkan negosiator untuk topik climate change di Internasional. Mungkin bisa nantinya kami mengundang mahasiswa UPH atau kami yang kesini untuk mencari mahasiswa yang mampu menjadi negosiator untuk memposisikan Indonesia secara lebih elegan terutama dari sisi hukum dalam skala internasional. Jadi peluangnya bisa dimulai Fakultas Hukum UPH," ungkap Dr. Ruandha, mengakhiri paparan. (pl)

    Ikuti tulisan menarik Indri Puji Lestari lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.








    Oleh: Hadirat Syukurman Gea

    3 hari lalu

    Analisis Sistem Jual-Beli Ijon pada Komoditas Mangga Berdasar Ekonomo Makro

    Dibaca : 200 kali

    Mangga merupakan salah satu komoditas buah yang digemari hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mangga turut menyumbang perekonomian Indonesia karena menjadi komoditas yang di ekspor. Pada tahun 2015, ekspor mangga sebesar 1.515 jutatonyangsebagianbesarmerupakanjenis Mangga Gedong Gincu dan Mangga Arumanis. Kabupaten Kediri merupakan salahsatudaerahyang menjadikan mangga khususnya Mangga Podang sebagai oleh - oleh khas daerah dikarenakan banyaknya pohon mangga yang tumbuh di sekitar lereng GunungWilis.ManggaPodangkhasKediri banyak ditemukan di daerah sekitar lereng Gunung Wilis yaitu Kecamatan Banyakan, Tarokan, Grogol, Mojo, dan Semen. Semakin berkembang perekonomian suatudaerahmakasemakinberagam pula cara produsen dan konsumen melakukan jual beli.Salah satu sistem jual beli yang dilarang dalam Islam adalah jual beli yang mengandung unsur gharar. Sistem jual beli ijon adalah salah satu sistem jual beli yang mengandung unsur gharar sehingga dilarang oleh Allah SWT. Ijon berkaitan dengan perilaku produsen dan konsumen. Hal ini dapat dikaitkan dengan ekonomi mikro berupa keputusan pengusaha dan konsumen, terbentuknya harga barang atau jasa dan faktor produksi tertentu di pasar, dan alokasi sumber daya ekonomi.Penelitian ini menggunaka nmetode penelitian studi literatur. Jenis data yang digunakan berupa data sekunder dengan metode pengumpulan data berupa pengumpulan sejumlah studi pustaka. Berdasarkan studi literatur terkait sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro, diperoleh hasil analisis bahwa sistem jual beli ijon dan ekonomi mikro saling berhubungan. Hal ini dikarenakan ijon berkaitan langsung dengan perilaku produsen dan konsumen dan ekonomi mikro turut mengatur perilaku produsen dan konsumen. Keywords: Ijon, Komoditas Mangga,Ekonomi Mikro